Zarkasman, Sekretaris KAI Jambi Terus Berkomitmen pada Supremasi Hukum di Ranah Peradilan, Catatan Kongres IV KAI

Hukum | 02 Jun 2024 | 09:53 WIB
Zarkasman, Sekretaris KAI Jambi Terus Berkomitmen pada Supremasi Hukum di Ranah Peradilan, Catatan Kongres IV KAI
Zarkasman menekankan bahwa pemimpin KAI yang selanjutnya harus mampu membuka jalan organisasi ke arah khittah sesuai dengan arahan dan petuah almarhum Adnan Buyung Nasution, S.H.

Uwrite.id - Siapa pun yang terpilih sebagai Presiden KAI (Kongres Advokat Indonesia) periode 2024-2029 sudah seyogianya turut mengembalikan marwah penegakan Indonesia, yang mana harus rigid dari berbagai intervensi, termasuk di antaranya campur tangan kekuasaan dan politik.

Demikian disampaikan peserta Kongres IV KAI, Zarkasman di Surabaya, 31 Mei 2024 di sela-sela Kongres IV Kongres Advokat Indonesia (KAI) yang berlangsung di Hotel Tunjungan. Sebagai Sekretaris DPD KAI Provinsi Jambi, Zarkasman bertekad semakin memperkuat supremasi hukum di Indonesia, khususnya di daerahnya.

Menurut Zarkasman, saat ini hukum di Indonesia sesungguhnya sudah baik, tetapi penerapannya masih perlu diperbaiki. "Penegakan hukum masih timpang. Banyak kasus yang seharusnya bisa diselesaikan dengan adil, namun kerap kali diintervensi oleh kepentingan politik," jelasnya.

Sebagai seorang advokat, Zarkasman menyadari bahwa peran advokat sangat penting dalam sistem peradilan, berdampingan dengan hakim dan jaksa. "Selaku advokat di Provinsi Jambi, saya telah banyak berupaya agar hukum tegak sesuai harapan masyarakat," ujarnya.

Ia pun tetap konsisten menegaskan pentingnya independensi hukum dalam pengambilan putusan oleh hakim di pengadilan. Ini menjadi salah satu poin penting yang terus ia perjuangkan melalui wadah KAI.

Di Kongres IV KAI ini, Zarkasman menyoroti jalannya pemilihan presiden KAI yang dilakukan melalui mekanisme voting. Dari dua kandidat yang bersaing, yaitu M Taufik S.H., M.H., anggota pengurus DPP dan Nasrullah S.H., M.H. dari DPD KAI Provinsi Banten, Zarkasman berharap terpilihnya pemimpin yang memiliki visi dan misi positif untuk membawa organisasi ini ke depan lebih baik.

Sebelumnya, terdapat lima calon yang akan bertarung, namun tiga calon - salah satunya dari Medan - mengundurkan diri karena tidak memenuhi syarat sebagai kandidat presiden KAI. "Organisasi KAI masih memerlukan kepemimpinan yang tetap menjunjung tinggi idealisme penegakan hukum dan tidak semata pada soal-soal subjektivitas," tambah Zarkasman.

Zarkasman juga menekankan bahwa pemimpin KAI yang selanjutnya harus mampu membuka jalan organisasi ke arah khittah sesuai dengan arahan dan petuah almarhum Adnan Buyung Nasution, S.H. "Pemimpin KAI yang akan datang adalah pemimpin yang kan membuka track perjalanan organisasi sesuai dengan arahan Adnan Buyung Nasution," imbuhnya lugas.

Sayangnya, Zarkasman masih merasakan ada banyak aspek penegakan hukum yang masih dikesampingkan dalam penyelesaian permasalahan hukum di tanah air. "Kita harus terus berjuang melalui wadah Kongres Advokat Indonesia agar penegakan hukum tidak lagi dinomorduakan," kata Zarkasman penuh semangat.

Melalui aktivitasnya di DPD KAI Provinsi Jambi, Zarkasman turut berproses untuk mengawal supremasi hukum di ranah peradilan. Baginya, ini bukanlah sekadar pekerjaan, tetapi panggilan jiwa untuk memastikan bahwa hukum benar-benar menjadi panglima di negeri ini.

Semoga dengan upaya dan komitmen dari Zarkasman dan seluruh anggota KAI, penegakan hukum di Indonesia dapat berjalan lebih baik dan sesuai harapan masyarakat. Tetap semangat dalam memperjuangkan keadilan dan kebenaran. (*)

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar