Sinkhole Tak Mampu Tampung Air, Lima Rumah Warga di Pracimantoro Kebanjiran

Uwrite.id - Hujan lebat yang mengguyur Desa Glinggang, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri pada Rabu (15/4/26) menyebabkan banjir di sejumlah titik permukiman. Sedikitnya lima rumah warga di Dusun Genjahan terdampak genangan air yang hingga kini belum sepenuhnya surut.
Peristiwa ini dipicu oleh meluapnya lubang resapan alami atau sinkhole yang tidak mampu menampung tingginya debit air hujan. Air yang semestinya terserap ke dalam tanah justru meluber ke area permukiman warga.
Damar, salah satu warga setempat, menyampaikan bahwa kondisi genangan masih berlangsung. “Air masih masuk ke rumah warga. Ada lima rumah yang terdampak,” ujarnya.
Baca Juga: Warga Pracimantoro Wonogiri Tolak Pendirian Pabrik Semen, Khawatirkan Kerusakan Lingkungan Gunung Sewu
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya peran sistem resapan alami di kawasan karst seperti Pracimantoro. Lubang resapan atau sinkhole merupakan bagian dari mekanisme alam yang berfungsi menyerap air hujan ke dalam tanah, menjaga keseimbangan hidrologi, serta mengurangi potensi limpasan di permukaan.
Namun, ketika kapasitas resapan terganggu—baik akibat sedimentasi, penyumbatan, maupun faktor lingkungan lainnya—fungsi tersebut tidak dapat berjalan optimal. Dampaknya, air hujan tidak terserap dengan baik dan berpotensi memicu genangan, bahkan di wilayah yang selama ini dikenal memiliki sistem drainase alami yang baik.
Di sisi lain, kondisi ini juga membuka ruang untuk memperkuat upaya pelestarian lingkungan, khususnya dalam menjaga fungsi kawasan karst sebagai penyangga air alami. Perawatan berkala, seperti pembersihan dan normalisasi lubang resapan, menjadi langkah penting yang dapat dilakukan sebagai solusi jangka pendek.
Warga berharap adanya perhatian dan penanganan berkelanjutan dari pemerintah, tidak hanya dalam bentuk respons jangka pendek, tetapi juga langkah preventif yang berfokus pada pelestarian sistem alami. Dengan menjaga keseimbangan lingkungan, diharapkan kawasan ini tetap mampu menjalankan fungsi alaminya sebagai penyangga air sekaligus pelindung dari potensi bencana.

Tulis Komentar