Budiman Sudjatmiko: Pemerintah Siapkan Langkah Terukur Wujudkan Nol Kemiskinan Ekstrem 2026

Uwrite.id - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam upaya menghapus kemiskinan ekstrem di Indonesia pada tahun 2026. Hal ini disampaikan secara langsung dalam program Closing Bell CNBC Indonesia, yang ditayangkan pada Kamis, (15/1/26).
Mengutip pernyataan Budiman dalam tayangan tersebut, ia menyampaikan bahwa strategi pengentasan kemiskinan ekstrem bukan semata janji politik, tetapi langkah konkret yang terencana dan terukur dari pemerintah bersama berbagai pihak terkait.
“Target 0% kemiskinan ekstrem di 2026 adalah amanah yang kita jalankan dengan merencanakan kebijakan yang tepat dan aksi koordinatif yang bersinergi antar instansi,” ujar Budiman Sudjatmiko.
Budiman Sudjatmiko Gerakkan BP Taskin: Dari Bantuan Sosial Menuju Pembangunan Sosial
Budiman menekankan bahwa pengentasan kemiskinan ekstrem bukan sekadar target angka, tetapi mencerminkan tekad pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok Tanah Air. Menurutnya, fokus utama adalah bagaimana setiap kebijakan dapat membuat perubahan nyata di tingkat rumah tangga, terutama kelompok masyarakat yang paling rentan.
Arah Kebijakan dan Sinergi Program
Dalam penjelasan yang lebih luas, Budiman menegaskan bahwa dukungan lintas kementerian/lembaga dan program pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi pilar utama dalam mencapai target tersebut. Ini mencakup koordinasi kebijakan perlindungan sosial, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan efektivitas program ekonomi masyarakat.
Budiman Sudjatmiko Cerita Tiga Kali Ditawari Menteri Desa oleh Jokowi, tapi Selalu Gagal
Program-program yang digalakkan BP Taskin memadukan bantuan langsung, pemberdayaan ekonomi, serta dukungan terhadap produksi lokal, sehingga dapat menciptakan siklus ekonomi yang lebih sehat dan inklusif di daerah-daerah dengan tingkat kemiskinan ekstrem tinggi.
Target Nasional: Dari Statistik ke Kehidupan Nyata
Sebelumnya, pemerintah melalui berbagai kanal juga telah mencatat tren penurunan angka kemiskinan ekstrem dalam beberapa tahun terakhir. Data resmi menunjukkan bahwa angka kemiskinan ekstrem menurun secara signifikan dari periode ke periode, yang menjadi dasar optimisme pemerintah dalam menuntaskan target tersebut secara penuh pada 2026.
Budiman menyatakan bahwa target 0% ini bukan sekadar target angka, tetapi merupakan wujud dari komitmen nyata Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan seluruh warga Indonesia dapat merasakan kesejahteraan dan kesempatan yang setara.
“Kami ingin seluruh warga Indonesia maju dan sejahtera tanpa ada yang tertinggal di garis kemiskinan ekstrem. Ini bukan sekadar angka, tapi cita-cita yang harus kita capai bersama,” tambah Budiman dalam siaran tersebut.
Pernyataan dan strategi yang diungkapkan oleh Budiman Sudjatmiko pada Closing Bell CNBC Indonesia pada Kamis, 15 Januari 2026 menunjukkan langkah positif pemerintah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem di Tanah Air. Dengan dukungan lintas sektor dan implementasi program yang terintegrasi, target 0% kemiskinan ekstrem pada 2026 menjadi fokus utama dalam agenda kesejahteraan nasional yang dilaksanakan secara nyata.

Tulis Komentar