Tak Terima Pengeritik Lampung Dilaporkan Polisi, Warganet Membongkar Identitas Pelapor

Hukum | 12 Apr 2023 | 18:12 WIB
Tak Terima Pengeritik Lampung Dilaporkan Polisi, Warganet Membongkar Identitas Pelapor

Uwrite.id - Bima, konten kreator TikTok yang saat ini tengah menempuh pendidikan di Australia, viral di media sosial.

Bima viral setelah mempresentasikan kritiknya dalam sebuah makalah bergambar dengan judul "Alasan Lampung Gak Maju-maju".

Dalam video yang diunggahnya melalui akun TikTok @Awbimax, Bima menguraikan berbagai faktor yang menjadi penyebab kenapa Provinsi Lampung tidak maju-maju.

Bima mengungkapkan, banyak warga Lampung lari ke luar daerah atau luar negeri untuk mencari penghidupan karena Lampung tidak bisa menjanjikan hidup yang layak.

Video berdurasi 3 menit 28 detik itu juga menyinggung soal infrastruktur Lampung yang rusak di sana-sini.

"Ini di Lampung banyak sekali proyek yang mangkrak. Contohnya Kota Baru dari jaman gue SD sampai sekarang, tidak pernah ada dengar kabar lagi," tutur Bima, yang juga merupakan warga asal Lampung.

Karena proyek yang tidak jelas penyelesaiannya, Bima mempertanyakan aliran dana yang selama ini direncanakan untuk pembangunan.

"Itu aliran dana dari pemerintah pusat ratusan miliar, dan gue enggak tahu tuh sekarang udah jadi tempat jin buang anak kali," sambungnya.

 

Bima juga mengkritik sistem pendidikan di Lampung yang lemah.

"Gue enggak bilang Lampung itu kekurangan orang pintar ya, menteri-menteri aja banyak dari Lampung," kata Bima.

"Cuman proses penyaringan peserta didik yang ada di Lampung itu sendiri itu banyak kecurangan ya," lanjutnya.

Bima mengatakan bahwa selama ini banyak oknum yang berkontribusi pada lemahnya sistem pendidikan di Lampung.

"Kaya dosen nitipin anaknya, rektor nitipin ponakannya," ujarnya.

"Kunci jawaban tersebar, kalau UN kan itu yang nyebarin siapa kalau bukan yang dari pemerintah," sambungnya.

Menanggapi video tersebut, advokat bernama Ginda Ansori Wayka mengatakan, pihaknya telah melaporkan pemuda tersebut ke Polda Lampung.

"Kami meminta Kapolda Lampung, Irjen Helmy Santika untuk menindak akun TikTok Awbimax Reborn karena dalam videonya yang diunggah dalam akun Tiktok telah menyudutkan Provinsi Lampung," kata Ansori.

Pihak Ginda Ansori menyatakan bahwa sebagai putra daerah Lampung, ia sangat keberatan atas video yang disebar oleh pemilik akun.

"Dalam video yang itu tepatnya di menit ke 00.12, yang bersangkutan ini menyebut kata 'Dajjal', dan dia mengaku berasal dari Provinsi Lampung," kata Ansori.

Menurut Ansori, narasi yang dibangun oleh akun TikTok itu tidak berdasar dan membangun opini publik tanpa riset terlebih dahulu.

 

Tak pelak kejadian itu pun memicu reaksi keras di media sosial, banyak nitizen yang mengungkapkan kekecewaannya atas dilaporkannya Bima ke polisi hanya karena mengungkapkan pendapatnya.

Yang perlu menjadi catatan bahwa Bima dan Gindha Ansori sama-sama berasal dari Lampung.

@Partaisocmed melalui akun Twitternya pun ikut memberi komentar terkait masalah ini dengan caption:

"Oh jadi @gindha_ansori yg ngelaporin Bima ke polisi itu sedang bekerja untuk Gubernur Lampung", cuitnya.

Selain mengungkap identitas Gindha Asrori, akun @partaisocmed juga menunjukan beberapa foto proyek mangkrak di Provinsi Lampung.

 

“Penampakan mangkraknya Kota Baru Lampung yang tidak mau disebut mangkrak”, tulisnya.

 

Selain mengungkap beberapa bangunan proyek mangkrak di Lampung, @partaisocmed juga menunjukan sebuah foto pesta pernikahan mewah yang diduga anak Gubernur Lampung.

 

“Sementara itu, pernikahan anak Gubernur yang super mewah”, cuitnya.

 

Cuitan akun @partaisocmed pun langsung dibanjiri beragam komentar ketus dari para nitizen:

"Ada benang merahnya ternyata ????", cuit akun @99garislucu menimpali postingan @partaisocmed.

"Apa dibongkar aja kelakuan mereka tum. Mantep ini sekalian bantu keresahan anak Lampung juga", cuit @ZCmber21.

"kocakkkkkkk , orang dikritik membangun bukannya sadar malah ngelapor susah si", cuit akun @Wansssse.

"Minimal sbg senior, edukasi dlu lah kalau emang dirasa salah apa yg diomongin sama Bima, mentang mentung ad power dan deket ama kekuasaan maen lgsg lopar lapor aja, zzz", cuit akun @adejoon.

"Rai rai tembok sih... Dikritik bukan malah evaluasi dan ngaca, malah ngelaporin", cuit akun @romiemocka.

"Padahal yang diomongin bima bener ;)

Masa jalan dari gw sd sampe lulus kuliah masih jelek aja, ada sih perubahannya yaitu tambah jelek. Hadeuuh", cuit akun @istriNJYJJVJK.

Sampai hari ini cuitan @partaisocmed masih dibanjiri ratusan komentar dari para nitizen. Dan kejadian tersebut pun menimbulkan pertanyaan tentang kebebasan berbicara dan peran media sosial dalam masyarakat modern. Masih harus dilihat bagaimana polisi menangani situasi tersebut dan apa dampaknya bagi komunitas online di Lampung.

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar