Sopir Travel Asal Wonogiri Ditemukan Meninggal di Toilet SPBU Sambong Batang

Uwrite.id - Seorang sopir travel ditemukan meninggal dunia di dalam toilet SPBU Sambong, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (17/3/2026) dini hari. Korban diketahui bernama Nanang Budiarto (43), warga Patuk Kidul, Baturetno, Kabupaten Wonogiri.
Korban merupakan sopir cadangan mobil Isuzu Elf bernomor polisi AD 1228 HG yang melayani rute Wonogiri–Jakarta. Peristiwa ini terjadi saat kendaraan travel tengah dalam perjalanan membawa penumpang menuju ibu kota.
Humas Polres Batang, Sri Widadi, menjelaskan pihak kepolisian menerima laporan kejadian tersebut pada Selasa dini hari.
“Kami menerima laporan Selasa dini hari tadi, pukul 00.15 WIB. Kapolsek Batang bersama anggota Reskrim dan piket SPK mendatangi lokasi kejadian,” kata Sri Widadi saat dihubungi, Selasa pagi.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa di area toilet SPBU. Posisi korban berada di dekat pintu belakang toilet.
“Sesampainya di lokasi, petugas menemukan korban sudah dalam keadaan tergeletak di depan pintu belakang toilet SPBU,” sambungnya.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kejadian bermula saat kendaraan travel yang dikemudikan korban berhenti di SPBU Sambong sekitar pukul 23.15 WIB, Senin (16/3/2026). Korban kemudian turun dari kendaraan dan masuk ke dalam toilet.
Ibu Tewas, Anak Luka-Luka Akibat Kecelakaan di Jalan Rusak dan Gelap di Tegalharjo Wonogiri
Namun, setelah ditunggu dalam waktu cukup lama, korban tidak kunjung kembali ke kendaraan. Hal tersebut menimbulkan kecurigaan bagi penjaga toilet setempat.
“Namun setelah ditunggu cukup lama, korban tidak juga keluar. Penjaga toilet yang curiga kemudian mengecek ke dalam dan mendapati korban sudah terjatuh dalam posisi tertelungkup di dekat pintu belakang toilet,” ungkap Sri Widadi.
Mengetahui kondisi tersebut, penjaga toilet segera membangunkan awak travel serta penumpang lainnya untuk memastikan kondisi korban. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke layanan darurat 110 Polres Batang.
Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal. Selain mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap para saksi yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
UMKM Masih Kembang Kempis, Pemkab Wonogiri Malah Siapkan Pajak 10%
Tim medis dari Pos Terpadu Alun-alun Batang juga turut diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap korban.
“Dari pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar Sri Widadi.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak adanya indikasi tindak kekerasan. Pada tubuh korban hanya ditemukan lebam mayat di bagian mata dan mulut yang diduga merupakan proses alami setelah meninggal dunia.
Jenazah korban selanjutnya dibawa ke rumah sakit di Batang untuk penanganan lebih lanjut serta memastikan penyebab kematian secara medis.
Lebih lanjut, dari keterangan rekan korban yang juga bekerja sebagai sopir travel, diketahui bahwa korban memiliki riwayat keluhan kesehatan, khususnya tekanan darah tinggi.
“Dari keterangan rekan korban yang juga sopir travel, korban diketahui sering mengeluhkan tekanan darah tinggi. Di dalam mobil korban juga ditemukan obat Simvastatin yang merupakan obat penurun kolesterol,” pungkas Sri Widadi.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman guna memastikan penyebab pasti kematian korban. Meski demikian, dugaan sementara mengarah pada faktor kesehatan yang dialami korban saat menjalankan pekerjaannya sebagai sopir travel.

Tulis Komentar