ASEAN Terdampak Perang Timur Tengah, BBM Naik Drastis di Vietnam, Laos, dan Kamboja

Asia | 18 Mar 2026 | 00:39 WIB
ASEAN Terdampak Perang Timur Tengah, BBM Naik Drastis di Vietnam, Laos, dan Kamboja

Uwrite.id - Konflik geopolitik yang terjadi di Timur Tengah, khususnya perang antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran, mulai berdampak nyata pada harga bahan bakar minyak (BBM) di kawasan Asia Tenggara. Sejak pecahnya perang pada 28 Februari 2026, sejumlah negara tetangga Indonesia sudah mengambil langkah menaikkan harga BBM untuk menyesuaikan dengan lonjakan harga minyak global.

Berdasarkan data yang dikutip dari Aljazeera, Selasa (17/3/2026), kenaikan harga BBM ini paling terlihat pada jenis bensin RON 95, yang menjadi standar konsumsi di banyak negara di kawasan ASEAN.

Perang yang terjadi di Timur Tengah memicu ketidakpastian besar di pasar minyak global. Sebelum konflik, pada 27 Februari 2026, harga minyak Brent tercatat US$ 72,48 per barel dan WTI US$ 67,02 per barel. Namun, setelah konflik meletus, harga minyak melonjak signifikan. Pada 16 Maret 2026, harga Brent tembus US$ 105,84 per barel, sedangkan WTI mencapai US$ 100,37 per barel.

Bantu Trump Amankan Jalur Minyak Dunia, Jepang Siapkan Kapal Perang ke Selat Hormuz

Lonjakan ini terutama disebabkan gangguan pasokan minyak dari kawasan Teluk Persia dan meningkatnya risiko geopolitik yang mendorong spekulasi pasar.

Kenaikan harga minyak dunia langsung memengaruhi harga BBM di negara-negara ASEAN. Berikut rincian kenaikan harga bensin RON 95 di beberapa negara per 11 Maret 2026 dibandingkan 23 Februari 2026:

1. Kamboja: Dari US$ 1,11/liter naik 18,91% menjadi US$ 1,32/liter.

2. Vietnam: Dari US$ 0,75/liter melonjak 50,66% menjadi US$ 1,13/liter. Lonjakan ini menjadi yang tertinggi di kawasan ASEAN.

3. Laos: Dari US$ 1,34/liter naik 32,83% menjadi US$ 1,78/liter.

4. Singapura: Dari US$ 2,16/liter naik 15,74% menjadi US$ 2,50/liter.

5. Malaysia: Dari US$ 0,65/liter naik tipis menjadi US$ 0,68/liter.

6. Myanmar: Dari US$ 0,77/liter naik 9% menjadi US$ 0,84/liter.

Perang Israel-Hamas: Upaya PM Israel Benjamin Netanyahu untuk Mengamankan Kekuasaan?

Kenaikan harga BBM di negara-negara tetangga ini diperkirakan akan memengaruhi biaya transportasi dan logistik, serta mendorong inflasi di sektor kebutuhan pokok. Pemerintah dan pelaku usaha di kawasan ASEAN harus menyesuaikan kebijakan fiskal dan subsidi energi untuk meredam dampak ekonomi yang lebih luas.

Para analis energi menekankan bahwa harga minyak global yang terus fluktuatif akibat perang Timur Tengah menuntut kesiapan negara-negara konsumen, termasuk dengan strategi cadangan minyak dan diversifikasi sumber energi.

Sejumlah pemerintah di kawasan menegaskan bahwa kenaikan harga BBM merupakan langkah menyesuaikan dengan harga pasar global. Selain itu, beberapa negara mempertimbangkan subsidi sementara untuk kelompok masyarakat berpendapatan rendah agar dampak sosial dari kenaikan BBM tidak terlalu berat.

Dengan kondisi ini, lonjakan harga BBM akibat perang Timur Tengah menjadi peringatan bagi kawasan ASEAN tentang sensitivitas pasar energi global terhadap konflik geopolitik. Negara-negara konsumen harus siap menghadapi ketidakstabilan harga minyak yang bisa berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar