Hujan Membawa Duka: Suami Istri dan Dua Anak Tewas Tertimbun Longsor di Trenggalek

Uwrite.id - Hujan deras yang mengguyur lereng-lereng Trenggalek pada Sabtu malam (1/11/25) berubah menjadi mimpi buruk. Di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, tanah perbukitan setinggi 25 meter runtuh dengan suara gemuruh, menelan habis sebuah rumah yang di dalamnya tengah berisi satu keluarga yang sedang beristirahat.
Malam itu, sekitar pukul 21.00 WIB, suara deras hujan bersahut-sahutan dengan gelegar petir. Tak ada yang menyangka bahwa hanya dalam hitungan menit, rumah sederhana milik Sarip (60) dan Welas (53) akan hancur lebur ditimpa longsoran tanah. Bersama mereka, dua anak mereka — Fajar Puji Wibowo (19) dan Dewi (17) — tertimbun di antara reruntuhan. Hanya satu yang selamat, Wijianto (30), anak sulung yang malam itu kebetulan berada di bilik belakang rumah.
“Kami mendengar suara gemuruh besar, seperti batu besar digulingkan dari gunung. Setelah itu semua gelap... tanah turun menimbun rumah mereka,” tutur salah satu warga dengan mata berkaca-kaca.
Begitu kabar itu sampai ke posko BPBD Trenggalek, tim gabungan langsung dikerahkan. Dengan peralatan seadanya, mereka menembus hujan dan lumpur, menyisir puing-puing rumah yang kini hanya tersisa tumpukan kayu dan tanah basah.
Pukul 22.30 WIB, tiga korban pertama berhasil ditemukan. Dua sudah tak bernyawa, sementara satu lainnya — Wijianto — berhasil selamat meski tubuhnya dipenuhi luka-luka. Evakuasi harus dihentikan dini hari karena tanah di sekitar lokasi terus bergerak, membuat area pencarian sangat berbahaya.
Budiman Sudjatmiko Gerakkan BP Taskin: Dari Bantuan Sosial Menuju Pembangunan Sosial
Pagi harinya, Minggu (2/11/25), operasi kembali dilanjutkan. Dengan penuh kehati-hatian, tim SAR menggali material setebal satu setengah meter di ruang tamu rumah Sarip. Sekitar pukul 08.40 WIB, jasad Dewi ditemukan dalam pelukan ibunya. Satu jam kemudian, korban terakhir Fajar ditemukan di antara tumpukan tanah yang sudah mengeras.
“Dengan ditemukannya korban terakhir, operasi pencarian dinyatakan selesai. Lima korban tertimbun, empat meninggal dunia, satu selamat,” kata Kepala BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, menahan suara bergetar.
Tragedi di Wonogiri: Warga Tewas Terjatuh ke Sumur di Rumah Sendiri
Kini, suasana duka menyelimuti Desa Depok. Isak tangis keluarga dan warga terdengar di setiap sudut kampung. Di tengah sisa lumpur dan reruntuhan, aroma tanah basah bercampur dengan kesedihan mendalam.
BPBD dan pemerintah daerah mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Hujan yang terus mengguyur wilayah Trenggalek beberapa hari terakhir telah meningkatkan risiko longsor di sejumlah titik rawan, terutama di daerah perbukitan.
Musibah ini menjadi pengingat betapa rapuhnya hidup di hadapan alam. Dalam sekejap, hujan yang seharusnya membawa kesuburan justru menjadi bencana yang merenggut empat nyawa dalam satu keluarga — di saat mereka tengah terlelap, dalam kehangatan rumah yang kini tinggal kenangan.

Tulis Komentar