Warga Pesawaran Mengaku Terzolimi Pelelangan Sepihak Oleh Bank BRI Bandar Lampung

Hukum | 15 Jan 2024 | 12:42 WIB
Warga Pesawaran Mengaku Terzolimi Pelelangan Sepihak Oleh Bank BRI Bandar Lampung
Ilustrasi Bank BRI: sumber Google map

Uwrite.id - Bandar Lampung (--)

Seorang warga Pesawaran mengaku merasa terzolimi oleh pihak Bank BRI Malayati Bandar Lampung karena melakukan pelelangan rumah  sepihak pasca orang tua nya meninggal. Senin, 15 Januari 2024 

Anak debitur Sutisna mengatakan awalnya orang tuanya meminjam uang kepada pihak Bank sebesar Rp.500 juta untuk membuka usaha. Setelah disetujui dengan tempo empat tahun, orang tuanya Sohari meninggal pada bulan Maret 2023 kemarin. 

"Tahun ini seharusnya selesai,  tapi orang tua saya meninggal bagaimana mau melunasi nya,  jadi saya ikut bayar angsuran semampu saya,"katanya. 

Setelah tak lama kemudian datang dari pihak bang yang ingin melelang rumahnya dengan di pasang stiker atau cat. Yang bertuliskan dilelang oleh pihak bang.

"Saya marah lah, tanpa sepengetahuan saya asal lelang aja. Gimana kalau orang tua saya sudah meninggal pasti kami susah untuk melanjutkan pembayaran,"katanya. 

Ia melanjutkan saat itu, orang tuanya mengajukan anggunan rumah dan kebun kelapa seluas sekitar 5000 meter per segi. Dengan angsuran per bulannya sebesar Rp 13 juta.  Namun,angsuran itu macet karena orang tuanya meninggal dunia. 

"Awalnya lancar karena bapak saya masih hidup dan usaha masih jalan terus, setelah meninggal jadi bagaimana mau lanjutin nya,"katanya. 

Ia berharap agar pihak bank memberikan keringanan, atau kah memang ahli waris yang meneruskan angsuran jika orang bersangkutan meninggal dunia.

"Kalau kebun saya diambil gak masalah, tapi jangan rumah yang di lelang oleh bank,"katanya. 

Sampai berita ini diterbitkan belum ada konfirmasi dari pihak Bank BRI Malayati.

(Tim).

 

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar