Wali Kota Pangkalpinang dari PDIP Kadisdik Membantah Lomba Pildacil Bernuansa Politik

Pendidikan | 04 Apr 2023 | 14:20 WIB
Wali Kota Pangkalpinang dari PDIP Kadisdik Membantah Lomba Pildacil Bernuansa Politik

Uwrite.id - Lomba dai cilik yang digelar di Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung mendadak viral di sosial media.

Pasalnya, beredar surat dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang yang meminta sekolah untuk mengirimkan siswa agar ikut dalam acara itu.

Namun, berdasarkan unggahan akun Twitter @partaisocmed, ada baliho berlogo partai politik dan gambar wajah politikus di lokasi acara tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang Erwandy membenarkan adanya kegiatan lomba pemilihan dai cilik (Pildacil) yang sempat viral di sosial media.

Kegiatan itu kata Erwandy, dilaksanakan panitia yang bukan mengatasnamakan partai politik.

"Ada surat dari panitia kami terima dan itu bukan dari partai politik," kata Erwandi saat dikonfirmasi.

Erwandy memastikan, dinas mengirimkan peserta yang merupakan pelajar SD karena kegiatan pildacil bernilai positif.

Kegiatan sebagai pembentukan karakter anak sesuai konsep merdeka belajar. Kemudian bagi guru pendidikan agama, juga bisa menyalurkan anak yang berbakat untuk mengikuti lomba.

"Kalau pun panitia kemudian bekerja sama dengan pihak lain atau partai itu bukan domain kami. Kita lihat sisi positif dari kegiatannya apalagi momentumnya Ramadhan," ujar Erwandy.

Kegiatan itu disebutnya bukan berlangsung di fasilitas pemerintah, tapi di salah satu kafe di Pangkalpinang. Lomba Pildacil digelar sejak 25 Maret 2023 dan masih berlangsung hingga saat ini.

Ketua DPC PDI Perjuangan Pangkalpinang Abang Hertza mengatakan, kegiatan Pildacil dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan. "Melatih mental anak untuk tampil di depan umum sebagai dai," ujar Hertza yang juga ketua DPRD Pangkalpinang.

Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Pangkalpinang Luksin Siagian mengatakan, sampai saat ini Bawaslu belum menemukan pelanggaran pemilu terkait kegiatan tersebut. "Karena kegiatan ini dilakukan oleh cafe Bosque. Bukan parpol," kata Luksin saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa.

Meskipun trending di Twitter, tapi belum ada yang melaporkan dugaan pelanggaran ke Bawaslu. "Sampai saat ini belum ada, kita dapat informasi awal dari media. Bawaslu sudah melakukan pencegahan dan pengawasan langsung dalam kegiatan tersebut," sebut Luksin.

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Minta Murid Hadiri Acara Dai Cilik yang Digelar Parpol, Kadisdik Pangkalpinang Buka Suara",

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar