Rekor Baru! Jateng Jadi Provinsi Paling Cepat Kembangkan Koperasi Modern

Peristiwa | 14 Apr 2026 | 17:09 WIB
Rekor Baru! Jateng Jadi Provinsi Paling Cepat Kembangkan Koperasi Modern
Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menghadiri pengukuhan Pimpinan Dekopinwil Jawa Tengah di Wisma Perdamaian, Semarang, Selasa (14/4/26).

Uwrite.id - Provinsi Jawa Tengah kembali menunjukkan kiprahnya sebagai daerah yang progresif dalam pengembangan koperasi. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menyebut Jawa Tengah sebagai provinsi paling cepat dalam pembentukan koperasi berbadan hukum, khususnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Pernyataan tersebut disampaikan Ferry saat menghadiri Pengukuhan Pimpinan Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Tengah serta Rapat Kerja Wilayah 2026 di Wisma Perdamaian, Semarang, Selasa (14/4/26).

“Jawa Tengah merupakan provinsi yang paling cepat dalam hal memiliki koperasi berbadan hukum,” ungkap Ferry.

Menurutnya, penguatan koperasi di Jawa Tengah kini tidak lagi sebatas pada aspek kelembagaan, tetapi telah diarahkan menjadi motor penggerak ekonomi rakyat serta pengungkit sektor UMKM. Ia menegaskan, gerakan koperasi di daerah harus selaras dengan kebijakan pemerintah pusat untuk menghidupkan kembali koperasi sebagai badan usaha yang aktif, produktif, dan berdampak nyata.

“Amanah ini tidak ringan. Dekopin harus satu napas dengan Kementerian Koperasi,” ujarnya.

Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan, Pemprov Jateng Hadirkan Layanan Kesehatan Ternak Gratis

Ferry juga menyoroti pentingnya langkah lanjutan setelah legalitas koperasi terbentuk. Ia menekankan bahwa koperasi harus segera masuk ke tahap operasional dan membangun kolaborasi usaha yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Salah satu strategi yang didorong adalah penguatan UMKM lokal melalui koperasi, mulai dari proses kurasi, inkubasi, hingga pembiayaan. Dengan demikian, produk UMKM dapat diprioritaskan masuk ke gerai-gerai KDKMP.

“UMKM lokal kita bantu, kita kurasi, kita inkubasi, lalu kita biayai. Supaya produknya bisa diprioritaskan di gerai KDKMP,” jelasnya.

Baca Juga: Pemprov Jateng Jadi Pelopor, Presiden Prabowo Puji Pembelian Bus Listrik Produksi Dalam Negeri

Selain itu, koperasi juga didorong untuk terlibat dalam sektor produksi kebutuhan harian seperti sabun, sampo, hingga pangan olahan. Langkah ini diyakini mampu menghidupkan industri kecil di daerah sekaligus memperkuat ekonomi berbasis komunitas.

“Kalau kita produksi sendiri, efek ekonominya akan jauh lebih luas,” tambah Ferry.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menekankan pentingnya peran nyata kepengurusan baru Dekopinwil dalam mendorong perubahan. Ia menilai koperasi harus menjadi simpul penguatan ekonomi kerakyatan, bukan sekadar formalitas organisasi.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Hartini resmi dikukuhkan sebagai pimpinan Dekopinwil Jawa Tengah.

“Pengurus sudah terbentuk, tapi itu saja tidak cukup. Harus mampu memberi warna baru bagi koperasi sebagai cikal bakal kemakmuran masyarakat,” tegas Luthfi.

Ia menyebutkan, koperasi memiliki peran strategis dalam mendampingi sekitar 4,2 juta pelaku usaha mikro di Jawa Tengah agar dapat naik kelas menjadi usaha kecil hingga menengah.

“UMKM mikro harus naik kelas menjadi kecil, lalu menengah. Di sinilah koperasi harus hadir,” katanya.

Lebih lanjut, Luthfi menegaskan bahwa koperasi harus inklusif dan mampu menjawab persoalan riil masyarakat, termasuk menjadi solusi terhadap maraknya pinjaman online dan praktik rentenir.

“Tidak ada lagi masyarakat terjerat rentenir atau pinjol, karena koperasinya hidup,” ujarnya.

Baca Juga: Ahmad Luthfi Ajak Semua Elemen Bersatu Bangun Jawa Tengah dengan Semangat Gotong Royong

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, saat ini terdapat 19.022 koperasi aktif dengan lebih dari 6,8 juta anggota. Total aset koperasi mencapai Rp60,13 triliun, dengan volume usaha Rp43,78 triliun serta imbal hasil kepada anggota sebesar Rp1,16 triliun.

Penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga terus menunjukkan perkembangan signifikan. Dari total 8.523 unit, sebanyak 6.271 koperasi telah beroperasi dan 1.466 di antaranya memiliki gerai fisik. Secara keseluruhan, sekitar 75,8 persen KDKMP telah berjalan.

Percepatan pembentukan badan hukum dilakukan agar koperasi desa/kelurahan dapat segera bergerak sebagai pusat distribusi logistik sekaligus lumbung pangan lokal yang menopang ekonomi desa.

“Ini bagian penting dari penguatan ekonomi desa. KDKMP harus memberi warna nyata di masyarakat,” kata Luthfi.

Ke depan, Dekopinwil Jawa Tengah juga diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam transformasi sumber daya manusia, digitalisasi koperasi, penguatan jaringan usaha, hingga advokasi perlindungan koperasi.

“Jadikan koperasi sebagai gerakan bersama untuk membangun kesejahteraan dan keadilan,” tandasnya.

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar