Di Tengah Konflik, FIFA Pastikan Iran Tetap Tampil di Piala Dunia 2026

Sepak bola | 02 Apr 2026 | 06:30 WIB
Di Tengah Konflik, FIFA Pastikan Iran Tetap Tampil di Piala Dunia 2026
Iran akan tetap main di Amerika Serikat ketika Piala Dunia 2026.

Uwrite.id - Presiden Gianni Infantino memastikan bahwa Tim Nasional Iran tetap akan ambil bagian dalam ajang Piala Dunia 2026 tanpa perubahan jadwal maupun lokasi pertandingan, meskipun situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah tengah memanas.

Pernyataan tersebut disampaikan Infantino saat menghadiri laga uji coba Iran melawan Kosta Rika di Turki. Ia menegaskan bahwa seluruh pertandingan fase grup Iran akan tetap digelar di Amerika Serikat sesuai hasil undian resmi FIFA.

“Iran akan berada di Piala Dunia dan bermain di tempat yang sudah ditentukan,” ujar Infantino.

Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) sempat mengajukan opsi pemindahan venue pertandingan ke Meksiko. Permintaan tersebut muncul sebagai respons atas meningkatnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dalam beberapa waktu terakhir.

Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, bahkan menyatakan kesiapan negaranya untuk menjadi tuan rumah alternatif bagi laga-laga Iran apabila diperlukan. Namun demikian, FIFA menegaskan tidak ada skenario pemindahan venue, sehingga seluruh agenda pertandingan tetap berjalan sesuai rencana awal.

Keputusan ini sekaligus menegaskan posisi FIFA yang berupaya menjaga stabilitas penyelenggaraan turnamen di tengah dinamika politik global yang berkembang.

Timnas Iran memastikan tiket ke putaran final Piala Dunia 2026 setelah tampil sebagai juara Grup A pada babak kualifikasi zona Asia. Iran menjadi salah satu tim yang lolos lebih awal, hanya kalah cepat dari Jepang dan Selandia Baru dalam memastikan tempat di putaran final.

Di fase grup, Iran tergabung dalam Grup G bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir.

Berdasarkan jadwal, Iran akan menghadapi Selandia Baru pada 15 Juni di Los Angeles, kemudian melawan Belgia pada 21 Juni di kota yang sama, sebelum menutup fase grup dengan menghadapi Mesir pada 26 Juni di Seattle.

Sorotan Keamanan dan Pernyataan Trump

Partisipasi Iran sempat menjadi tanda tanya setelah pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut tidak dapat menjamin keamanan tim Iran jika bertanding di wilayah Amerika Serikat.

Jokowi Terima Kunjungan Dubes Iran di Solo, Tekankan Pentingnya Perdamaian Dunia

Pernyataan tersebut memicu spekulasi luas terkait kemungkinan perubahan peserta maupun lokasi pertandingan. Namun, pihak Iran menegaskan bahwa tidak ada pihak yang dapat menghalangi keikutsertaan mereka dalam turnamen tersebut.

Di sisi lain, FIFA tetap berpegang pada prinsip netralitas olahraga dan memastikan seluruh peserta mendapatkan perlakuan yang sama sesuai regulasi.

Isu Indonesia Gantikan Iran Dipastikan Tidak Benar

Di tengah berkembangnya isu geopolitik tersebut, beredar luas kabar di media sosial yang menyebutkan bahwa Indonesia akan menggantikan posisi Iran di Piala Dunia 2026.

Namun, informasi tersebut dipastikan tidak benar atau hoaks.

Tidak ada pernyataan resmi dari FIFA yang menyebutkan pencoretan Iran dari daftar peserta, maupun penunjukan Indonesia sebagai pengganti. Kabar tersebut diketahui berasal dari konten tidak valid yang beredar bertepatan dengan momentum April Mop, sehingga menimbulkan kesalahpahaman di tengah publik.

Dunia Mengakui Kiprah Diplomasi Prabowo, Iran Undang Presiden Indonesia Kunjungi Teheran

Secara regulasi, FIFA memiliki mekanisme tersendiri jika terjadi perubahan peserta, yang umumnya melibatkan tim yang masih berada dalam jalur kompetisi atau memiliki peringkat kualifikasi tertentu. Dengan demikian, peluang pergantian peserta secara mendadak di luar mekanisme tersebut sangat kecil.

Selain itu, hingga saat ini seluruh slot peserta Piala Dunia 2026 telah ditentukan melalui proses kualifikasi resmi yang berlangsung di masing-masing konfederasi.

FIFA Tekankan Sepak Bola sebagai Jembatan Perdamaian

Infantino menegaskan bahwa FIFA tidak memiliki kewenangan untuk menyelesaikan konflik geopolitik, namun tetap berkomitmen menjadikan sepak bola sebagai sarana pemersatu.

“FIFA tidak bisa menyelesaikan konflik geopolitik, tetapi kami berkomitmen menggunakan sepak bola untuk membangun jembatan dan mempromosikan perdamaian,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan posisi FIFA yang berusaha menjaga agar olahraga tetap berada di atas kepentingan politik, sekaligus memastikan turnamen berjalan lancar.

Sebagai informasi, Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Turnamen edisi kali ini juga akan menjadi yang pertama dengan format 48 tim, menjadikannya Piala Dunia terbesar sepanjang sejarah. Laga pembuka dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni 2026, dengan partisipasi tim-tim terbaik dari seluruh dunia yang telah lolos melalui kualifikasi resmi.

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar