Tanggapi Pengakuan Budiman Sudjatmiko, Pengamat Sesalkan Istri Jokowi Diduga Ikut Campur Pilih Menteri

Politik | 29 Aug 2023 | 09:57 WIB
Tanggapi Pengakuan Budiman Sudjatmiko, Pengamat Sesalkan Istri Jokowi Diduga Ikut Campur Pilih Menteri
Pengamat sosial dan politik, Muslim Arbi spontan menanggapi mengenai ikut campurnya istri presiden dalam pemilihan bakal anggota kabinet di era Joko Widodo. Kenyataan ini mencuat dalam acara "Kontroversi" di Metro TV.

Uwrite.id - Mantan politisi PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko, mengaku bahwa dirinya pernah ditawari menjadi menteri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetapi gagal karena tidak minta izin Ibu Negara, Iriana Jokowi.

Pengakuan ini disampaikan ketika Budiman menjadi narasumber "Kontroversi" di Metro TV, pada Kamis malam (24/08).

Pengakuan Budiman pun mendapat tanggapan beragam dari berbagai pegiat demokrasi dan aktivis.

Direktur Gerakan Perubahan (Garpu) Muslim Arbi mengatakan, Iriana, istri Jokowi, seperti yang diakui Budiman Sujatmiko, intervensi kabinet maka artinya Iriani cawe-cawe sebagai istri kepada Jokowi, suaminya dengan ikut campur atur kabinet.

Oleh karena itu, katanya, semakin terang benderang praktek KKN di rezim Jokowi. Padahal praktek KKN ditentang oleh seluruh rakyat. “Praktek KKN semakin terkuak dengan kasus Budiman Sujatmiko gagal jadi Menteri Desa,” ujar Muslim Arbi sebagaimana dikutip Safari Sidokaton (HanTer), Senin (28/08).

Muslim menilai, Iriana ikut intervensi Jokowi untuk menentukan seseorang menjadi menteri maka menunjukkan Jokowi tidak independen sebagai Presiden.

Tidak heran banyak kebijakan yang diputuskan Jokowi yang tidak berpihak ke rakyat. Seperti menaikkan harga BBM, listrik dan pajak.

“Istri ikut campur. Artinya istri ikut intervensi dan ikut kendalikan Jokowi. Ya, Jokowi dikendalikan istri,” tandasnya.

Harus Dibuka

Mantan Sekjen pertama Projo (relawan Jokowi) Guntur Siregar mengatakan, jika benar ucapan Budiman bahwa Iriana, istri Jokowi ikut atur dan intervensi kabinet maka semakin menguatkan info tentang Iriana yang sangat bisa mempengaruhi Presiden Jokowi.

Atas adanya intervensi Iriana terhadap Jokowi, sambung Guntur, maka Budiman harus buka suara ke publik. Sampaikan yang dialami Budiman atas intervensi Iriana kepada Jokowi seterang-terangnya tanpa harus ada yang ditutupi.

Karena di era Orde Baru (Orba) rakyat dibuat marah atas praktek KKN. Padahal Suharto setelah 25 tahun berkuasa baru berani anak-anaknya tampil ke dunia politik dan bisnis.

“Praktek KKN di jaman Orba imbasnya meledak peristiwa tahun 1998. Dahulu saudara Budiman dan saya semua teman-teman mahasiswa 98 menentang KKN. Budiman harus ceritakan ke publik,”  ujar Guntur Siregar, Minggu (27/08).

Guntur menilai praktek KKN sangat berbahaya untuk kelangsungan sebuah negara. Apalagi jika setiap presiden-nya bisa dipengaruhi oleh istrinya ketika suaminya mengeluarkan kebijakan politik. Sudah cukup istri mengintervensi prosesnya ketika di jaman Orba.

Diminta Jokowi

Dalam acara itu, Budiman Sudjatmiko buka suara terkait banyak hal, mulai dari dipecat PDIP hingga fakta dirinya pernah meminta Menteri Desa.

Ia membenarkan bahwa pernah meminta menjadi Menteri Desa. Tetapi menegaskan hanya sekali. Bukan berkali-kali.

Budiman bercerita, sebelum Presiden Jokowi memilih menteri dan melantik kabinet pertama kali pada 2014, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno memanggilnya. Pratikno mengajukan akan mengusulkan Budiman sebagai Menteri Desa.

Budiman Sudjatmiko yang saat ini telah resmi dipecat PDIP mengatakan, pernah diperintah untuk meminta izin Iriana Jokowi.

Meminta izin ibu negara ini, menurut Budiman, adalah perintah langsung dari Presiden Jokowi. Budiman menjelaskan, Presiden Jokowi sempat menawarinya jabatan menteri sebanyak dua kali, saat reshuffle kabinet.

Namun saat itu, kata Budiman, dirinya disuruh Presiden Jokowi agar minta izin dulu ke Ibu Negara atau istrinya, Iriana Jokowi, agar bisa mendapat jatah jabatan menteri.

"2015, Saya pernah dipanggil Pak Joko Widodo ke Istana. Waktu itu Pak Jokowi bilang ini mau ada reshuffle," kata Budiman.

Budiman menambahkan, saat itu Presiden Jokowi mengatakan kepadanya bahwa sudah bilang ke Iriana, namun belum ada kepastian.

"Saya sudah bilang ke ibu tapi belum ada kehendak. Oh ya, apa Mas Budiman minta izin ke Ibu dulu," kata Budiman menirukan ucapan Jokowi.

"Mas Budiman yang disuruh minta izin?," tanya Zilvia Iskandar yang memandu acara ke Budiman.

Budiman mengiyakan namun ia mengaku tidak melakukannya.

"Waduh Pak, saya ini nggak biasa minta-minta jabatan Pak," ujar Budiman menirukan jawabannya ke Jokowi saat itu.

Budiman menjelaskan, saat ia dulu menjabat anggota DPR dari PDIP, hal tu bukan hasil meminta jabatan, tapi mendapat penugasan.

"Waktu saya dulu di DPR mencalonkan jadi anggota DPR aja saya dapat penugasan bukan minta. (*)

 

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar