Presiden Palestina: Tindakan Hamas Tak Merepresentasikan Rakyat Palestina

Timur Tengah | 16 Oct 2023 | 08:43 WIB
Presiden Palestina: Tindakan Hamas Tak Merepresentasikan Rakyat Palestina
Presiden Palestina Mahmud Abbas bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di ibu kota Arab Saudi, Riyadh.

Uwrite.id - Senin, 16 Oktober 2023, dalam sebuah pernyataan resmi yang dikutip oleh Reuters dari WAFA News, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengungkapkan sikap tegasnya terkait tindakan faksi Hamas di Jalur Gaza. Abbas menegaskan bahwa tindakan dan kebijakan Hamas tidak mencerminkan pandangan dan aspirasi rakyat Palestina.

Pernyataan ini disampaikan oleh Abbas saat ia sedang berbicara melalui sambungan telepon dengan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Dalam percakapan tersebut, Abbas juga menjadikan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) sebagai "satu-satunya perwakilan sah rakyat Palestina."

Meskipun demikian, Abbas menekankan pentingnya menghentikan serangan sporadis Israel di Jalur Gaza yang telah terjadi sejak 7 Oktober lalu. Serangan-serangan ini dianggap sebagai upaya untuk 'memburu' atau 'membalas' milisi Hamas. Abbas meminta agar serangan tersebut segera dihentikan.

Pernyataan serupa juga telah disampaikan oleh Abbas dalam pembicaraan telepon dengan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, pada Sabtu, 14 Oktober 2023. Abbas menegaskan kepada Biden bahwa perdamaian dan keamanan di wilayah tersebut hanya dapat tercapai melalui penerapan solusi dua negara berdasarkan resolusi legitimasi internasional. Untuk mencapai tujuan tersebut, Abbas menekankan perlunya menghentikan semua serangan dan menghormati hukum kemanusiaan internasional yang berkaitan dengan situasi di Jalur Gaza.

Selain itu, Abbas juga menyoroti perlunya membuka koridor kemanusiaan mendesak di Jalur Gaza untuk menyediakan bahan-bahan dasar, pasokan medis, air, listrik, dan bahan bakar kepada warga di wilayah tersebut. Ia dengan tegas menolak penggusuran warga Palestina dari Jalur Gaza.

Abbas juga meminta dukungan dari Biden dalam mengakhiri serangan pemukim Israel terhadap rakyat Palestina di kota-kota, desa-desa, dan kamp-kamp pengungsi Palestina di Tepi Barat. Selain itu, Abbas menekankan perlunya mengakhiri serangan ekstremis terhadap Masjid Al-Aqsa.

Sehari sebelumnya, pada Jumat, 13 Oktober 2023, Abbas bertemu dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Anthony Blinken, di ibu kota Yordania, Amman. Dalam pertemuan tersebut, Abbas juga meminta Blinken untuk membawa tuntutan-tuntutannya kepada Joe Biden.

Sementara Amerika Serikat dikenal sebagai sekutu utama Israel, pernyataan dan permintaan Abbas mencerminkan upayanya untuk memperoleh dukungan internasional dalam mencapai perdamaian dan keamanan di wilayah tersebut. Kapal induk Amerika Serikat yang dikirim ke wilayah tersebut juga menjadi sorotan, dengan dugaan bahwa kehadirannya bertujuan memberikan peringatan terhadap Iran dan sekutunya, termasuk Hizbullah di Lebanon.

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar