Trump Gempur Venezuela: Maduro Ditangkap, Minyak Jadi Sasaran Utama Amerika

Amerika | 04 Jan 2026 | 14:35 WIB
Trump Gempur Venezuela: Maduro Ditangkap, Minyak Jadi Sasaran Utama Amerika

Uwrite.id - Anggota Kongres Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Jake Auchincloss, menegaskan bahwa operasi militer AS di Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolás Maduro lebih didorong oleh kepentingan minyak dibandingkan tuduhan perdagangan narkoba.

“Ini adalah pertumpahan darah demi minyak. Tidak ada kaitannya dengan perdagangan narkoba,” kata Auchincloss dikutup CNN, Sabtu (3/1/26). Ia menambahkan, narkotika yang sebagian besar dikirim ke Eropa bukanlah kokain dari Venezuela, sementara krisis narkoba di AS saat ini justru didorong oleh fentanyl yang berasal dari China.

Menurut Auchincloss, fokus utama AS adalah cadangan minyak Venezuela, yang merupakan yang terbesar di dunia. “Ini selalu tentang fakta bahwa Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia,” ujarnya.

Pernyataan ini muncul di tengah klaim pemerintah AS bahwa Maduro, istrinya, dan sejumlah tokoh masyarakat Venezuela bertanggung jawab atas terorisme narkoba, perdagangan narkotika, dan kejahatan lintas negara. Tuduhan tersebut dibantah oleh pemerintah Caracas, yang menilai operasi AS sebagai pelanggaran kedaulatan.

Auchincloss juga menyoroti hubungan antara kebijakan Presiden AS Donald Trump dengan kepentingan perusahaan minyak AS, khususnya Chevron. Chevron adalah satu-satunya perusahaan AS yang masih melakukan pengeboran di Venezuela, meski dengan persentase pembayaran produksi kepada PDVSA, perusahaan minyak milik negara, melalui pengecualian sanksi.

“Chevron memiliki kontrak dan izin dari Departemen Keuangan AS untuk mengeksploitasi cadangan minyak Venezuela. Presiden menepati janji kampanyenya kepada perusahaan minyak besar AS,” kata Auchincloss.

Trump dan Xi Bahas Penguatan Hubungan Dagang, Komitmen Redakan Ketegangan Ekonomi Dunia

Pada Sabtu (3/1/26), Trump secara terbuka menyatakan bahwa AS akan mengambil alih cadangan minyak Venezuela dan mengundang perusahaan-perusahaan AS untuk berinvestasi miliaran dolar guna memperbaiki industri minyak negara itu yang dianggap telah runtuh.

Cadangan Minyak Venezuela dan Produksi Saat Ini

Venezuela tercatat memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, sekitar 303 miliar barel atau 17 persen dari cadangan global. Jumlah ini lebih besar dibandingkan Arab Saudi (267 miliar barel), Iran (209 miliar barel), dan Irak (145 miliar barel), menurut data Administrasi Informasi Energi AS (EIA).

Meski demikian, produksi minyak Venezuela jauh di bawah kapasitas maksimal akibat sanksi internasional dan terbatasnya infrastruktur. Produksi puncak Venezuela pernah mencapai 3,5 juta barel per hari pada akhir 1990-an, namun kini hanya sekitar 800 ribu barel per hari. Sebagai perbandingan, produksi minyak AS pada pekan terakhir Desember 2025 mencapai sekitar 13,8 juta barel per hari.

Usulan Iran Untuk Beri Sanksi Embargo Minyak ke Israel Diabaikan dan Ditolak Negara-negara Arab

PDVSA tetap mengendalikan sebagian besar industri minyak Venezuela, sementara Chevron tetap beroperasi berdasarkan izin khusus. Hal ini menunjukkan bahwa kepentingan AS terhadap cadangan minyak Venezuela juga terkait dengan dorongan investasi dan kontrol pasar minyak global.

Reaksi dan Ketegangan Internasional

Penangkapan Maduro oleh pasukan AS memicu kecaman internasional. Pemerintah Venezuela menegaskan bahwa tindakan tersebut melanggar hukum internasional dan kedaulatan negara. Wakil Presiden Venezuela mendesak AS untuk segera membebaskan Maduro dan istrinya.

China Siap Gelontorkan 1 Juta Ton Beras untuk Indonesia

Sementara itu, pemerintah Venezuela menyatakan telah memperoleh dukungan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di tengah eskalasi ketegangan dengan Washington. Beberapa negara dan tokoh internasional mengkritik tindakan AS sebagai bentuk intervensi yang berpotensi memicu ketidakstabilan regional.

Ledakan dan serangan militer dilaporkan terjadi di sejumlah kota Venezuela, termasuk Ibukota Caracas serta negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira. Trump mengklaim bahwa operasi tersebut diperlukan untuk menegakkan hukum dan memberantas kejahatan lintas negara, meski analis menilai tindakan ini juga sejalan dengan kepentingan perusahaan minyak AS.

Pekan ini, diskusi internasional akan terus memantau dampak politik dan ekonomi dari operasi militer AS di Venezuela, termasuk implikasi terhadap pasar minyak global dan hubungan bilateral AS-Latin Amerika.

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar