Tembus Pasar Meksiko di TEI 2026, MPIG Teh Java Preanger Dorong Kebangkitan Industri Teh Nasional

Uwrite.id -
TANGERANG — 16 Oktober 2026, Industri teh Indonesia menunjukkan taringnya di kancah internasional. Melalui ajang pameran Trade Expo Indonesia (TEI) 2026, produk teh lokal unggulan Teh Java Preanger resmi mengamankan kontrak ekspor ke pasar Meksiko selama satu tahun.
Penandatanganan kesepakatan dagang tersebut disaksikan langsung oleh perwakilan Kementerian Perdagangan di area pameran. Buyer asal Meksiko sepakat mengimpor teh specialty berkualitas tinggi asal Jawa Barat tersebut secara stabil setelah memenuhi seluruh persyaratan standar pasar internasional.
Pakar Teh sekaligus perwakilan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Teh Java Preanger, Dr. Ir. Hj. Rohayati Suprihatini, mengungkapkan bahwa capaian ini menjadi sinyal positif di tengah upaya penguatan pasar ekspor teh Indonesia.
"Alhamdulillah, buyer dari Meksiko sudah resmi deal kontrak selama satu tahun dengan harga yang saling menguntungkan (win-win). Mereka membutuhkan ketersediaan teh berkualitas tinggi dalam jumlah besar dan pasokan yang konsisten," ujar Rohayati saat ditemui di lokasi pameran Trade Expo Indonesia 2026.
Selain Meksiko, Rohayati menyampaikan bahwa beberapa calon pembeli internasional lain juga menunjukkan ketertarikan serius. Salah satunya adalah buyer asal Jepang yang melirik produk teh lokal untuk diolah menjadi minuman siap minum (ready-to-drink) kemasan botol di pasar Jepang dengan menyertakan logo Indikasi Geografis (IG) Indonesia.
Dorong Edukasi Kesehatan dan Peningkatan Konsumsi Domestik
Di samping memperluas pasar ekspor, Rohayati menyoroti pentingnya edukasi bagi masyarakat dalam negeri mengenai manfaat kesehatan (health benefits) teh lokal Indonesia. Karakteristik teh dataran tinggi maupun dataran rendah Indonesia dinilai memiliki cita rasa yang kuat, kaya, dan khas.
Namun, ia menyayangkan tingkat konsumsi teh masyarakat Indonesia yang saat ini masih relatif rendah, yakni rata-rata hanya setengah cangkir per hari.
"Kami terus melakukan sosialisasi secara konsisten agar masyarakat Indonesia bisa meningkatkan konsumsi teh lokal berkualitas tinggi sebagai bagian dari gaya hidup sehat harian. Harapannya, kita bisa menjadi 'raja' di pasar kita sendiri," tuturnya.
Peringatan Seruan Proteksi Pasar dan Subsidi Pemerintah
Rohayati juga memberikan peringatan terkait besarnya ancaman gempuran produk teh impor—seperti dari Vietnam dan Cina—yang membanjiri pasar domestik dalam tiga tahun terakhir. Hal ini diperparah dengan penurunan pangsa ekspor teh nasional yang saat ini berada di angka kisaran 3%, jauh berbanding terbalik dibanding era kejayaannya di masa lalu yang sempat menyentuh angka 8%.
Untuk mencegah Indonesia berubah menjadi negara net-importer teh, para pelaku usaha dan petani teh lokal sangat mengharapkan intervensi serta proteksi nyata dari pemerintah.
"Kami sangat menantikan kebijakan proteksi dari pemerintah, baik dari segi tata niaga maupun tarif impor untuk melindungi pasar domestik. Selain itu, kami juga berharap pemerintah memberikan subsidi input produksi seperti yang dilakukan negara lain, sehingga daya saing dan tingkat produksi petani kita bisa meningkat," pungkas Rohayati.
Dengan sinergi yang kuat antara petani, pelaku bisnis, dan kebijakan protektif pemerintah, industri teh Indonesia diharapkan mampu meraih kembali kejayaannya di kancah perdagangan global sebagaimana dua dekade silam.
Sumber: https://www.mediapatriot.co.id/2026/10/17/tembus-pasar-meksiko-di-tei-2026-mpig-teh-java-preanger-dorong-kebangkitan-industri-teh-nasional/

Tulis Komentar