Usai Laporkan Siswi SMP di Jambi, Gempa Awaljon Dikuliti Nitizen, Disebut Rangkap Jabatan dan Punya Istri Simpanan

Peristiwa | 08 Jun 2023 | 09:50 WIB
Usai Laporkan Siswi SMP di Jambi, Gempa Awaljon Dikuliti Nitizen, Disebut Rangkap Jabatan dan Punya Istri Simpanan
Kabag Hukum Pemkot Jambi, Muhamad Gempa Awaljon Putra.

Uwrite.id - Nama Kabag Hukum Pemkot Jambi, Muhamad Gempa Awaljon Putra menjadi bahan perbincangan banyak orang usai dirinya melaporkan anak SMP ke polisi usai membuat video yang mengkritik kesewenang-wenangan Pemkot Jambi terhadap neneknya yang seorang pejuang kemerdekaan. Gempa disebut-sebut merangkap jabatan, bahkan ada isu yang berhembus di media sosial bahwa Gempa punya istri simpanan. Tak hanya itu, laporan LHKPN terbarunya pada 2022 juga dianggap janggal, karena hanya memiliki total harta kekayaan Rp179.404.137.

"Rangkap jabatan tapi dilaporan LHKPN-nya miskin banget, eh ternyata diam2 punya istri simpanan," tulis akun @PartaiSocmed, Rabu 7 Juni 2023.

Tak berlangsung lama, @Partaisocmed pun mengunggah sebuah foto yang diduga sebagai istri simpanannya Gempa Awaljon Putra.

"Pak Gempa apakah kenal dengan mbak Nurul cantik ini?," tulis @Partaisocmed.

Unggahan akun @PartaiSocmed tersebut langsung dibanjiri respons nitizen dengan beragam komentar.

Sebelumnya seorang siswi SMP bernama Syarifah membuat video berisi kritik dan protes tentang aktivitas perusahaan China yang telah merusak rumah neneknya. Tapi video yang dibuatnya untuk mencari keadilan untuk neneknya itu justru berujung dilaporkan Pemerintah Kota Jambi atas dugaan pencemaran nama baik dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Laporan terhadap Syarifah itu dibuat oleh Kepala Bagian (Kabag) Hukum pada Sekretariat Daerah Kota Jambi atas nama Muhamad Gempa Awaljon Putra tertanggal 4 Mei 2023.

Namun M Gempa berdalih tidak mengetahui kalau anak tersebut masih di bawah umur. "Yang kami laporkan bukan si anak yang bersangkutan (Syarifah), tapi akun tiktok @fadiyahalkaff. Kami tidak tahu pemilik akun itu masih anak SMP," kata Gempa Alwajon.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa kasus keduanya berakhir damai. Namun, akun @PartaiSocmed mengungkapkan bahwa dalam proses mediasi, siswi SMP, Syarifah mendapat tekanan dan intimidasi dari Kepala UPTD PPA Provinsi Jambi, Asi Noprini (Ibu Lin).

Akun @PartaiSocmed melaporkan peristiwa tersebut sambil menandai akun pribadi milik Menkopolhukam, Mahfud MD. Mereka menanyakan alasan mengapa Ibu Lin alias Asi Noprini dari PPA Pemprov Jambi yang saat itu ditugaskan mendampingi Syarifah Fadiyah Alkaff justru mengintimidasi dengan memberi ancaman jika Fadiyah tidak mau tanda tangan surat perdamaian akan dipersulit urusan surat menyurat dan sekolahnya.

"Izin lapor Pak @mohmahfudmd, mengapa Ibu Lin dari PPA Pemprov Jambi yang kemarin mendampingi Adik Syarifah Fadiyah Alkaff malah ikut-ikutan menakut-nakuti dengan mengatakan jika Fadiyah tidak mau tanda tangan surat perdamaian akan dipersulit urusan surat menyurat dan sekolahnya?," tulis @PartaiSocmed, Rabu, 7 Juni 2023.

Sebelumnya, Menkopolkam, Mahfud MD berjanji akan membantu dan mendampingi Syarifah Fadiyah Alkaff, seorang siswi SMP Negeri 1 Kota Jambi yang dilaporkan Pemerintah Kota Jambi melalui Undang-Undang ITE ke Kepolisian Daerah Jambi.

Dalam video yang diunggahnya, Syarifah menyebutkan bahwa dirinya dilaporkan oleh Pemerintah Kota Jambi. Tanggapan yang cepat dari nitizen membuat mereka menandai akun pribadi milik Mahfud MD.

Melalui akun Twitternya, Menkopolkam, Mahfud Md mengatakan akan berkoordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk memberikan pendampingan kepada Syarifah.

"Terimakasih atas infonya. Polhukam akan berkoordinasi dengan Kementerian PPA, Kompolnas, dan Komisi Perlindungan Anak untuk bisa ke Jambi, membantu mendampingi anak ini. Dampingi, lindungi, dan jernihkan masalahnya, perlakukan anak-anak sesuai dengan hukum yang berlaku bagi anak-anak," ujar Mahfud dalam cuitan akun Twitternya @mohmahfudmd, dikutip, Senin, 5 Juni 2023.

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar