Ahmad Luthfi Ajak Semua Elemen Bersatu Bangun Jawa Tengah dengan Semangat Gotong Royong

Peristiwa | 15 Mar 2026 | 16:14 WIB
Ahmad Luthfi Ajak Semua Elemen Bersatu Bangun Jawa Tengah dengan Semangat Gotong Royong

Uwrite.id - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berbagai program strategis digencarkan, mulai dari pembangunan infrastruktur, penurunan angka kemiskinan, peningkatan investasi, hingga penguatan pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.

Upaya tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Karena itu, Pemprov menggandeng berbagai pihak untuk ikut terlibat, mulai dari kalangan swasta, akademisi, tokoh masyarakat, hingga relawan yang selama ini menjadi bagian dari kekuatan sosial di tengah masyarakat.

Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pembangunan di Jawa Tengah membutuhkan kerja kolektif seluruh elemen masyarakat. Dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 38,56 juta jiwa yang tersebar di 7.809 desa, menurutnya pembangunan daerah bukanlah tugas yang bisa diselesaikan oleh pemerintah saja.

Hal tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat menghadiri acara silaturahmi dan buka bersama dengan para relawan Jawa Tengah yang digelar di Gradhika Bakti Praja, Kota Semarang, Sabtu malam, 14 Maret 2026.

Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya membangun semangat kerja bersama sebagai sebuah supertim.

“Kami bukan superman yang semuanya bisa, tetapi kami adalah supertim. Kerja tidak boleh sendiri, tidak boleh parsial, tidak boleh menange dewe. Semua komponen masyarakat harus ikut membantu. Butuh kolaborasi bersama dalam membangun Jawa Tengah,” ujar Ahmad Luthfi di hadapan para relawan.

Ia menjelaskan, untuk mempercepat pembangunan daerah diperlukan integrasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten dan kota yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Tengah. Kolaborasi tersebut juga harus menjangkau hingga tingkat desa agar kebijakan pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ahmad Luthfi Angkat Bicara Soal OTT Cilacap: Integritas Kepala Daerah Sudah Diingatkan Berkali-kali

Menurutnya, setiap kepala daerah di Jawa Tengah juga perlu berperan sebagai manajer pemasaran bagi daerahnya masing-masing. Artinya, pemimpin daerah harus mampu mempromosikan potensi wilayahnya agar menarik minat investor untuk menanamkan modal.

Investasi, kata dia, merupakan salah satu kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Namun, investasi hanya dapat berkembang apabila daerah mampu memberikan jaminan keamanan, ketertiban, serta iklim sosial yang kondusif.

“Syarat investasi adalah jaminan keamanan dan ketertiban. Kalau nafas gotong royong tidak ada, maka tidak bisa membangun. Sesama anak bangsa jangan sampai iri, dengki, jangan mengatakan yang tidak etis. Kita punya tata krama, punya adab. Jawa Tengah punya adigang adigung adiguna, tata tentrem raharja,” ungkapnya.

Jalan Rusak Pracimantoro-Wonogiri Kembali Renggut Nyawa: Sampai Kapan Dibiarkan?

Dalam pandangan Ahmad Luthfi, nilai-nilai budaya Jawa seperti tepa selira, sopan santun, serta gotong royong harus tetap menjadi landasan dalam kehidupan sosial masyarakat. Nilai-nilai tersebut dinilai sebagai kekuatan moral yang dapat menjaga harmoni sekaligus mendukung proses pembangunan daerah.

Ia juga mengingatkan para relawan agar tetap menjaga sikap santun dalam menghadapi dinamika sosial yang berkembang di masyarakat, termasuk perbedaan pandangan maupun kritik terhadap pemerintah.

“Jangan melanggar hukum, jangan menyakiti orang lain. Kita tetap harus santun karena adabnya Jawa Tengah adalah sopan santun dan tata tentrem. Jika ada masyarakat yang tidak puas, jadikan itu sebagai spirit untuk terus bekerja dalam membangun Jawa Tengah,” kata Ahmad Luthfi.

Baru Selesai Sudah Rusak, Proyek Lapangan Tenis Rp1,6 Miliar Wonogiri Gagal Diresmikan

Menurutnya, setiap komponen masyarakat memiliki peran dan fungsi masing-masing dalam pembangunan. Karena itu, ia mengingatkan agar tidak terjadi perpecahan yang dapat melemahkan semangat kebersamaan.

“Semua harus saling asah, asih, asuh. Jangan ada pecah belah apapun kepentingannya. Kita bangun Jawa Tengah dengan kebersamaan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi juga menyoroti peran relawan sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Relawan dinilai memiliki posisi strategis karena mereka berada langsung di tengah masyarakat dan mengetahui berbagai persoalan yang terjadi di lapangan.

Ia berharap para relawan dapat membantu menyampaikan aspirasi dan permasalahan yang muncul di daerah masing-masing kepada pemerintah. Dengan begitu, pemerintah dapat segera menindaklanjuti berbagai persoalan sesuai dengan kewenangan yang dimiliki, baik oleh pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat.

Setelah permasalahan tersebut ditangani, relawan juga diharapkan turut membantu menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai berbagai langkah dan kebijakan yang telah dilakukan pemerintah. Hal ini penting agar masyarakat mengetahui bahwa berbagai persoalan yang muncul sedang ditangani secara bertahap.

Selain itu, Ahmad Luthfi juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menangkal penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks, terutama di media sosial yang saat ini menjadi ruang utama penyebaran informasi.

Ia menilai banyak informasi yang beredar di ruang digital tidak disampaikan secara utuh, bahkan terkadang berupa potongan video yang disunting sehingga menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat memicu kesalahpahaman serta berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintah jika tidak diluruskan dengan informasi yang benar.

Karena itu, ia mengajak para relawan untuk aktif membantu menyampaikan informasi yang faktual dan menyejukkan kepada masyarakat.

“Apapun yang dikatakan masyarakat di media sosial adalah cambuk bagi kita sebagai pejabat publik untuk lebih giat bekerja. Saya yakin masyarakat Jawa Tengah masih punya hati nurani dalam rangka tepa selira dan gotong royong dalam membangun Jawa Tengah,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, lanjut Ahmad Luthfi, akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mempercepat pembangunan di berbagai sektor demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, ia optimistis Jawa Tengah dapat terus berkembang sebagai daerah yang maju, aman, dan harmonis, tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang menjadi jati diri masyarakatnya.

“Marilah kita bersama-sama membangun Jawa Tengah dengan semangat gotong royong, sopan santun, dan tepa selira,” kata Ahmad Luthfi.

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar