3 Nyawa Melayang di Jalur Wuryantoro-Pracimantoro, Warga: Jalan Rusak dan Bergelombang Terus Makan Korban!

Uwrite.id - Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas Jalan Raya Wuryantoro-Pracimantoro, tepatnya di Dusun Sumberejo Kulon, Desa Sumberejo, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Tiga orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka berat dalam insiden yang kembali memunculkan sorotan terhadap keselamatan berkendara dan kondisi infrastruktur jalan di kawasan tersebut.
Kecelakaan melibatkan dua sepeda motor, yakni Yamaha Vixion yang dikendarai PS (32), warga Kecamatan Manyaran, dan Yamaha Aerox yang dikendarai AF (31), warga Kabupaten Sukoharjo.
Saat kejadian, Yamaha Aerox yang membawa dua penumpang, yakni LS (32) dan ES (8), melaju dari arah Eromoko menuju Wuryantoro. Sementara Yamaha Vixion melaju dari arah berlawanan.
Kasi Humas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, mengatakan hasil penyelidikan awal menunjukkan adanya dugaan pelanggaran jalur yang dilakukan pengendara Yamaha Vixion.
"Diduga pengendara Yamaha Vixion berjalan terlalu ke kanan dengan kecepatan tinggi. Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari sehingga terjadi benturan keras di bagian depan kedua kendaraan," ujar AKP Anom Prabowo dalam keterangan resminya.
Benturan keras mengakibatkan kedua kendaraan mengalami kerusakan parah pada bagian depan. Petugas Satlantas Polres Wonogiri yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi korban, mengamankan barang bukti, dan meminta keterangan sejumlah saksi.
Akibat kecelakaan tersebut, pengendara Yamaha Vixion berinisial PS mengalami luka berat pada bagian kepala dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Wonogiri.
Sementara itu, pengendara Yamaha Aerox berinisial AF juga mengalami luka berat pada bagian kepala dan meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit. Seorang anak berinisial ES (8) yang menjadi penumpang Yamaha Aerox turut meninggal dunia akibat luka berat yang dideritanya.
Baca Juga: Jalan Rusak Pracimantoro-Wonogiri Kembali Renggut Nyawa: Sampai Kapan Dibiarkan?
Adapun LS (32), penumpang Yamaha Aerox lainnya, mengalami luka berat pada bagian kepala dan saat ini masih menjalani perawatan medis di RSUD Wonogiri.
"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Saat ini Satlantas Polres Wonogiri masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait penyebab pasti kecelakaan. Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kecepatan kendaraan, serta tetap berada pada jalur yang semestinya guna menghindari terjadinya kecelakaan," kata AKP Anom.
Jalan Bergelombang Kembali Menjadi Perbincangan
Meski penyebab pasti kecelakaan masih didalami polisi, peristiwa ini kembali memunculkan diskusi publik mengenai kondisi Jalan Wuryantoro-Pracimantoro yang selama ini banyak dikeluhkan pengguna jalan dan sudah banyak memakan korban jiwa.
Sejumlah warga dan netizen menyebut ruas jalan tersebut memiliki banyak titik bergelombang, tambalan aspal yang tidak rata, serta kerusakan di bagian tengah jalan yang sering membuat pengendara berpindah jalur untuk mencari permukaan jalan yang lebih nyaman.
Seorang netizen bernama Bul Bul mengaku melintas sesaat setelah kejadian terjadi.
"Aku pas lewat yang bersimbah darah 4 orang, adu banteng motor boncengan semua. Satune motor Aerox hancur. Sepertinya sama-sama nyari jalan bagus soalnya pas di jalan bergelombang."
Komentar tersebut mendapat respons luas karena menggambarkan kondisi yang sering ditemui pengguna jalan di lokasi tersebut.
Baca Juga: Ibu Tewas, Anak Luka-Luka Akibat Kecelakaan di Jalan Rusak dan Gelap di Tegalharjo Wonogiri
Keluhan serupa disampaikan Retno Handayani yang menilai kondisi jalan di kawasan itu sudah lama menjadi persoalan.
"Jalane jan elek tenan. Gur ditembel malah dadi bergelombang. Apalagi kalau pengendara ngebut dan tidak mau sisian."
Sementara itu, pengguna jalan lain bernama Adio mengaku harus selalu meningkatkan kewaspadaan setiap kali melintasi ruas tersebut.
"Aku bendino lewat kono. Memang kudu fokus. Kadang do golek dalan alus nganti masuk jalur berlawanan."
Kesaksian yang lebih panjang datang dari Sugeng Prasetyoo yang mengaku sudah puluhan tahun melihat kondisi jalan tersebut.
"Dalan kono kui seko jaman aku isih STM nganti saiki durung tau ngrasakke dalane alus. Dalane pecah tengah dadi rawan ban motor mlebu lubang."
Gelombang Kritik kepada Pemerintah
Tragedi ini juga memicu kritik dari masyarakat terhadap kondisi infrastruktur jalan yang dinilai belum mendapat perhatian serius meski sudah lama menjadi keluhan warga.
Seorang netizen bernama Yogie menyoroti ketimpangan antara kewajiban masyarakat membayar pajak dengan fasilitas jalan yang diterima.
“Pajak kon bayar terus, BBM mundak. Rakyat dituntut taat aturan. Bareng dalan mletek-mletek nganti enek korban meninggal ngono kok meneng wae.”
Sementara akun Geri Bincel menyampaikan kritik yang lebih tajam.
“Dalan sigar tengah kaya ngono yo mung ditokne. Seng digedek-gedekne mung korupsi.”
Komentar-komentar tersebut menunjukkan adanya akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap kondisi jalan yang dianggap belum mendapatkan penanganan optimal.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada kesimpulan resmi yang menyatakan kondisi jalan sebagai penyebab langsung kecelakaan. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan seluruh faktor yang berkontribusi dalam peristiwa tersebut.
Namun, banyaknya keluhan masyarakat mengenai kondisi ruas Wuryantoro-Pracimantoro menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan jalan. Sebab, keselamatan berlalu lintas tidak hanya bergantung pada perilaku pengendara, tetapi juga pada kualitas dan kelayakan infrastruktur yang digunakan setiap hari.
Tragedi yang merenggut tiga nyawa di Sumberejo ini menjadi pengingat bahwa jalan bukan sekedar proyek fisik atau angka dalam laporan anggaran. Di atas aspal itulah masyarakat mempertaruhkan keselamatan mereka setiap hari. Karena itu, selain menunggu hasil penyelidikan kepolisian, masyarakat berharap adanya langkah nyata untuk memperbaiki titik-titik jalan yang selama ini dikeluhkan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Tulis Komentar