Di May Day 2026, Presiden Prabowo Minta Potongan Aplikasi Ojol Ditekan di Bawah 10 Persen

Peristiwa | 01 May 2026 | 11:29 WIB
Di May Day 2026, Presiden Prabowo Minta Potongan Aplikasi Ojol Ditekan di Bawah 10 Persen
Presiden Prabowo berpidato di Hari Buruh Internasional 2026 di Monumen Nasional, Jakarta, Jumat (1/5/26), menyoroti potongan aplikasi ojol di bawah 10 persen.

Uwrite.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat perlindungan dan kesejahteraan pengemudi ojek online (ojol) dengan mendorong penyesuaian potongan aplikasi menjadi di bawah 10 persen. Pernyataan tersebut disampaikan saat peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/26), di hadapan ribuan buruh dari berbagai daerah.

Dalam pidatonya, Presiden menyoroti pentingnya keadilan dalam hubungan kemitraan antara perusahaan aplikator dan para pengemudi. Menurutnya, selama ini terdapat ketimpangan yang perlu segera dibenahi, mengingat pengemudi merupakan pihak yang menjalankan langsung layanan di lapangan dan menghadapi berbagai risiko setiap hari.

Ia menyampaikan bahwa para ojol bekerja dalam kondisi yang tidak ringan, mulai dari cuaca ekstrem hingga risiko kecelakaan di jalan. Oleh karena itu, pembagian pendapatan harus mencerminkan kontribusi nyata mereka dalam ekosistem transportasi berbasis aplikasi.

“Pengemudi yang bekerja keras di jalan, mereka yang berkeringat dan menghadapi risiko. Sudah seharusnya mereka mendapat bagian yang lebih layak,” ujar Prabowo yang disambut antusias oleh peserta aksi.

Baca Juga: Pemprov Jateng Jadi Pelopor, Presiden Prabowo Puji Pembelian Bus Listrik Produksi Dalam Negeri

Presiden secara terbuka menyatakan ketidaksetujuannya terhadap potongan hingga 20 persen yang selama ini diterapkan oleh sebagian platform. Bahkan, angka 10 persen yang selama ini dianggap batas wajar pun dinilai masih perlu ditekan agar lebih berpihak kepada pengemudi.

Kebijakan ini, menurutnya, bukan untuk menghambat pertumbuhan industri digital, melainkan untuk memastikan bahwa pertumbuhan tersebut berjalan secara sehat dan berkeadilan. Pemerintah ingin memastikan bahwa inovasi teknologi tidak mengorbankan kesejahteraan pekerja.

Langkah ini juga mencerminkan arah kebijakan nasional yang menempatkan keadilan sosial sebagai prinsip utama dalam pembangunan ekonomi. Dalam konteks ekonomi digital, pemerintah berupaya menciptakan keseimbangan antara kepentingan bisnis dan perlindungan tenaga kerja.

Respons positif datang dari kalangan buruh dan komunitas ojol yang hadir dalam peringatan May Day. Banyak di antara mereka menilai pernyataan Presiden sebagai bentuk keberpihakan nyata terhadap rakyat kecil yang selama ini menjadi tulang punggung layanan transportasi berbasis aplikasi.

Selama ini, besaran potongan aplikasi menjadi salah satu persoalan utama yang kerap disuarakan oleh para pengemudi. Mereka berharap adanya regulasi yang lebih jelas dan adil agar sistem kemitraan yang terjalin tidak merugikan salah satu pihak.

Dengan adanya dorongan dari pemerintah, diharapkan perusahaan aplikator dapat membuka ruang dialog yang lebih konstruktif bersama para mitra pengemudi. Skema kerja sama yang transparan dan seimbang dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan industri sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja.

Baca Juga: Presiden Prabowo Terima Penghargaan Tertinggi dari Korea Selatan, Perkuat Hubungan Bilateral

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan pesan tegas kepada perusahaan aplikator agar mematuhi kebijakan yang berpihak pada kepentingan nasional. Ia menegaskan bahwa Indonesia tetap terbuka terhadap investasi dan inovasi, namun seluruh pelaku usaha wajib menghormati aturan yang berlaku.

“Kalau ingin berusaha di Indonesia, harus mengikuti aturan yang adil dan berpihak pada rakyat,” tegasnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan posisi pemerintah sebagai penyeimbang antara kepentingan ekonomi dan keadilan sosial. Pemerintah tidak hanya berperan sebagai fasilitator pertumbuhan industri, tetapi juga sebagai pelindung kepentingan masyarakat luas.

Kebijakan terkait ojol ini juga menjadi bagian dari agenda yang lebih luas dalam upaya meningkatkan kesejahteraan pekerja. Dalam rangkaian Hari Buruh Internasional 2026, pemerintah turut menyoroti pentingnya percepatan penyelesaian regulasi ketenagakerjaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk perlindungan bagi pekerja sektor informal.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong penguatan jaminan sosial, peningkatan akses terhadap layanan kesejahteraan, serta penciptaan lapangan kerja yang lebih berkualitas. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menjawab tantangan dunia kerja di tengah transformasi digital yang semakin cepat.

Baca Juga: Lindungi Ekosistem dari Kerusakan, Presiden Prabowo Cabut Izin Perusahaan dan Tutup Tambang Ilegal

Momentum peringatan hari buruh tahun ini menjadi simbol kuat kehadiran negara dalam memastikan setiap pekerja mendapatkan perlindungan dan penghargaan yang layak. Tidak hanya pekerja formal, tetapi juga mereka yang berada di sektor informal seperti pengemudi ojol.

Pengamat menilai, dorongan untuk menurunkan potongan aplikasi dapat memberikan dampak positif terhadap daya beli masyarakat, khususnya para pengemudi dan keluarganya. Dengan penghasilan yang lebih baik, kesejahteraan rumah tangga diharapkan meningkat, yang pada akhirnya turut mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih merata.

Ke depan, pemerintah diharapkan terus memperkuat regulasi serta mekanisme pengawasan terhadap sektor ekonomi digital. Hal ini penting untuk memastikan bahwa hubungan antara platform dan pekerja berjalan secara transparan, adil, dan berkelanjutan.

Langkah yang diambil Presiden Prabowo ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pemerataan kesejahteraan. Dengan kebijakan yang berpihak pada pekerja, diharapkan tercipta ekosistem ekonomi digital yang lebih inklusif dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar