Tidak Benar, Pernyataan Panglima TNI Yudo Margono Pesawat Susi Air Sudah Dilarang Terbang Tapi Maksa

Politik | 15 Feb 2023 | 13:11 WIB
Tidak Benar, Pernyataan Panglima TNI Yudo Margono Pesawat Susi Air Sudah Dilarang Terbang Tapi Maksa

Uwrite.id - Panglima TNI Yudo Margono telah berulang kali membuat beberapa pernyataan yang salah terkait situasi di Nduga, Papua yang dapat membahayakan pertahanan dan keamanan negara jika tidak dipercaya oleh publik. Pernyataan yang salah tersebut dapat mengganggu opini publik dan membuat ketidakpercayaan terhadap TNI, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi dukungan publik untuk upaya-upaya keamanan dan pertahanan negara.

Pada 8 Februari 2023, Panglima TNI Yudo Margono mengatakan bahwa Susi Air telah dilarang terbang karena terlibat dalam insiden pembakaran dan penyanderaan pilot Susi Air di Paro, Nduga, Papua. Pada kenyataannya pernyataan beliau tersebut tidak benar, sebab Susi Air telah memiliki kontrak dengan Pemerintah Indonesia untuk penyelenggaraan penerbangan perintis dari dan ke Bandara Paro dan penerbangan ke dan dari Paro selama ini sudah dilakukan secara rutin dan sebelum terjadinya peristiwa pembakaran pesawat dan penyanderaan pilot Susi Air tidak ada sama sekali larangan terbang ke Paro kepada Susi Air. 

Selain pernyataan tentang larang terbang Susi Air yang tidak pernah ada itu, Yudo Margono juga mengatakan bahwa tidak ada penyanderaan pilot Susi Air, pada kenyataannya pilot tersebut memang disandera oleh KKB di Nduga, Papua dan hingga saat ini belum dibebaskan. Selain belakangan terbukti tidak benar, pernyataan Panglima TNI bertentangan dengan pernyataan Kapolri yang mana hal ini menimbulkan kebingungan dan ketidakpastian di kalangan para prajurit dan masyarakat umum.

Jika Panglima TNI terlalu sering memberikan pernyataan yang tidak benar, maka hal ini dapat membuat publik tidak mempercayai lagi pernyataan-pernyataannya. Akibatnya hal ini dapat berakibat hilangnya kepercayaan publik terhadap upaya-upaya keamanan dan pertahanan negara yang dapat membahayakan keamanan dan stabilitas negara.

Oleh karena itu, sangat penting bagi Panglima TNI untuk berhati-hati dalam memberikan pernyataan publik dan memastikan bahwa pernyataannya didasarkan pada fakta yang jelas. Ia harus memperhitungkan implikasi dari pernyataannya dan memastikan bahwa ia memberikan dukungan yang jelas untuk upaya-upaya keamanan dan pertahanan negara. Kedepannya Panglima TNI Yudo Margono harus lebih berhati-hati dalam membuat pernyataan agar publik percaya bahwa pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan oleh Panglima TNI adalah informasi resmi yang layak dipercaya.

Selain itu, Panglima TNI harus lebih prudent dalam memberikan pernyataan publik, dengan mempertimbangkan kredibilitas TNI dan kepercayaan publik pada institusi TNI. Jika Panglima TNI terburu-buru dalam memberikan pernyataan publik, hal ini dapat mengganggu upaya-upaya keamanan dan pertahanan negara, yang pada gilirannya dapat membahayakan stabilitas dan keamanan negara.

Dalam situasi yang sensitif seperti situasi di Nduga, Papua, Panglima TNI harus berhati-hati dan memastikan bahwa pernyataannya didasarkan pada fakta yang jelas dan mempertimbangkan implikasi dari pernyataannya. Dengan cara ini, TNI dapat memastikan bahwa keamanan dan pertahanan negara terjaga dan mendapatkan dukungan publik yang kuat.

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar