Wapres Gibran Dorong Santri Pondok Tremas Kuasai Teknologi AI dan Robotik di Era Digital

Peristiwa | 30 Apr 2026 | 10:21 WIB
Wapres Gibran Dorong Santri Pondok Tremas Kuasai Teknologi AI dan Robotik di Era Digital
Wapres Gibran Dorong Santri Santri Pondok Tremas Kuasai Kuasai Teknologi AI dan Robotik di Era Digital

Uwrite.id - Komitmen pemerintah dalam mendorong transformasi digital hingga ke lingkungan pesantren kembali ditegaskan oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, saat melakukan kunjungan kerja ke Pondok Tremas, Kamis (30/4/26). Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi modern.

Sejak pagi hari, ribuan santri telah memadati area pondok untuk menyambut kedatangan orang nomor dua di Indonesia tersebut. Suasana penuh antusiasme terlihat jelas, diiringi tradisi khas pesantren berupa salaman dan penghormatan kepada tamu. Kehangatan interaksi antara Wapres dan para santri mencerminkan kedekatan emosional sekaligus harapan besar terhadap masa depan generasi muda pesantren.

Dalam agenda utama kunjungannya, Wapres meninjau langsung stan pengembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan robotik yang telah mulai diperkenalkan di lingkungan Pondok Tremas. Ia mengapresiasi langkah progresif pesantren dalam menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi utama pendidikan.

“Pesantren hari ini harus mampu menjadi bagian dari ekosistem kemajuan. AI dan robotik bukan hanya milik industri besar, tetapi juga harus bisa diakses dan dimanfaatkan oleh para santri,” ujar Gibran dalam dialog terbuka bersama para santri.

Baca Juga: Gibran Minta Maaf ke Jusuf Kalla, Tegaskan Usulan Kenaikan BBM Tak Sejalan Arahan Presiden Prabowo

Ia menegaskan bahwa penguasaan teknologi merupakan kunci penting untuk menghadapi tantangan global di masa depan. Santri tidak hanya dituntut memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga harus memiliki keterampilan digital yang mumpuni agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Menurut Wapres, Artificial Intelligence memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Mulai dari membantu riset, mempercepat pemahaman materi, hingga membuka peluang inovasi di berbagai bidang. Namun demikian, ia juga mengingatkan agar teknologi digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.

“Gunakan AI untuk hal-hal yang produktif dan bermanfaat. Jadikan teknologi sebagai alat untuk berkarya, bukan sekadar konsumsi,” pesannya.

Selain memberikan motivasi kepada para santri, Wapres juga menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kualitas tenaga pendidik. Ia menekankan bahwa guru memiliki peran strategis dalam memastikan proses transformasi digital berjalan optimal.

Baca Juga: Gibran Dorong Santri Kuasai Teknologi Masa Depan: Dari Blockchain, AI, hingga Bioteknologi

Menurutnya, para pengajar harus terus meng-upgrade kemampuan, terutama dalam penguasaan teknologi digital. Bahkan, ia menegaskan bahwa idealnya guru harus lebih dulu memahami AI dibandingkan para muridnya, agar dapat memberikan arahan yang tepat dan menjaga kualitas pendidikan.

Kunjungan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Gubernur Jawa Timur serta Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan adanya sinergi lintas sektor dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul berbasis teknologi.

Tak hanya berfokus pada aspek teknologi, kunjungan Wapres juga sarat dengan nilai silaturahmi. Sebelum melanjutkan agenda berikutnya, Gibran menyempatkan diri untuk berziarah dan bersilaturahmi ke kediaman almarhum KH Habib Dimyathi, tokoh kharismatik yang memiliki peran besar dalam perkembangan Pondok Tremas.

Momentum ini semakin memperkuat pesan bahwa modernisasi tidak harus menghilangkan akar tradisi. Justru, perpaduan antara nilai-nilai keagamaan dan kemajuan teknologi dapat menjadi kekuatan utama dalam membangun peradaban yang berkelanjutan.

Kunjungan kerja ini pun menjadi simbol nyata bahwa pemerintah terus mendorong inklusivitas dalam pembangunan, termasuk memastikan bahwa pesantren tidak tertinggal dalam arus digitalisasi. Pondok Tremas menjadi contoh bagaimana lembaga pendidikan berbasis tradisi mampu bertransformasi menjadi pusat inovasi yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, para santri diharapkan mampu menjadi generasi unggul yang tidak hanya berakhlak mulia, tetapi juga cerdas secara teknologi. Ke depan, mereka diharapkan dapat berkontribusi aktif dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi digital, hingga pengembangan teknologi nasional.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar dalam menyiapkan Indonesia menghadapi era revolusi industri berbasis teknologi. Pesantren, sebagai salah satu pilar pendidikan bangsa, kini semakin menunjukkan perannya sebagai motor penggerak perubahan menuju masa depan yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing global.

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar