Xi Jinping ke Trump: China dan Amerika Serikat Harus Jadi Mitra di Tengah Gejolak Dunia

Asia | 15 May 2026 | 09:37 WIB
Xi Jinping ke Trump: China dan Amerika Serikat Harus Jadi Mitra di Tengah Gejolak Dunia
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berdiri bersama Presiden China Xi Jinping di kawasan Temple of Heaven, Beijing, Kamis (14/5/26). (Dok. AP/Mark Schiefelbein).

Uwrite.id - Presiden China Xi Jinping menegaskan pentingnya hubungan kerja sama antara China dan Amerika Serikat saat menerima kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Great Hall of the People, Beijing, Kamis (14/5/26). Dalam pertemuan bilateral yang menjadi sorotan dunia tersebut, Xi menyampaikan pesan kuat bahwa dua negara dengan kekuatan ekonomi terbesar dunia itu harus menjadi mitra strategis, bukan rival.

Kunjungan Trump ke Beijing yang berlangsung pada 13–15 Mei 2026 tercatat sebagai lawatan pertama presiden Amerika Serikat ke China dalam hampir sembilan tahun terakhir. Pertemuan kedua pemimpin negara berlangsung di tengah situasi global yang dipenuhi ketidakpastian ekonomi, ketegangan geopolitik, serta persaingan pengaruh antara Washington dan Beijing.

Dalam pidato pembukaan pertemuan resmi, Xi Jinping menegaskan bahwa kerja sama merupakan pilihan terbaik bagi kedua negara. Ia mengingatkan bahwa konfrontasi hanya akan membawa kerugian tidak hanya bagi China dan Amerika Serikat, tetapi juga terhadap stabilitas dunia secara keseluruhan.

“China dan AS sama-sama akan memperoleh keuntungan dari kerja sama dan mengalami kerugian dari konfrontasi,” kata Xi di hadapan delegasi kedua negara.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Beijing ingin menjaga hubungan tetap stabil meski selama beberapa tahun terakhir hubungan kedua negara kerap diwarnai perang dagang, rivalitas teknologi, hingga ketegangan di kawasan Indo-Pasifik.

Xi juga menekankan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi perubahan besar yang belum pernah terjadi dalam satu abad terakhir. Menurutnya, kondisi internasional semakin dinamis, kompleks, dan penuh gejolak sehingga membutuhkan peran aktif negara-negara besar untuk menjaga keseimbangan global.

“Kita harus saling membantu untuk berhasil, makmur bersama, dan menemukan cara yang tepat bagi negara-negara besar untuk hidup berdampingan di era baru,” ujar Xi.

Baca Juga: Siklus 30 Tahunan: Mengapa Dunia Selalu Jatuh dalam Krisis yang Sama?

Dalam kesempatan itu, Xi menyampaikan bahwa dirinya selalu percaya China dan Amerika Serikat memiliki lebih banyak kepentingan bersama dibandingkan perbedaan. Ia menilai keberhasilan salah satu negara seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman, melainkan peluang untuk menciptakan pertumbuhan dan kemajuan bersama.

Xi bahkan menyebut hubungan bilateral Beijing-Washington sebagai salah satu faktor paling menentukan bagi masa depan dunia. Menurutnya, kedua negara memiliki tanggung jawab historis untuk menjawab tantangan global, mulai dari stabilitas ekonomi internasional, perubahan iklim, keamanan energi, hingga konflik geopolitik yang terus berkembang.

“China dan AS menghadapi pertanyaan penting bagi sejarah, dunia, dan rakyat kedua negara, yakni apakah kita mampu menciptakan paradigma baru hubungan antarnegara besar,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa hubungan yang stabil antara Beijing dan Washington akan memberikan dampak besar terhadap perdamaian dunia dan pemulihan ekonomi global. Xi juga mengingatkan bahwa dunia saat ini berada di “persimpangan jalan baru” yang membutuhkan kebijakan bijak dari para pemimpin negara besar.

Baca Juga: Krisis! 10 Juta Warga Kuba Mengalami Gelap Gulita Akibat Runtuhnya Jaringan Listrik Nasional

Kunjungan Donald Trump ke China sendiri menjadi perhatian internasional karena berlangsung di tengah upaya kedua negara memperbaiki komunikasi tingkat tinggi yang sempat mengalami ketegangan dalam beberapa tahun terakhir. Selain agenda diplomatik, pertemuan tersebut juga membahas isu perdagangan, investasi, keamanan regional, serta kerja sama teknologi dan energi.

Trump dan Xi dijadwalkan menghadiri sejumlah agenda bersama, termasuk jamuan makan siang resmi dan kunjungan budaya di Beijing sebelum presiden AS itu mengakhiri lawatannya. Kehadiran Trump di China juga dinilai sebagai upaya membuka babak baru hubungan bilateral yang lebih pragmatis dan stabil.

Sejumlah pengamat internasional menilai pertemuan Xi dan Trump memiliki arti strategis bagi perekonomian global. Pasalnya, hubungan kedua negara selama ini sangat mempengaruhi pasar keuangan dunia, rantai pasok internasional, hingga stabilitas perdagangan global.

Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi dunia, perang teknologi, dan ketidakpastian geopolitik, pertemuan kedua pemimpin tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana yang lebih kondusif bagi hubungan internasional.

Meski demikian, sejumlah isu sensitif masih menjadi tantangan besar dalam hubungan China dan Amerika Serikat, termasuk masalah Taiwan, persaingan teknologi kecerdasan buatan, kebijakan perdagangan, hingga pengaruh militer di kawasan Asia-Pasifik.

Namun melalui pertemuan di Beijing ini, Xi Jinping menegaskan bahwa komunikasi dan kerja sama tetap menjadi jalan terbaik untuk menghindari konflik terbuka antara dua negara adidaya tersebut.

Pertemuan Xi dan Trump pun dipandang sebagai momentum penting dalam menentukan arah baru hubungan China-Amerika Serikat di tengah perubahan besar tatanan geopolitik dunia abad ke-21.

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar