Wapres Gibran Mengajak Masyarakat Perkuat Persatuan Jelang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri

Peristiwa | 15 Mar 2026 | 18:11 WIB
Wapres Gibran Mengajak Masyarakat Perkuat Persatuan Jelang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam pernyataannya yang diunggah oleh Saluran Youtube Wakil Presiden pada hari Minggu (15 Maret 2026). (Saluran Youtube Wakil Presiden)

Uwrite.id - Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memperkuat persatuan dan menjaga kerukunan menjelang perayaan dua hari besar keagamaan yang waktunya berdekatan tahun ini, yakni Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Ajakan tersebut disampaikan Gibran melalui pernyataan yang diunggah di kanal resmi Wakil Presiden pada Minggu (15/3/2026). Dalam pesannya, ia menekankan bahwa momentum hari raya tidak hanya memiliki makna spiritual bagi umat beragama, tetapi juga menjadi kesempatan penting untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

“Saya berharap perayaan Nyepi dan Idulfitri tahun ini menjadi momentum penting bagi kita semua untuk memperkuat solidaritas dan persatuan sebagai bangsa Indonesia,” ujar Gibran.

Menurutnya, Indonesia dikenal sebagai negara dengan keberagaman agama, budaya, dan suku yang sangat kaya. Oleh karena itu, setiap perayaan keagamaan harus dimaknai sebagai ruang untuk saling menghormati dan mempererat hubungan antarwarga.

Petani Wonogiri Dapat Alsintan Rp5 Miliar dari Program Pemerintahan Prabowo–Gibran

Gibran juga menyampaikan ucapan selamat kepada umat Hindu yang akan merayakan Hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Saka 1948. Ia berharap perayaan Nyepi yang identik dengan refleksi diri, keheningan, dan penyucian batin dapat membawa kedamaian serta kebijaksanaan bagi masyarakat.

“Hari Raya Nyepi adalah momen penting untuk melakukan introspeksi diri, menenangkan pikiran, serta memperkuat nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan sehari-hari,” kata dia.

Di sisi lain, Wakil Presiden juga menyampaikan ucapan selamat kepada umat Muslim yang akan merayakan Idulfitri setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan. Ia berharap Idulfitri dapat menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, saling memaafkan, serta mempererat hubungan antar sesama warga negara.

“Semoga Idulfitri membawa keberkahan, kedamaian, dan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Gibran Dorong Santri Kuasai Teknologi Masa Depan: Dari Blockchain, AI, hingga Bioteknologi

Menurut Gibran, tahun ini memiliki makna tersendiri karena beberapa hari besar keagamaan terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan. Ia mencontohkan perayaan Tahun Baru Imlek yang sebelumnya berdekatan dengan bulan Ramadan, serta Nyepi yang jatuh pada 19 Maret dan berada dalam periode yang hampir bersamaan dengan perayaan Idulfitri pada akhir Maret.

Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan betapa kuatnya keberagaman yang dimiliki Indonesia. Ia menilai harmoni antarumat beragama merupakan kekuatan besar bangsa yang harus terus dijaga.

“Keberagaman bukan sesuatu yang diperdebatkan, tetapi justru kekuatan bangsa yang memungkinkan kita hidup berdampingan secara harmonis,” kata Gibran.

Selain menekankan pentingnya persatuan, pemerintah juga menyiapkan sejumlah kebijakan untuk mendukung mobilitas masyarakat menjelang periode libur panjang yang bertepatan dengan berbagai perayaan tersebut.

Salah satu kebijakan yang disiapkan adalah program stimulus ekonomi yang mencakup diskon transportasi bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan. Pemerintah memberikan potongan harga tiket kereta api dan kapal hingga sekitar 30 persen, serta diskon tiket pesawat kelas ekonomi sekitar 17–18 persen.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang ingin melakukan perjalanan, termasuk tradisi mudik, sekaligus mendorong pergerakan ekonomi di berbagai daerah.

Pemerintah juga menerapkan kebijakan work from anywhere (WFA) bagi sejumlah aparatur sipil negara pada 16–17 Maret serta 25–27 Maret 2026. Langkah ini diambil untuk mengurai kepadatan arus perjalanan serta memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dalam mengatur mobilitas selama periode libur.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan kepada lebih dari 35 juta keluarga penerima manfaat. Bantuan tersebut berupa 10 kilogram beras dan dua liter minyak goreng yang diberikan selama dua bulan guna membantu menjaga daya beli masyarakat menjelang hari raya.

Gibran menegaskan bahwa berbagai kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat dapat merayakan hari besar keagamaan dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat toleransi, gotong royong, serta saling menghormati antarumat beragama sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Dengan semangat persatuan dan kebersamaan, saya yakin kita dapat terus menjaga harmoni serta membangun Indonesia yang lebih kuat,” kata Gibran.

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar