Afghanistan Tuduh Pakistan Bombardir RS di Kabul, Ratusan Orang Tewas

Asia | 17 Mar 2026 | 23:45 WIB
Afghanistan Tuduh Pakistan Bombardir RS di Kabul, Ratusan Orang Tewas

Uwrite.id - Pemerintah Afghanistan menuding militer Pakistan melancarkan serangan udara yang menghantam sebuah rumah sakit rehabilitasi narkoba di Kabul, Senin (16/3) malam. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan ratusan orang dan melukai ratusan lainnya.

Wakil juru bicara pemerintah Taliban, Hamdullah Fitrat, mengatakan serangan terjadi sekitar pukul 21.00 waktu setempat dan menghantam Rumah Sakit Rehabilitasi Adiksi Omar yang memiliki kapasitas hingga 2.000 tempat tidur.

“Jumlah korban tewas hingga saat ini mencapai 400 orang, sementara sekitar 250 lainnya mengalami luka-luka,” ujar Fitrat dalam pernyataan resminya.

Ia menambahkan, sebagian besar bangunan rumah sakit hancur akibat serangan tersebut. Tim penyelamat masih berada di lokasi untuk memadamkan api serta mengevakuasi korban dari reruntuhan.

Sejumlah rekaman dari stasiun televisi lokal menunjukkan petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api yang melalap bangunan rumah sakit.

Jejak Pendanaan Kelompok Radikal Jadi Alasan, AS Resmi Cap Ikhwanul Muslimin Organisasi Teroris

Seorang petugas keamanan rumah sakit, Omid Stanikzai (31), mengaku mendengar suara jet tempur berpatroli sebelum ledakan terjadi.

“Ada unit militer di sekitar kami. Ketika unit itu menembaki jet, pesawat kemudian menjatuhkan bom dan terjadi kebakaran,” katanya.

Ia juga menyebut seluruh korban yang tewas maupun terluka merupakan warga sipil.

Sementara itu, pemerintah Pakistan membantah tudingan tersebut. Dalam pernyataan resmi yang dikutip media internasional, Islamabad menegaskan bahwa serangan hanya menargetkan instalasi militer di Kabul dan Provinsi Nangarhar.

“Tidak benar serta bertujuan untuk membangkitkan opini publik,” demikian bantahan pihak Pakistan.

Presiden Palestina: Tindakan Hamas Tak Mewakili Rakyat Palestina

Juru bicara pemerintah Afghanistan, Zabihullah Mujahid, mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran wilayah udara serta kejahatan terhadap kemanusiaan.

Insiden ini terjadi hanya beberapa jam setelah bentrokan bersenjata antara pasukan Afghanistan dan Pakistan di wilayah perbatasan kedua negara. Bentrokan itu dilaporkan menewaskan sedikitnya empat orang di pihak Afghanistan.

Ketegangan antara kedua negara meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Pakistan sebelumnya menuduh Afghanistan melindungi kelompok bersenjata, termasuk Tehrik-i-Taliban Pakistan, tuduhan yang telah dibantah oleh Kabul

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar