Kisah Inspiratif Shinta Nurfauzia Pendiri Mie Lemonilo, Sang Kreator Produk Sehat Bermutu

Kesehatan | 11 May 2024 | 18:46 WIB
Kisah Inspiratif Shinta Nurfauzia Pendiri Mie Lemonilo, Sang Kreator Produk Sehat Bermutu
Terkait keberaniannya untuk menjajal bisnis, Shinta membagikan pendapatnya. Dituturkan Shinta, pendidikan formal bukanlah sebuah tujuan akhir apalagi menjadi batas bagi seseorang dalam berkarya.

Uwrite.id - Siapa yang tidak akrab dengan produk Mie Lemonilo, sebuah nama produk sehat berbahan mie yang familiar di kalangan siapa saja saat ini. Mie Lemonilo bukan hanya dikenal karena rasa spesial yang bikin 'nagih', melainkan juga oleh karena kisah inspiratif pendiri di baliknya, yakni Shinta Nurfauzia.

Melalui spirit dan ambisi yang kuat untuk menghadirkan pilihan makanan yang lebih sehat bagi masyarakat, Shinta terus berkarya dan berinovasi hingga menjadikan Lemonilo lebih sukses.

Mie Lemonilo bukanlah mie instan biasa. Dibandingkan dengan mie instan konvensional yang banyak mengandung bahan tambahan kimia dan pengawet, Lemonilo menggunakan bahan-bahan alami yang lebih sehat tanpa meninggalkan cita rasa yang lezat. 

Hal ini tentu menjadi pilihan yang baik bagi mereka yang peduli akan kesehatan dan nutrisi untuk makanan sehari-harinya.

Baca Juga: DPRD Geram Terhadap Statement Kadinkes Lampung Selatan Terkait Stunting

Shinta Nurfauzia kini menjadi icon wanita di balik kesuksesan brand mie instan dalam kemasan yang menjadikan produk sehat sebagai fokus utama. 

Selain itu, Shinta Nurfauzia juga memiliki komitmen untuk menghasilkan produk yang ramah lingkungan. Kemasan produk Lemonilo dibuat dengan bahan-bahan yang dapat terurai secara alami, sehingga tidak meninggalkan jejak polusi yang merugikan lingkungan. Dengan demikian, konsumen tidak hanya mendapatkan makanan yang sehat, tetapi juga turut berkontribusi dalam melestarikan lingkungan.

Shinta Nurfauzia dikenal sebagai salah satu founder dan juga CEO dari Lemonilo. Lemonilo (PT Lemonilo Indonesia Sehat) merupakan perusahaan rintisan konsumen yang pertama muncul sebagai lokapasar dengan produk sehat, natural, dan harga terjangkau. Perseroan Terbatas yang bergerak di industri makanan ini telah berdiri sejak 1 Oktober 2016. 

Selain Shinta Nurfauzia, Johannes Ardiant dan Ronald Wijaya juga merupakan pendirinya. Berkantor pusat di Jakarta Barat, Lemonilo menyediakan sejumlah produk unggulan seperti mie instan, makanan ringan, bumbu dan kecap, minuman bubuk, serta hand sanitizer.

Baca Juga: Platinum Member Siti Nur Zulaeha Ungkap Khasiat yang Tidak Diragukan Lagi pada Produk Dynace, Rocenta dan Fiitmax

Di awal-awal mereka mulai berusaha untuk memasukkan produknya ke dalam supermarket, meskipun menghadapi penolakan awal.

Namun dalam perkembangannya, Lemonilo justru bertumbuh menjadi sorotan publik setelah kepercayaan konsumen semakin meningkat pesat. 

Tak hanya sukses menjual lebih dari 4.000 produk makanan alami dan sehat, Lemonilo pun sukses menerima kucuran dana dari Alpha JWC Ventures serta Unifam Capital di tahun 2018 lalu.

Kesuksesan Mie Lemonilo tidak hanya diraih melalui produk yang unggul, tetapi juga karena nilai-nilai yang diusung oleh Shinta Nurfauzia. Kejujuran, integritas, dan ketulusan dalam menghadirkan produk yang bermanfaat bagi banyak orang merupakan landasan utama dalam setiap langkah yang diambil oleh Shinta. 

Semua keputusan bisnis yang diambil selalu dipertimbangkan dengan baik, demi menghasilkan produk yang bermanfaat dan bertanggung jawab.

Mie Lemonilo hadir sebagai pelopor olahan mie instan sehat pertama di Indonesia. Brand Lemonilo lahir pada tahun 2016 yang awalnya menjual produk-produk makanan sehat lokal.

Namun, pada tahun 2017, Shinta Nurfauzia memutuskan untuk menciptakan produk sendiri dengan packaging sederhana yang sekarang kita kenal sebagai Mie Lemonilo.

Merujuk dari postingan Tiktok Shinta Nurfauzia, pada tanggal 7 September 2023, Shinta membagikan kisah inspiratif saat awal merintis Mie Lemonilo.

Shinta bercerita bahwa awal kemunculan Lemonilo didasarkan pada keresahannya terkait produk makanan sehat yang kebanyakan impor dan dengan harga yang mahal.

“Gak banyak yang tahu di tahun 2016 pas mulai Lemonilo, semua berawal dari ide simple bikin website jualan produk sehat lokal karena dulu barang supermarket yang sehat kok impor dan super mahal semua,” tulis Shinta.

Awal mulanya, Lemonilo menggunakan sistem Pre Order dengan promosi iklan yang sederhana. Namun, dengan mutu produk yang unggul, Mie Lemonilo mulai diterima oleh masyarakat dan menyebar dengan cepat lewat mulut ke mulut.

“Makanya enggak nyangka banget dari review mulut ke mulut kok bisa pas buka PO banyak pesanan,” tulis Shinta.

Setelah beberapa bulan dari peluncuran awal, Shinta Nurfauzia memperbaiki kemasan Mie Lemonilo menjadi lebih profesional.

Lemonilo kini telah bekerja sama dengan lebih dari 300 UKM yang tersebar di seluruh Indonesia. Di samping itu, Lemonilo pun sudah tersedia di 28 wilayah Indonesia dan masih terus berekspansi mengembangkan bisnisnya. 

Tak hanya ada di berbagai e-commerce, beragam produknya bisa didapatkan di minimarket, supermarket, serta melalui aplikasi mobile.

Shinta sebelumnya merupakan lulusan S1 Hukum Universitas Indonesia, tahun ajaran 2006-2010. Sebelum merintis bisnisnya bersama Lemonilo, ia sempat berkarir sebagai peneliti dan konsultan hukum selama beberapa tahun (2009-2014). Di masa itu, kecintaannya pada dunia bisnis juga dirambahnya melalui sejumlah usaha sampingan.

Setelah diterpa krisis paruh baya di usia yang ke-25, Shinta lantas melanjutkan studi S2 Business Law dengan beasiswa LPDP di Harvard Law School, Cambridge, Amerika Serikat. Tak disangka-sangka, di sanalah ia bertemu dengan dua orang teman yang belakangan menjadi rekan bisnisnya.

Awalnya, Shinta dan kedua rekannya merintis Konsula, sebuah startup yang bergerak di ranah kesehatan.

Itulah yang belakangan menjadi cikal bakal dari e-commerce makanan kesehatan. Memiliki kesamaan visi, misi, dan tujuan, Shinta bersama Johannes dan Ronald lantas merintis usaha mereka dengan nama Lemonilo. 

Bersama Lemonilo, Shinta dan kedua rekannya mengusung visi yang ingin menyehatkan bangsa Indonesia. Mereka berupaya dan bekerja keras membangun marketplace bagi rakyat yang ingin mencari produk makanan sehat, tentunya dengan harga ekonomis dan terjangkau.

Lemonilo sendiri memiliki alasan tersendiri mengapa mereka memilih mie instan sebagai produk makanan sehatnya. Mie instan dipilih lantaran produk ini bersifat kontroversi, rasanya enak, harga ekonomis, namun tak menyehatkan. Padahal, mie instan umumnya menjadi makanan utama dan juga disukai oleh banyak orang.

Selain itu, masyarakat kebanyakan cenderung menganut mindset makanan sehat pasti tak enak. Anggapan inilah yang berusaha dipatahkan oleh Shinta dan tim Lemonilo.

Belakangan, Shinta dan tim Lemonilo membuat iklan TV versi “mie hebat untuk keluarga sehat”. Tujuannya tak lain untuk menjadikan gaya hidup sehat sebagai sesuatu yang normal.

Klaim tersebut muncul karena keberadaan bahan-bahan sehat mie instan ini meliputi resources alami, mengandung nutrisi alami, zero lemak trans, serta lebih rendah gluten dan tanpa pengawet/pewarna/MSG tambahan. Dengan demikian, Lsmonilo praktis tidak berbahaya jika dikonsumsi pada saat diet sehat.

Selain itu, iklan tersebut juga dimaksudkan untuk menyampaikan bahwa healthy lifestyle dapat diakses oleh semua orang; bahwa makanan sehat pun memiliki cita rasa yang sedap. Produk mie instan Lemonilo diketahui lebih sehat dan aman untuk disantap setiap hari. 

Lemonilo ‘hanya’ sebuah perusahaan startup yang menawarkan suatu produk berbasis healthy food. Kendatipun demikian, pendapatannya termasuk lebih besar ketimbang para kompetitor lainnya. 

Diketahui, Lemonilo telah sukses mengumpulkan 72 juta Dollar AS (lebih dari Rp1 triliun) dalam pendanaan selama lima putaran. Pendanaan untuk Lemonilo terus naik di tahun 2021 dari round Seri C dan didanai oleh lima investor. 

Lemonilo memperoleh pendanaan Seri C dengan besaran nilai Rp516,2 miliar. Putaran ini dipimpin oleh Sofina Ventures SA dari Belgia, dengan dukungan dari beberapa investor lainnya, termasuk Sequoia Capital India.

Lemonilo telah melakukan banyak kegiatan branding serta marketing yang signifikan, dalam upayanya mempromosikan kampanye dan edukasi pola konsumsi pangan sehat, Mereka bekerja sama dengan sejumlah influencers untuk membuat video terkait pentingnya kesehatan.

Lemonilo juga mendorong beragam kegiatan sosial seperti challenge di sejumlah platform media sosial, serta berkolaborasi dengan partner yang target marketnya serupa. Sampel makanan gratis pun kerap dibagikan agar masyarakat bersedia mencoba produk sehat dan menerapkan healthy lifestyle di dalam keseharian mereka.

Dan baru-baru ini, Lemonilo telah menggandeng salah satu boyband Pop Korea Selatan untuk bekerja sama. Lemonizen—demikian sebutan untuk citizen yang berbelanja di Lemonilo, berhak memenangkan kesempatan untuk Online Fan Meeting dengan NCT DREAM. Dengan cara yaitu melalui pembelian mie instan Lemonilo sebanyak sepuluh pieces. 

Seluruh usahanya tersebut tak berakhir sia-sia. Terbukti, Lemonilo telah semakin banyak memperoleh pelanggan setia. Masyarakat pun menyambut hangat perubahan yang didatangkan Lemonilo untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan bahagia.

Mengusung slogan “Setiap langkah berarti”, Lemonilo mendukung proses inovasi bersama dalam membangun Indonesia yang lebih sehat. Melalui undangan terbuka, Lemonilo mengajak semua brand Indonesia lainnya untuk bersama-sama mengeluarkan beraneka produk yang lebih sehat. 

Di antaranya mencakup produk yang bebas dari bahan pengawet, pewarna, penguat rasa, dengan air rebusan jernih, ataupun inovasi kesehatan lainnya. Terlebih, Lemonilo percaya bahwa komitmen untuk menyehatkan warga masyarakat Indonesia tak bisa dilakukan sendirian.

Untuk itu, Lemonilo pun mengajak semua pihak agar turut mengambil peran, “Karena kesehatan Indonesia lebih penting dari sekadar kompetisi”, demikian seperti dikutip dari unggahan di akun Instagram resminya, @lemonilo.

Berdasarkan gagasannya, Shinta Nurfauzia, menganggap gaya hidup sehat yang sustainable (berkelanjutan) haruslah dikedepankan oleh bangsa Indonesia. Pasalnya, angka kematian yang diakibatkan oleh penyakit tak menular seperti hipertensi, jantung, dan diabetes masih terbilang tinggi. Dan yang menjadi penyebab dari sejumlah penyakit ini adalah gaya hidup yang tidak sehat.

Shinta bahkan harus sempat menelan pil pahit terkait hal ini, disebabkan beberapa anggota keluarganya tutup usia akibat terkena diabetes, termasuk kakek, nenek, paman, dan ibunya sendiri. Alhasil, Shinta pun secara pribadi merasa tertantang guna segera mengadopsi gaya hidup sehat dan mematahkan kebiasaan pola konsumsi yang buruk tersebut.

Berkat rintisan health awareness dan pemahaman hidup sehat yang lebih baik dalam kebiasaan sehari-hari, Shinta berpikiran bahwa bangsa Indonesia ke depan akan memiliki pilihan konsumsi produk makanan yang menyehatkan diri mereka. Perubahan itu dapat dimulai dari dirinya sendiri beserta bisnis Lemonilo yang dikelolanya.

Sedari dulu, Shinta senantiasa terinspirasi untuk berkarir di bidang pekerjaan yang bermanfaat bagi banyak orang. Maka karena itulah ia menekuni dunia lawyer serta bercita-cita untuk berprofesi sebagai advokat. Akan tetapi, dirinya mempercayai pula bahwa kaidah-kaidah dasar di dunia lawyer pun, dapat dijalankannya juga di dunia bisnis.

Ia mengungkapkan, bisnis yang bermanfaat tak hanya mesti mendatangkan perubahan, bisnis itu pun harus bisa membuat hidup banyak orang menjadi lebih mudah.

Hal inilah yang lantas menjadi landasannya dalam mengembangkan Lemonilo. Shinta ingin terus membantu memberi solusi terbaik bagi masyarakat Indonesia yang ingin menjalani gaya hidup lebih sehat. 

Terkait keberaniannya untuk menjajal bisnis, Shinta membagikan pendapatnya. Dituturkan Shinta, pendidikan formal bukanlah sebuah tujuan akhir apalagi menjadi batas bagi seseorang dalam berkarya. 

Itulah sebabnya Shinta tak merasa canggung sewaktu terjun menggeluti dunia wirausaha mandiri bersama Lemonilo — bahkan meskipun dirinya memiliki latar belakang akademis ilmu hukum sekalipun.

Shinta yakin, usaha yang dipeloporinya mampu sukses optimal jika ditangani bersama tim dan rekan kerja yang tepat. 

Selain itu, wanita yang mengagumi sosok Ibu Sri Mulyani, Sang Menteri Keuangan itu juga ingin menginspirasi wanita lainnya. Ia berharap agar wanita tak membatasi diri dalam usahanya untuk mencapai kesuksesan.

Kesuksesan brand Lemonilo juga turut memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain memberikan pilihan makanan sehat, Lemonilo juga turut berkontribusi dalam memberdayakan petani lokal dengan menjalin kemitraan usaha secara adil. 

Dengan demikian, tidak hanya konsumen yang merasakan manfaatnya, tetapi juga para petani yang bekerja sama dengan Lemonilo.

Dengan semangat dan dedikasinya, Shinta Nurfauzia terus berkarya dan menghadirkan inovasi baru dalam produk Lemonilo. Lewat perjuangannya, ia memberikan inspirasi bagi banyak orang, terutama wanita, untuk berani bermimpi dan berikhtiar untuk mewujudkannya. 

Keberhasilan Shinta Nurfauzia sebagai pencipta pangan mie sehat dengan brand Lemonilo menjadi contoh nyata bahwa dengan tekad dan kerja keras, mimpi besar pun dapat tercapai.

Pesan Shinta kepada generasi muda Indonesia, untuk tidak perlu ragu dan percayalah kepada diri sendiri. Apapun latar belakang kita, jangan takut untuk mewujudkan mimpi. Jika wanita yakin sesuatu bisa dicapai, maka ia pun pasti akan sanggup menggapainya. (*)

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar