UN Kutuk Keras Serangan terhadap Anggota Peacekeeping Guard UNIFIL TNI yang Terjadi di Lebanon Selatan

Peristiwa | 02 Apr 2026 | 01:02 WIB
UN Kutuk Keras Serangan terhadap Anggota Peacekeeping Guard UNIFIL TNI yang Terjadi di Lebanon Selatan
Kendaraan pengangkut personel Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) berpatroli di dataran Lebanon selatan di wilayah Khiam di perbatasan dengan Israel pada 10 Oktober 2023

Uwrite.id - New York - Sudah tiga personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) gugur di Lebanon selatan, salah satunya akibat serangan artileri militer Israel. Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix, mengecam keras serangan terhadap UNIFIL. 

"Pasukan penjaga perdamaian kami tetap berada di lapangan, melaksanakan tugas-tugas yang diamanatkan Dewan Keamanan (PBB), dalam kondisi yang sangat berbahaya ini,” kata Lacroix, yang dikutip dari situs resmi PBB, Selasa (31/03). 

Dalam konferensi pers di New York pada hari Senin, Lacroix mengatakan dua pasukan penjaga perdamaian asal Indonesia meninggal pada hari itu ketika sebuah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan di Sektor Timur, melukai dua lainnya. 

Sehari sebelumnya, seorang pasukan penjaga perdamaian asal Indonesia lainnya meninggal dalam ledakan di dalam pangkalan UNIFIL di Ett Taibe, juga di Sektor Timur, dengan satu lainnya terluka parah dan dievakuasi ke Beirut. Media Lebanon melaporkan ledakan di pangkalan itu bersumber dari artileri militer Israel. 

“Kami mengutuk keras insiden yang tidak dapat diterima ini. Pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran,” kata Lacroix, menambahkan bahwa UNIFIL sedang menyelidiki untuk menentukan keadaan kematian tiga TNI tersebut. “Semua tindakan yang membahayakan pasukan penjaga perdamaian harus dihentikan," pungkasnya. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar