URAI MISTERI (2) : SYL Tak Diketahui Rimbanya Saat Ini, Kementan Akui Loss Contact

Hukum | 03 Oct 2023 | 19:00 WIB
URAI MISTERI (2) : SYL Tak Diketahui Rimbanya Saat Ini, Kementan Akui Loss Contact
Sebelum beliau melakukan tugas dinas ke luar negeri yakni ke Spanyol, Eropa, Limpo direncanakan akan membuka pameran tanaman hias internasional (FLOOI) 2023 di ICE BSD, Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Namun, panitia mendada

Uwrite.id - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dilaporkan hilang kontak saat kunjungan ke luar negeri.

Sebelum beliau melakukan tugas dinas ke luar negeri yakni ke Spanyol, Eropa, Limpo direncanakan akan membuka pameran tanaman hias internasional (FLOOI) 2023 di ICE BSD, Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Namun, panitia mendadak mengabarkan bahwa acara itu batal dibuka oleh Menteri Pertanian SYL, sehingga dialihkan ke Menkop UKM Teten Masduki.

Hingga berita ini diunggah, loss contact dengan SYL di Eropa itu masih berlangsung, sebagaimana dikabarkan oleh Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi, seusai mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Selasa (03/10).

Menurut Harvick, pihaknya di Kementerian Pertanian tidak bisa menghubungi SYL sejak dia dijadwalkan pulang dari kunjungan kerja di Italia dan Spanyol.

Wakil menteri mengatakan pihaknya sampai saat ini masih mencari keberadaan SYL di tengah laporan sejumlah media berdasarkan sumber di internal KPK bahwa Menteri SYL sudah ditetapkan menjadi tersangka.

Harvick mengaku tidak mengetahui posisi terakhir menteri ada di mana. SYL hilang kontak di tengah penyelidikan dugaan kasus korupsi di Kementerian Pertanian oleh KPK.

Harvick menyebut hilangnya Syahrul bukan karena kasus di KPK. Dia berharap keberadaan Syahrul segera diketahui.

Dia menjelaskan Syahrul melakukan kunjungan kerja ke Italia dan Spanyol bersama beberapa orang pejabat eselon I dan eselon II serta staf Kementan. Namun mereka berpisah saat kembali ke Indonesia.

"Kembali ke tanah airnya ini memang masing-masing, karena mungkin tiket juga terbatas akhirnya terpisah," ujarnya.

"Sabtu (30/09) atau Minggu (01/10) harusnya (SYL) sudah kembali (ke Indonesia). Baru dua, tiga hari (tidak bisa berkomunikasi dengan SYL)," ujar Harvick.

Berbeda estimasi tanggal pulang dengan Harvick, Bendahara Umum (Bendum) Partai NasDem Ahmad Sahroni memastikan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo belum kembali ke Indonesia. 

Anak buah Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh itu dijadwalkan tiba di Tanah Air pada Kamis, 5 Oktober 2023.

"Pak Mentan lagi ada giat lain yang memang sudah terjadwal. Tapi Pak Mentan akan masuk Indonesia tanggal 5 Oktober," ujar Sahroni, Selasa, 3 Oktober 2023.

Senada dengan Ahmad Sahroni, positive thinking pihak NasDem juga diiyakan oleh Harvick. "Wah, Insya Allah sih, enggak ya (kabur karena kasus korupsi). Mudah-mudahan Kita doakan bersama-sama agar bisa selesai. Insya Allah," ujarnya.

Harvick juga mengatakan Presiden Joko Widodo sudah mengetahui kabar menghilangnya SYL, dan menunjuknya sebagai menteri pertanian ad interim.

Dugaan Korupsi di Kementan

Pekan lalu KPK melakukan penggeledahan di rumah dinas SYL di Kebayoran Baru, Jakarta Pusat.

Dalam penggeledahan itu, KPK menemukan uang puluhan miliar rupiah dalam bentuk rupiah dan mata uang asing, sejumlah dokumen dan catatan keuangan, serta sejumlah senjata api.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian daerah, tentunya terkait dengan temuan dalam proses geledah dimaksud," kata juru bicara KPK, Ali Fikri.

Lembaga anti korupsi itu telah menganalisis keterangan dari 49 pejabat di Kementan, termasuk SYL selaku Menteri Pertanian.

KPK masih belum menetapkan tersangka baru dalam proses penyidikan yang tengah berjalan. Ali mengatakan bahwa KPK masih melakukan pengumpulan bukti terkait kasus dugaan korupsi di lingkungan Kementerian Pertanian.

LSM Minta Presiden Panggil SYL Pulang

Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) meminta Presiden Jokowi untuk segera memerintahkan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo pulang ke Indonesia agar bisa dipanggil dan diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Peneliti LSAK, Ahmad A. Hariri mengungkapkan, KPK bisa menyurati Presiden supaya memerintahkan Mentan kembali ke Indonesia dari luar negeri untuk kemudian diperiksa.

“KPK harus surati Presiden, biar nanti Presiden yang memerintahkan Mentan Syahrul pulang ke Indonesia untuk diperiksa KPK,” ungkapnya kepada wartawan, di Jakarta.

Hariri menilai bahwa pemeriksaan terhadap Mentan itu agar kasus dugaan korupsi di Kementan bisa terang benderang.

“Mentan harus segera dipanggil dan diperiksa untuk diklarifikasi terkait kasus di Kementan,” ujarnya.

Terlebih lagi, Hariri mengatakan, terkait temuan uang puluhan miliar rupiah yang dilakukan Tim Penyidik KPK di rumah dinas SYL.

“Selain uang, ada juga senjata api temuannya. Jadi memang Mentan harus diklarifikasi terkait temuan-temuan itu,” katanya.

Di samping itu, Hariri mengungkapkan, masyarakat khususnya dari kalangan petani pasti mendukung KPK untuk segera memeriksa Mentan Limpo.

“Petani pasti dukung. Karena di tengah kondisi petani yang tidak menentu seperti saat ini, kok bisa ada uang puluhan miliar di rumah Mentan, kan aneh dan janggal,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Hariri menegaskan, KPK jangan ragu untuk mengusut tuntas kasus yang diduga melibatkan Mentan Limpo tersebut.

Seperti diketahui, setelah kurang lebih 20 jam melakukan penggeledahan di rumah dinas Mentan Syahrul Yasin Limpo, Tim Penyidik KPK menemukan uang puluhan miliar rupiah yang terdiri dari mata uang asing dan rupiah.

Selain uang, Tim Penyidik KPK juga menemukan sebanyak 12 senjata api di rumah dinas mentan itu.

Istri SYL yang di Indonesia

Ayunsri Harahap merupakan istri Syahrul Yasin Limpo yang lahir pada 5 Juli 1955 yang menjalani profesi dokter gigi.

Meskipun jarang terlihat di depan publik, Ayunsri Harahap juga menjabat sebagai Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Pertanian RI.

Pernikahan Ayunsri Harahap dengan Syahrul Yasin selama puluhan tahun dikaruniai tiga orang anak yakni Rinra Sujiwa Syahrul Putra, Indira Chunda Thita Syahrul Putri, dan Kemal Redindo Syahrul Putra. 

Sayangnya, anak pertama mereka bernama Rinra Sujiwa Syahrul Putra adalah praja di IPDN, meninggal dunia pada Januari 2011.

Rinra meninggal dunia pada tahun 2011 ketika Syahrul Yasin Limpo masih menjabat sebagai Gubernur Sumatera Selatan. (")

 

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar