Upayakan Larang Pemegang Paspor Israel Masuk RI, Politisi Kebon Sirih Lukmanul Hakim Sampaikan Usulan

Politik | 03 Apr 2026 | 16:25 WIB
Upayakan Larang Pemegang Paspor Israel Masuk RI, Politisi Kebon Sirih Lukmanul Hakim Sampaikan Usulan
Ilustrasi: Petugas Imigrasi melayani penerbitan paspor untuk warga yang berencana umrah.

Uwrite.id - Jakarta - Anggota DPRD DKI Jakarta Lukmanul Hakim meminta agar pemerintah menangkal pemegang paspor Israel masuk ke Indonesia sebagai respons atas penyerangan Markas Pasukan Penjaga Perdamaian atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yang mengakibatkan gugurnya tiga anggota TNI.

"Sebagai respons atas apa yang terjadi, tidak bijaksana kalau kita sebagai sebuah negara besar diam saja. Semut saja kalau diinjak menggigit, masa kita dilukai tidak melakukan respon apa-apa," ujar Lukman di Jakarta, Jumat (03/04).

Dia juga memohon kepada Presiden Prabowo Subianto agar mengambil langkah tegas terkait kejadian penyerangan Markas Pasukan Penjaga Perdamaian tersebut.

Menurut dia, penyerangan itu merupakan pelanggaran berat, sehingga tidaklah berlebihan apabila Indonesia, sebagai negara berdaulat, memberikan respons yang sepadan dengan menangkal para pemegang paspor Israel masuk ke Indonesia.

Lebih lanjut, Lukman menilai permintaan untuk menangkal pemegang paspor Israel tersebut merupakan sikap negara berdaulat yang memiliki kewenangan dan peran dalam konstelasi politik internasional.

Sebagaimana diketahui, artileri Israel menyerang Markas UNIFIL pada Minggu (29/03).

Pada insiden tersebut, tiga personil TNI, yakni Praka Farizal Rhomadhon, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur.

Sementara lima personil lainnya, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, Praka Arif Kurniawan, Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana, dan Praka Deni Rianto mengalami luka-luka.

Ketiga jenazah prajurit TNI yang gugur itu sedang diproses pemulangannya, sementara prajurit yang mengalami luka-luka sudah dirawat di rumah sakit setempat.

Menanggapi proses pemulangan dan perawatan itu, Lukmanul memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan Mabes TNI.

Dia pun mengaku bersyukur atas perhatian TNI dan pemerintah yang menganugerahi kenaikan pangkat luar biasa militer selain perang (KPLB OMSPA) satu tingkat kepada tiga prajurit yang gugur dan lain-lainnya.

"Apa yang dilakukan pemerintah di dalam negeri sangat pas. Sebagai pribadi, saya terharu mendengar berbagai penghargaan dan santunan yang diberikan. Tapi sekali lagi, sebagai bangsa berdaulat kita harus menunjukkan sikap yang jelas dan tegas terhadap Israel," tegas Lukman. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar