BPBD Jateng Gerak Cepat Tangani Banjir Solo Raya, Evakuasi hingga Pompanisasi Dikebut

Peristiwa | 15 Apr 2026 | 21:49 WIB
BPBD Jateng Gerak Cepat Tangani Banjir Solo Raya, Evakuasi hingga Pompanisasi Dikebut
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Tengah bersama tim gabungan mengevakuasi warga terdampak banjir di wilayah Surakarta dan sekitarnya, Rabu (15/4/26).

Uwrite.id - Banjir yang melanda wilayah Solo Raya sejak Selasa (14/4/26) sore memicu respons cepat dari . Upaya evakuasi warga, distribusi logistik, hingga percepatan surutnya genangan terus dilakukan di tengah tingginya debit .

BPBD Jateng langsung bergerak begitu banjir merendam sejumlah wilayah di Solo Raya. Koordinasi lintas sektor dilakukan guna memastikan penanganan berjalan cepat dan terintegrasi.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng, , mengatakan penyelamatan warga menjadi prioritas utama dalam situasi darurat ini. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD kabupaten/kota, relawan, PMI, TNI, dan Polri telah dikerahkan ke titik-titik terdampak.

“Evakuasi menjadi prioritas. Kami terus bergerak menyelamatkan warga di lokasi terdampak banjir,” ujarnya di Semarang, Rabu (15/4/26).

Hingga saat ini, proses evakuasi masih berlangsung seiring meningkatnya permintaan dari masyarakat. Sejumlah lokasi pengungsian telah disiapkan di fasilitas umum, seperti masjid, balai warga, dan gedung sosial.

Di , jumlah pengungsi tercatat sebanyak 109 jiwa. Sementara di , warga terdampak mencapai sekitar 1.900 jiwa.

“Permintaan evakuasi masih terus berjalan. Meskipun hujan mulai reda, air masih bergerak ke wilayah yang lebih rendah,” kata Bergas.

Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan, Pemprov Jateng Hadirkan Layanan Kesehatan Ternak Gratis

Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, BPBD Jateng menggandeng Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan dalam penyaluran bantuan. Bantuan meliputi makanan siap saji, air bersih, serta layanan kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.

Selain fokus pada evakuasi, BPBD juga melakukan langkah teknis berupa pompanisasi di sejumlah titik genangan. Namun, upaya ini belum dapat berjalan optimal akibat tingginya muka air Sungai Bengawan Solo.

“Pompa sudah kami operasikan di beberapa lokasi, tetapi belum bisa maksimal karena kondisi sungai utama masih tinggi,” jelasnya.

BPBD turut berkoordinasi dengan instansi teknis seperti PUPR dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mengendalikan aliran air dan mempercepat penanganan banjir secara menyeluruh.

Menurut Bergas, banjir dipicu oleh tingginya intensitas hujan serta meningkatnya debit Sungai Bengawan Solo dan anak sungainya, seperti Sungai Jenes dan Sungai Pepe.

Baca Juga: Sinkhole Tak Mampu Tampung Air, Lima Rumah Warga di Pracimantoro Kebanjiran

Ke depan, BPBD mendorong langkah jangka panjang berupa normalisasi sungai serta pembangunan kawasan penampungan air guna mengurangi risiko banjir berulang.

“Harapannya ada tempat penampungan air, sehingga aliran hujan tidak langsung masuk ke sungai. Ini penting untuk mengurangi beban saat debit tinggi,” tuturnya.

BPBD Jateng menegaskan seluruh personel dan sumber daya tetap disiagakan, mengingat potensi banjir susulan masih terbuka. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada hingga kondisi benar-benar aman.

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar