Tak Bisa Dipungkiri, Apapun Alasannya, Serangan ke Markas UNIFIL Langgar Hukum Internasional

Uwrite.id - Beirut - Seorang prajurit TNI, Praka Farizal Rhomadhon, gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di bawah bendera United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Prajurit yang bertugas di Yonif 113/Jaya Sakti (JS), Brigade Infanteri 25/Siwah, Kodam Iskandar Muda, Aceh tersebut dilaporkan meninggal dunia akibat serangan di wilayah Lebanon Selatan pada usia 28 tahun.
Praka Farizal yang berasal dari Lendah, Kulon Progo itu diketahui menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kompi Markas (Kima) Yonif 113/JS. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, terutama bagi keluarga yang ditinggalkan, yakni seorang istri dan anak yang masih berusia dua tahun.
Adapun insiden terjadi pada Minggu (29/03) di markas UNIFIL yang berada di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan. Serangan berupa ledakan proyektil menghantam posisi kontingen Indonesia di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara militer Israel (IDF) dan kelompok Hizbullah.
Selain menewaskan Praka Farizal, serangan artileri tersebut juga menyebabkan tiga prajurit TNI lainnya mengalami luka. Praka Rico Pramudia dilaporkan mengalami luka berat dan telah dievakuasi ke Beirut, sementara Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya prajurit TNI tersebut.
Dalam pernyataannya, Kemlu menegaskan bahwa insiden terjadi akibat serangan artileri tidak langsung yang mengenai posisi kontingen Indonesia di tengah laporan saling serang antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon Selatan.
“Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan dukacita yang mendalam atas gugurnya satu personel pemelihara perdamaian Indonesia dan tiga personel lainnya terluka saat bertugas di UNIFIL,” demikian pernyataan resmi Kemlu, dikutip Selasa (31/03).
Indonesia juga mengecam keras serangan tersebut dan mendesak dilakukan penyelidikan secara menyeluruh dan transparan. Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan personel penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus dihormati sepenuhnya sesuai hukum internasional.
“Kami memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabdian almarhum bagi perdamaian dunia,” lanjut pernyataan tersebut.
Pemerintah Indonesia juga menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon, menghentikan serangan yang membahayakan warga sipil, serta kembali menempuh jalur dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, turut mengecam keras insiden tersebut. Ia menyatakan sangat mengutuk tewasnya penjaga perdamaian asal Indonesia di tengah konflik antara Israel dan Hizbullah.
“Saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga, rekan, serta kepada Indonesia. Saya juga berharap penjaga perdamaian yang terluka dapat segera pulih,” ujar Guterres.
Ia menambahkan, insiden tersebut merupakan salah satu dari rangkaian kejadian yang membahayakan keselamatan personel penjaga perdamaian PBB. Guterres pun menyerukan agar seluruh pihak mematuhi kewajiban hukum internasional dan menjamin keamanan personel serta fasilitas PBB.
Kecaman serupa juga disampaikan oleh Kedutaan Besar Republik Islam Iran yang menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Indonesia. Iran mengecam keras serangan tersebut dan menilai tindakan yang menargetkan penjaga perdamaian itu merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
“Kami mengutuk keras tindakan keji ini, yang merupakan konsekuensi langsung dari agresi berkelanjutan Israel. Menargetkan pasukan penjaga perdamaian adalah pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan tidak boleh dibiarkan tanpa hukuman,” tulis Kedutaan Besar Iran.
Saat ini, jenazah Praka Farizal Rhomadhon disemayamkan di East Sector Headquarters (HQ) UNIFIL. TNI bersama KBRI Beirut tengah mengurus proses administrasi untuk segera memulangkan jenazah ke Indonesia.
TNI menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi di Lebanon dan meningkatkan kewaspadaan sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) UNIFIL, mengingat kondisi keamanan di wilayah penugasan yang semakin memanas.
"Prajurit yang gugur saat ini disemayamkan di East Sector Headquarters (HQ) dan dalam penyelesaian administrasi pemulangan ke Indonesia dengan dibantu oleh pihak KBRI Beirut,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, dilansir dari Antara. (*)

Tulis Komentar