Usai Pamit ke Presiden Prabowo, Nanik S. Deyang Mundur dari BGN, Ini Susunan Pejabat Baru Penguat MBG

Uwrite.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan tersebut diambil setelah Nanik menyampaikan permohonan izin langsung kepada Presiden Prabowo Subianto untuk fokus menjalani pengobatan terkait kondisi kesehatannya.
Pengunduran diri Nanik menjadi perhatian publik karena terjadi di tengah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah program prioritas pemerintah yang memiliki skala nasional dan menyasar jutaan penerima manfaat, khususnya anak sekolah, ibu hamil, serta kelompok masyarakat yang membutuhkan peningkatan asupan gizi.
BGN sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program tersebut memiliki peran penting dalam memastikan seluruh proses berjalan baik, mulai dari penyusunan kebijakan, penyediaan bahan makanan, pengelolaan dapur pelayanan gizi, distribusi makanan, hingga pengawasan kualitas dan keamanan pangan.
Nanik menyampaikan bahwa keputusan untuk mundur bukan karena adanya persoalan internal di dalam BGN maupun masalah lain yang berkaitan dengan tugasnya sebagai kepala badan. Ia menegaskan bahwa faktor kesehatan menjadi alasan utama dirinya mengambil keputusan tersebut.
Nanik mengungkapkan bahwa kondisi kesehatannya membutuhkan perhatian khusus sehingga dirinya harus menjalani proses pengobatan secara serius.
“Saya sudah menyampaikan kepada Bapak Presiden bahwa saya harus fokus untuk pengobatan. Kondisi kesehatan saya membutuhkan perhatian dan waktu untuk pemulihan,” ujar Nanik, Rabu (22/7/26).
Ia mengatakan keputusan tersebut telah melalui pertimbangan matang. Menurutnya, jabatan sebagai Kepala BGN merupakan amanah besar yang membutuhkan energi, konsentrasi, dan kesiapan penuh untuk mengawal program strategis pemerintah.
“Saya tidak ingin kondisi kesehatan saya mengganggu jalannya program besar yang sedang dibangun pemerintah. Karena itu saya memilih untuk fokus menjalani pengobatan,” katanya.
Baca Juga: Ekonom Nilai Anggapan Utang RI Naik karena Program MBG Merupakan Salah Kaprah Fiskal
Nanik juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin BGN. Ia berharap program MBG dapat terus berjalan dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Menurut Nanik, MBG bukan hanya sekedar program pemberian makanan, tetapi bagian dari investasi jangka panjang pemerintah dalam membangun kualitas generasi Indonesia.
“Program Makan Bergizi Gratis adalah program besar untuk masa depan bangsa. Saya tetap memberikan dukungan agar program ini berjalan sukses dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ungkapnya.
Meski tidak lagi menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik menegaskan dirinya tetap memiliki kepedulian terhadap keberhasilan program tersebut. Ia berharap seluruh jajaran BGN dapat melanjutkan tugas dengan baik dan menjaga kepercayaan masyarakat.
Baca Juga: Kepala SPPG Mengaku Ditekan oleh Yayasan Pengelola, Anggaran MBG Dipangkas Jadi Rp6.500
Pengunduran diri Nanik kemudian diikuti dengan langkah pemerintah melakukan penguatan struktur organisasi BGN. Presiden Prabowo melantik sejumlah pejabat tinggi madya baru yang dinilai memiliki pengalaman di bidang masing-masing untuk memperkuat tata kelola pelaksanaan MBG.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari memperkenalkan lima pejabat tinggi madya baru yang akan memperkuat berbagai sektor penting di lingkungan Badan Gizi Nasional.
Kelima pejabat tersebut memiliki latar belakang berbeda, mulai dari pengelolaan keuangan negara, kesehatan masyarakat, pengawasan, kerja sama kelembagaan, hingga bidang hukum.
Berikut susunan pejabat baru BGN:
- Dr. Lili Khamiliyah, S.E., M.Si. Jabatan: Sekretaris Utama BGN
Dr. Lili Khamiliyah dipercaya mengemban tugas sebagai Sekretaris Utama BGN. Sebelumnya ia menjabat sebagai Kepala Biro Umum dan Keuangan BGN.
Lili memiliki pengalaman panjang dalam bidang pengelolaan administrasi pemerintahan dan keuangan negara. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta V Kementerian Keuangan.
Dengan pengalaman tersebut, Lili diharapkan mampu memperkuat sistem perencanaan anggaran, administrasi organisasi, serta memastikan tata kelola keuangan BGN berjalan transparan dan akuntabel.
2. dr. Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea, M.K.M. Jabatan: Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola
dr. Prima Yosephine merupakan pejabat dengan latar belakang kuat di sektor kesehatan.
Sebelumnya ia menjabat sebagai Direktur Penyakit Menular di Kementerian Kesehatan. Ia merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara dan menyelesaikan pendidikan Magister Kesehatan Masyarakat di Universitas Indonesia.
Pengalamannya dalam bidang epidemiologi, kesehatan masyarakat, serta pengelolaan program kesehatan nasional menjadi modal penting dalam memperkuat sistem dan tata kelola MBG agar memenuhi standar kesehatan.
3. Zainuri, Ak. Jabatan: Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran
Zainuri dipercaya mengisi posisi yang berkaitan langsung dengan penyediaan dan distribusi dalam pelaksanaan program BGN.
Ia berasal dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Sebelumnya ia menjabat Kepala Biro Keuangan BPKP dan pernah menjadi Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Papua serta Papua Barat.
Dengan pengalaman dalam pengawasan keuangan dan akuntabilitas pemerintahan, Zainuri diharapkan dapat memastikan rantai penyediaan dan penyaluran program MBG berjalan efektif, tepat sasaran, serta bebas dari penyimpangan.
4. Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si. Jabatan: Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama
Mariman Darto memiliki pengalaman di bidang manajemen, komunikasi kelembagaan, promosi, dan kerja sama strategis.
Ia merupakan lulusan S3 Manajemen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), S2 FISIP Universitas Padjadjaran, dan S1 Ekonomi Universitas Islam Indonesia.
Tugasnya diharapkan mampu memperkuat hubungan BGN dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan mitra strategis lainnya.
5. Dr. Ketut Sumedana, S.H., M.H. Jabatan: Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan
Ketut Sumedana merupakan mantan pejabat Kejaksaan Agung yang memiliki pengalaman panjang dalam bidang hukum dan pengawasan.
Ia pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Bali serta Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung.
Dengan pengalaman lebih dari 28 tahun di dunia penegakan hukum, Ketut dipercaya memperkuat fungsi pengawasan internal BGN, memastikan seluruh pelaksanaan program berjalan sesuai aturan, transparan, dan memiliki mekanisme kontrol yang kuat.
Masuknya lima pejabat baru tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kelembagaan BGN. Tantangan yang dihadapi BGN tidak kecil karena MBG merupakan program besar dengan cakupan luas yang membutuhkan koordinasi lintas sektor.
Selain memastikan kualitas makanan, pemerintah juga dituntut menjaga efektivitas anggaran, memperkuat pengawasan distribusi, memastikan keamanan pangan, serta membangun sistem pelayanan yang mampu menjangkau masyarakat hingga daerah.
Dengan struktur baru yang diisi oleh para profesional dari berbagai bidang, pemerintah berharap BGN semakin siap menjalankan tugasnya.
Pergantian kepemimpinan setelah mundurnya Nanik S. Deyang menjadi momentum bagi BGN untuk memperkuat fondasi organisasi. Pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap menjadi prioritas dan terus dikawal agar memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Tulis Komentar