Museum Perumusan Imam Bonjol 1, Situs Penuh Sejarah

Budaya | 13 Aug 2023 | 11:12 WIB
Museum Perumusan Imam Bonjol 1, Situs Penuh Sejarah
Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jl Imam Bonjol No 1

Uwrite.id - Museum Perumusan Naskah Proklamasi atau Munasprok merupakan salah satu saksi abadi sejarah perjuangan menegakkan eksistensi Republik Indonesia. Museum ini merupakan bangunan bersejarah di Jl Imam Bonjol No 1, Menteng, Jakarta Pusat, berdekatan dengan gedung Bappenas dan berdiri sejak 1927. 

Eksistensi bangunan ini berawal dari fungsi utamanya sebagai tempat berdiam resmi konsulat Kerajaan Inggris. 

Sebagaimana diketahui, di era kolonial Belanda dulu, banyak perwakilan negeri di Eropa memiliki konsulat di Hindia Belanda.

Pada momentum peringatan kemerdekaan di tahun ini, tidak ada salahnya jika kita mencoba mengenal lebih dalam, gedung yang kerap dijadikan tempat penyelenggaraan agenda-agenda monumental itu. Satu keunikan gedung ini ialah lingkungan dan bangunannya tidak disekat oleh pembatas pagar yang tinggi sehingga nampak menjadi satu kesatuan.

Arsitek bernama Johan Frederik Lodewijk Blankenberg adalah perancang utama bangunan bersejarah tersebut. Bangunan Munasprok sendiri dirancang memiliki wajah arsitektur berlanggam artdeco. Johan tidak cuma merancang Munasprok saja. Diketahui, Johan juga mendesain empat rumah tinggal besar di sekitar Taman Surapati antara lain, rumah Duta Besar USA, kediaman Dinas Gubernur DKI, dan kediaman Tuan Koch (sudah dibongkar). 

Dikutip dari laman web Museum Naskah Proklamasi, sejak tahun 1910, gedung tersebut menjadi salah satu situs yang berada di kawasan yang didesain oleh Hindia Belanda sebagai “kota taman” (garden city) tertua di Indonesia.

Sebagai satu wujud kota taman, pada mulanya di kawasan Menteng memiliki ruang-ruang luar yang luas.

Gedung Munasprok menyimpan kekhasan yang menonjol yaitu permainan garis-garis horisontal plus vertikal pada dinding, kolom bangunan dan balustrade dan penggunaan penutup berupa atap perisai bersudut curam (40º hingga 45º).

Bangunan-bangunan yang dibangun pada era kota taman ini terdiri dari bangunan rumah tinggal dan bangunan fasilitas penunjang seperti sekolah, kantor, gereja, toko, dan lainnya. 

Selain itu, gedung yang posisinya berada pada bidang seluas 3.914 m² tersebut, awal-awalnya cuma memiliki satu bangunan saja, yang dibangun 2 lantai dan mempunyai beberapa ruang. Ubin dilapisi teraso merah semi abu-abu. 

Di lantai bawah ruang jamuan dan ruang resepsi nyaris menyita seluruh lantai ini kecuali satu ruang studi, toilet dan (bekas) dapur. Apabila resepsi dihadiri banyak orang, ruang makan dapat digabungkan dengan teras luas di belakang rumah. Detail mengesankan terdapat pada unsur-unsur pendukung bangunan yakni bukaan angin, pengolahan dinding, railing tangga, jendela dan pintu. Walaupun villa besar ini dari luar terlihat sedemikian mewah, namun tidak mempunyai banyak kamar. 

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar