Tanpa PDIP, Delapan Fraksi di DPR Kompak Suarakan Tolak Sistem Pemilu Proporsional Tertutup

Politik | 31 May 2023 | 06:34 WIB
Tanpa PDIP, Delapan Fraksi di DPR Kompak Suarakan Tolak Sistem Pemilu Proporsional Tertutup
8 fraksi DPR minus PDIP tegaskan menolak pemilu proporsional tertutup.

Uwrite.id - Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai materi uji Undang-undang Pemilu masih belum diumumkan secara resmi, namun suara perlawanan terus digaungkan. Baru-baru ini, delapan fraksi di DPR secara tegas menolak sistem pemilu proporsional tertutup. Penolakan usulan oleh Delapan Fraksi dilakukan melalui Konferensi Pers yang digelar di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan. Namun, seperti sebelumnya, fraksi PDIP tidak ikut serta dalam konferensi pers tersebut.

Sebelumnya, delapan partai politik di parlemen juga secara tegas menolak kembali penerapan sistem pemilu proporsional tertutup. Mereka menyampaikan penolakan tersebut dalam forum pertemuan yang diadakan di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Ketua Fraksi Partai Golkar, Kahar Muzakir, yang menjadi pembuka konferensi pers, menegaskan bahwa sistem pemilu terbuka telah diberlakukan sejak lama dan tidak bisa diubah begitu saja. Terlebih lagi, tahapan Pemilu 2024 telah berjalan.

“Oleh karena itu, kami meminta agar sistem tetap terbuka,” ujar Kahar.

Sementara itu, anggota Fraksi PAN dan Wakil Ketua MPR, Yandri Susanto, mengingatkan bahwa MK sebelumnya telah memutuskan perubahan sistem pemilu dari tertutup menjadi terbuka pada tahun 2008. Ia berharap agar MK tetap konsisten dengan putusannya yang telah ada.

"Kami berharap MK tetap mempertahankan komitmen untuk menjaga sistem proporsional terbuka seperti yang diputuskan sebelumnya pada tahun 2008," ujar Yandri.

Pada akhir konferensi pers, anggota dan pimpinan dari delapan fraksi tersebut berdiri di tangan sambil bersama-sama menyetujui penolakan dengan yel-yel perlawanan sistem pemilu tertutup dan meminta agar tetap menggunakan sistem pemilu terbuka. Yel-yel tersebut dipimpin oleh anggota Komisi III dari Fraksi Partai Gerindra, Habiburokhman.

"Terbuka," kata Habiburokhman.

"Yes," sahut anggota dan pimpinan fraksi.

"Tertutup," ucap Habiburokhman.

"No," sahut anggota dan pimpinan fraksi.

Sebelumnya, delapan partai politik di parlemen telah secara tegas menolak kembali penerapan sistem pemilu proporsional tertutup. Mereka menyampaikan penolakan tersebut dalam forum pertemuan yang diadakan di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

Partai-partai yang hadir antara lain Partai Golkar sebagai inisiator, Partai NasDem, PKB, Partai Demokrat, PKS, PAN, dan PPP. Meskipun Partai Gerindra tidak hadir dalam pertemuan tersebut, mereka tetap mendukung penolakan terhadap sistem proporsional tertutup. Sedangkan PDI Perjuangan tidak mengikuti pertemuan atau menyatakan sikap dalam pertemuan tersebut.

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar