Wihaji: 128 Ribu Pendamping BKKBN Salurkan MBG ke 9,6 Juta Ibu Hamil, Menyusui dan Balita Setiap Hari

Uwrite.id - Jakarta - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengerahkan 128.000 Tim Pendamping Keluarga untuk menyalurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Program yang disebut MBG 3B ini menyasar 9,6 juta penerima di seluruh Indonesia.
Penyaluran dilakukan setiap hari langsung ke rumah sasaran. Berbeda dengan MBG untuk siswa sekolah, MBG 3B menggunakan jaringan pendamping yang sudah ada di tingkat keluarga.
“Termasuk MBG 3B yang terbaru, tugas dari Bapak Presiden, Perpres 115. Kita mendistribusikan MBG 3B: Bumil, Busui, Balita Non-Paud. Tugasnya sekarang sudah ada 9,6 juta Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita yang kita distribusikan per day, setiap hari, oleh Tim Pendamping Keluarga,” ujar Kepala BKKBN Wihaji usai bertemu Menteri PKP di Jakarta, Rabu malam (12/08).
Optimalkan Jaringan Pendamping Stunting
Wihaji menyebut pelibatan 128.000 pendamping merupakan mandat baru Presiden kepada BKKBN. Jaringan ini sebelumnya bertugas mendampingi keluarga berisiko stunting.
“Kita sudah ada 128.000 Pendamping Keluarga kita yang tiap hari nganter MBG khusus 3B ke rumah masing-masing,” kata Wihaji.
“Gitu tugas baru dari Pak Presiden dan alhamdulillah sudah terlaksana dengan baik,” tambahnya.
Dengan skema ini, distribusi MBG 3B tidak hanya bergantung pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tetapi menjangkau sasaran secara door to door.
BKKBN mengakui tantangan terbesar MBG 3B adalah jumlah penerimanya yang terus berubah. Kelompok ibu hamil misalnya, bisa bertambah setiap saat seiring kehamilan baru.
“Terus kita perbaiki, termasuk tentu menyesuaikan sekarang perkembangannya. Misalnya ada SPPG baru, kemudian ada Ibu Hamil baru, karena hamil ini kan unpredictable,” jelas Wihaji.
“Setiap saat berubah, dan itu kita layani dengan baik untuk mendapatkan MBG 3B,” lanjutnya.
Pembaruan data secara berkala dilakukan agar tidak ada sasaran yang terlewat.
Intervensi Penurunan Stunting
Bagi BKKBN, MBG 3B merupakan salah satu intervensi dalam upaya penurunan stunting. Selain gizi, BKKBN juga mendorong perbaikan rumah tidak layak, akses air bersih, dan sanitasi.
Wihaji menyebut lembaganya tetap menjadi ketua pelaksana Tim Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Perpres 72 Tahun 2021. Meski masa berlaku regulasi itu habis pada 2024, BKKBN tetap menjalankan fungsinya sambil menunggu Perpres baru.
“Kita yang bertanggung jawab terhadap penurunan stunting. Jadi kita kerja terus bersama kementerian terkait,” ujar Wihaji.
Dengan cakupan 9,6 juta sasaran dan dukungan 128 ribu pendamping, BKKBN memastikan penyaluran MBG 3B akan terus disesuaikan agar tepat sasaran. (*)

Tulis Komentar