Temuan Medis Terkini : Kandungan Nicotinamide Mononucleotide (NMN), Atasi Penuaan Dini

Kesehatan | 13 May 2024 | 20:09 WIB
Temuan Medis Terkini : Kandungan Nicotinamide Mononucleotide (NMN), Atasi Penuaan Dini
Illustrasi : Leader Dynace Republik Kamerun tengah berfoto dengan memajang satu set Rocenta sebagai fokus unggulan mereka. (Istimewa)

Uwrite.id - Nicotinamide Mononucleotide (NMN) menjadi pusat perhatian dalam dunia kesehatan sebagai senjata ampuh melawan penuaan dini. NMN adalah bahan alami dalam tubuh manusia yang penting untuk membuat molekul bernama Nicotinamide Adenine Dinucleotide (NAD+). Kandungan tersebut bertindak sebagai koenzim yang sangat penting bagi tubuh, yaitu senyawa yang diperlukan untuk berfungsinya protein yang disebut enzim.

NAD+ vital peranannya dalam beragam proses biologis, termasuk kematian sel, penuaan, ekspresi gen, neuro inflamasi, dan perbaikan DNA. Namun, tingkat NAD+ secara alami menurun seiring bertambahnya usia karena penurunan produksi dan peningkatan penggunaan senyawa penting ini. Penipisan itu bisa berdampak negatif terhadap status kesehatan selama penuaan dan dapat meningkatkan risiko penyakit yang berkaitan dengan usia.

Untuk mendorong produksi NAD+, konsumsi NMN dalam kadar tertentu diperlukan. Sebab, NMN juga dapat ditemukan pada bahan makanan, termasuk seperti brokoli, tomat, jamur, alpukat, dan edamame. Selain pada bahan alami, NMN juga terdapat dalam komposisi yang cukup pada produk Rocenta Dynace. Berikut fakta lain mengenai NMN yang dapat mengatasi penuaan dini.

1. Manfaat Nicotinamide Mononucleotide (NMN)

Meningkatkan kadar NAD+ dengan menggunakan suplemen NMN dapat membantu meningkatkan kinerja fisik dan energi. Selain itu, NMN juga dapat meningkatkan aspek kesehatan metabolisme tertentu, seperti sensivitas tubuh terhadap insulin.

Selain potensi anti-aging-nya, NMN juga banyak diteliti dan dilihat manfaatnya dalam penanganan berbagai jenis penyakit, termasuk diabetes tipe 2, obesitas, penyakit jantung koroner, stroke iskemik, lemah dan gagal jantung, serta penyakit alzheimer. NMN juga dapat menangani penyakit neurodegeneratif lainnya, seperti cedera kornea, degenerasi makula dan retina, cedera ginjal akut, penyakit liver akibat alkoholisme, dan sebagainya.

Para ahli di dunia kesehatan mulai melirik potensi dari NMN, termasuk salah satunya David A. Sinclair, A.O., Ph.D., seorang profesor di Harvard Medical School yang merupakan pelopor dalam penelitian tentang NMN. Melalui penelitiannya, David Sinclair mendukung potensi besar dari senyawa ini dalam memperbaiki kesehatan dan memperlambat penuaan.

Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut tengah dilakukan. Para ahli kesehatan di seluruh dunia sedang memberikan perhatian serius terhadap NMN untuk memvalidasi manfaat-manfaat kesehatannya hingga akhirnya dapat dikenal oleh masyarakat secara luas, termasuk di Indonesia.

3. Potensi Risiko dan Efek Samping NMN

“NMN secara umum dianggap aman, dan tidak ada efek samping besar yang dilaporkan pada manusia,” ucap Mary Sabat, ahli diet terdaftar, dikutip Health Forbes.

NMN adalah suplemen yang relatif baru penelitian pada manusia saat ini masih terbatas terkait dengan penggunaannya. Namun sejauh ini, berdasarkan hasil penelitian pada manusia, NMN dianggap aman dalam dosis yang tepat.

Sebuah studi kecil tahun 2021 di Frontiers in Nutrition mengamati 30 peserta yang mengonsumsi 250 miligram NMN atau plasebo setiap hari selama 12 minggu dan menyimpulkan bahwa pengguna NMN mungkin mengalami efek samping ringan termasuk sakit perut, diare, gas, dan masalah kesehatan pernapasan bagian atas.

4. Cara Mengkonsumsi Lebih Banyak NMN Secara Alami

Mengonsumsi makanan yang mengandung NMN dapat memberikan beberapa manfaat dalam meningkatkan kadar NAD+ seseorang. Makanan tersebut antara lain; edamame, mentimun, brokoli, dan alpukat.

Namun, tingkat NMN yang diperoleh melalui makanan saja mungkin tidak memadai untuk menciptakan efek yang signifikan. Untuk itu, praktik gaya hidup sehat seperti olahraga teratur dan pola makan seimbang diyakini dapat membantu mendukung produksi NAD+ dalam tubuh. Demikian pula, ibadah yang intensif, mendekatkan diri kepada yang Mahakuasa diimbangi dengan istirahat yang cukup, dapat menstimulasi peningkatan NAD+ di tubuh manusia pada umumnya.

Illustrasi : Keseimbangan antara ibadah kepada Yang Mahakuasa, dan istirahat menjadi cofactor tambahan bagi sel tubuh untuk aktif memproduksi NMN. (Forbes Health : 2023)

Terkait dengan dosis, saat ini tidak ada batasan atas yang ditetapkan untuk NMN dan tidak diketahui apakah dosis yang sangat besar berdampak negatif terhadap kesehatan. Untuk itu, penting berkonsultasi dengan pihak penyedia layanan sebelum mengonsumsi suplemen yang mengandung NMN.

Itulah kegunaan, manfaat, dan cara mengonsumsi NMN yang berguna untuk mengatasi penuaan dini dan menunjang kualitas hidup yang lebih baik. Dari beragam ragam manfaat tersebut, suplemen dengan kandungan NMN pun terus dikembangkan. (*)

 

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar