Upaya Rektor Uniba Isradi Zainal Dinilai Klop dengan Strategi Pemerintah, Kesempatan Tatap Muka dengan Prasetyo Hadi

Pendidikan | 16 Jan 2026 | 15:00 WIB
Upaya Rektor Uniba Isradi Zainal Dinilai Klop dengan Strategi Pemerintah, Kesempatan Tatap Muka dengan Prasetyo Hadi
Rektor Uniba juga mengomentari bahwa sudah tepat arah Pemerintah dewasa ini pada bidang penguatan kualitas PTN/PTS tanpa membebani dari sisi pembiayaan.

Uwrite.id - Jakarta - Rektor Universitas Balikpapan, Isradi Zainal berkesempatan bertatap muka dengan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, di sela-sela pertemuan Taklimat Presiden di hadapan 1.200 rektor dan guru besar se-Indonesia di Istana Negara tanggal 15 Januari lalu.

Istana kala itu cukup dipenuhi kalangan akademik. Tamu undangan yang hadir meliputi unsur guru besar perguruan tinggi negeri dan juga perguruan tinggi swasta. Sebagai bagian dari seri sambung rasa intensif istana dengan berbagai elemen pendidikan tinggi, hearing ini berjalan cukup komunikatif. Pada forum tersebut, Prabowo berdiskusi dengan para hadirin yang merupakan kalangan kaum akademisi dan guru besar.

“Maka dari itu, Bapak Presiden melakukan banyak komunikasi dan dengan berbagai kalangan, dan hari ini kebetulan jadwalnya adalah akan berdiskusi dan membangun komunikasi kepada para rektor, guru besar, baik perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta,” papar Mensetneg.

Dengan komitmen yang kuat, penguatan bidang pendidikan menjadi prioritas utama Prabowo pada seminggu belakangan, sebagai landasan kokoh pembangunan nasional, seiring upaya pemerintah mewujudkan swasembada energi dan swasembada pangan, menuju Indonesia yang lebih maju dan mandiri.

Sedangkan terkait substansi pembahasan, Menteri Pras menyampaikan diskusi mencakup berbagai dinamika dunia pendidikan tinggi serta poin-poin strategis berkenaan dengan problematika pembiayaan kegiatan akademik saat ini, menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Diskusinya ini juga sudah dimulai oleh Kementerian Diktisaintek, misalnya berkenaan dengan bagaimana kita mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter kita yang berdasarkan data kita masih kekurangan hampir di atas 100 ribuan,” imbuh Prasetyo.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kualitas perguruan tinggi, baik dari aspek keberlanjutan pembiayaan operasional, penyiapan sumberdaya dosen, serta kelengkapan sarana dan prasarana pendidikan.

Baca Juga : Pasca Fakultas Kedokteran Berdiri, Uniba Kian Moncer di Mata Orangtua Mahasiswa 

Dengan visi yang jelas, perguruan tinggi di Indonesia menjadi fokus utama Pemerintah, lanjut Menteri Pras, untuk terus meningkatkan kapasitasnya serta membebaskan masyarakat dan mahasiswa dari beban pembiayaan yang berat, sehingga pendidikan tinggi dapat dinikmati semua kalangan dengan lebih merata dan mempunyai output yang unggul.

Pada konteks ini, Rektor Uniba juga mengomentari bahwa sudah tepat arah Pemerintah dewasa ini pada bidang penguatan kualitas PTN/PTS tanpa membebani pembiayaan yang berlebih pada peserta didik perguruan tinggi. "Kami sendiri di Universitas Balikpapan telah memulai dengan banyak program kerjasama korporasi besar di Kaltim, dalam ikut serta membiayai kegiatan studi mahasiswa lewat beasiswa," ungkap Isradi lagi. Di samping itu, Uniba juga mencoba berkontribusi serius pada langkah percepatan penyiapan tenaga dokter untuk puluhan ribu titik daerah terpencil di indonesia, dengan mulai beroperasinya Fakultas Kedokteran di medio 2025.

Senada dengan itu, Menteri Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah pusat tengah mengkalkulasi penciptaan pendidikan tinggi berkualitas tanpa pembebanan berlebih pada mahasiswa atau orang tua/wali mahasiswa. 

“Andaikata memungkinkan kita sedang coba menghitung bagaimana universitas-universitas ini dapat lebih maju dan berkualitas, dan tidak memberatkan dari sisi pembiayaan bagi masyarakat atau bagi mahasiswa,” pungkas Prasetyo Hadi. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar