Perayaan Harlah PKB ke-25, Muhaimin Iskandar Didorong Sebagai Capres Bukan Cawapres

Politik | 23 Jul 2023 | 18:20 WIB
Perayaan Harlah PKB ke-25, Muhaimin Iskandar Didorong Sebagai Capres Bukan Cawapres
Peserta Harlah PKB membentangkan poster di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Minggu (23/7/23).

Uwrite.id - Ketua DPP PKB yang juga menjabat sebagai Koordinator Media dan Publikasi Harlah 25 PKB, Ahmad Iman Sukri menyatakan partainya bakal menjadikan momentum perayaan hari lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-25 untuk mendorong Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai calon presiden atau Capres 2024.

"Momentum harlah ini dijadikan seluruh kader PKB untuk menyatukan tekad dan memperteguh niat memenangi pemilu dan menjadikan Gus Muhaimin Presiden 2024," ujar Iman, dikutip dari Tempo, Minggu (23/7/23).

Iman menjelaskan sampai saat ini kader PKB di seluruh Indonesia masih menginginkan Cak Imin maju sebagai capres. Hal tersebut, kata Iman, dibuktikan dengan banyaknya deklarasi dukungan kepada Cak Imin. "Tentu, permintaan ini harus kami wujudkan bersama-sama. Caranya dengan menjadikan PKB sebagai pemenang pemilu," kata dia.

Dalam harlah PKB ke-25 ini, Iman menyebut seluruh kader partai yang ada di Pulau Jawa dan luar Jawa bakal ikut merayakan. Iman mengatakan dengan doa kiai dan kerja para kader akan menjadi penentu mewujudkan Cak Imin sebagai capres 2024.

Baca Juga: Bukan Cawapres Prabowo, Muhaimin Iskandar Akan Diumumkan Sebagai Capres PKB

Sebelumnya, Ketua Fraksi PKB DPR RI, Cucun Syamsurijal dalam keterangannya juga telah menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengundang bakal calon presiden (capres) dalam acara hari lahir (harlah) PKB ke-25 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah (Jateng).

"Kami undang Pak Jokowi, dan beliau telah mengonfirmasi kehadirannya. Tapi memang tidak mengundang tokoh-tokoh yang mau nyapres. Kenapa? Ya karena capres dari PKB adalah Gus Muhaimin (Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB), dan tidak ada yang lain," ungkap Cucun Syamsurijal, Jumat (21/7/2023).

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar