Batal Gelar Aksi di DPRD Madiun, Ini Alasan GMNI dan PMII

Uwrite.id - Madiun - Rencana audiensi dua organisasi mahasiswa, yakni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas PGRI Madiun (Unipma) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Madiun, dengan DPRD Kabupaten Madiun ditunda.
Audiensi yang semula dijadwalkan pada Senin (01/09) pukul 10.00 WIB itu batal digelar lantaran situasi dinilai belum kondusif. Keputusan itu tertuang dalam Press Release yang dikeluarkan PMII dan GMNI.
“Kami memutuskan menunda pelaksanaan audiensi hingga waktu yang lebih tepat, yaitu setelah kondisi benar-benar memungkinkan dan kondusif,” tulis Ketua GMNI Cabang Madiun, Nikolaus Leontin Ama Beta, dalam siaran persnya, Senin (01/09).
Hal senada juga disampaikan Ketua Komisariat PMII Unipma, Tatag Galih Cahyoko. Ia menegaskan penundaan akan berlangsung hingga waktu yang belum ditentukan. “Kami reschedule hingga situasi lebih kondusif agar audiensi berjalan komprehensif, objektif, dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
PMII Komisariat Unipma juga meluruskan isu mengenai surat undangan yang sempat beredar di media massa. Tatag menegaskan bahwa undangan tersebut bukanlah seruan demonstrasi, melainkan pemberitahuan agenda audiensi sebagai tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya. “Jika ada yang menafsirkan undangan itu sebagai ajakan aksi, itu keliru besar karena tidak ada kaitannya sama sekali,” tegasnya.
Lebih lanjut, Tatag menyebut penundaan ini diambil untuk mencegah potensi kerusuhan akibat provokator yang tidak memahami konteks agenda mahasiswa. “Langkah ini merupakan komitmen mahasiswa untuk menjunjung prinsip keterbukaan, transparansi, serta dialog yang sehat demi kepentingan bersama,” tambahnya.
Meski kedua organisasi resmi menunda agenda, sejak pagi aparat TNI dan Polri tetap bersiaga di depan gedung DPRD Kabupaten Madiun untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. (*)

Tulis Komentar