Tak Ada Busa di Mulut dan Hidung, RS Muhammadiyah Taman Puring Bantah Foto Jenazah Sutrimo yang Beredar

Kesehatan | 29 Jul 2026 | 22:27 WIB
Tak Ada Busa di Mulut dan Hidung, RS Muhammadiyah Taman Puring Bantah Foto Jenazah Sutrimo yang Beredar
Keterangan Foto: Ilustrasi ambulans tiba di IGD RS Muhammadiyah Taman Puring. [Istimewa]

Uwrite.id - Jakarta - Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring memastikan tidak menemukan adanya busa pada mulut maupun hidung jenazah Sutrimo saat tiba di Instalasi Gawat Darurat. Hal itu disampaikan untuk meluruskan foto dan narasi yang beredar di media sosial terkait kematian pria yang ditemukan tak sadarkan diri di Kebayoran Baru.

Divisi Hukum RS Muhammadiyah Taman Puring, Ahmad, mengatakan korban datang menggunakan ambulans luar dalam kondisi sudah terbungkus selimut berwarna biru pada Kamis (23/07).

"Ketika sampai di rumah sakit, kami tidak melihat adanya busa. Kami juga tidak mengetahui dari mana informasi tersebut berasal," ujar Ahmad kepada wartawan, Senin (27/07).

Pernyataan itu muncul di tengah penyelidikan polisi terkait kematian misterius Sutrimo. Sebelumnya beredar foto yang memperlihatkan adanya busa di sekitar mulut jenazah. Namun pihak rumah sakit membantah hal itu ditemukan saat pemeriksaan awal di IGD.

Ahmad menjelaskan tim medis langsung melakukan pemeriksaan EKG begitu korban tiba. Dari hasil pemeriksaan tersebut tidak ditemukan lagi aktivitas jantung.

"Pasien atas nama Sutrimo dibawa ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring menggunakan ambulans luar. Berdasarkan pemeriksaan tim medis di UGD, pasien dinyatakan meninggal dunia sebelum tiba di rumah sakit," jelasnya.

Selain EKG, tim medis juga melakukan pemeriksaan luar pada tubuh korban. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik.

Setelah dinyatakan meninggal, jenazah Sutrimo hanya menjalani proses pembersihan tanpa pemeriksaan lanjutan di rumah sakit. Tidak ada otopsi yang dilakukan di RS Muhammadiyah Taman Puring.

Berdasarkan berita acara rumah sakit, penanggung jawab jenazah tercatat atas nama Febrio Adiono yang datang bersama tiga orang lainnya.

Tidak lama setelah proses administrasi selesai, sekitar sebelum pukul 12.00 WIB, jenazah diserahkan kembali kepada pihak keluarga dan rombongan. Jenazah kemudian dibawa ke Banyumas, Jawa Tengah.

Sebelumnya, Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/07). Warga sekitar lalu memanggil ambulans untuk mengevakuasi korban.

Setiba di RS Muhammadiyah Taman Puring, tim medis hanya bisa menyatakan korban telah meninggal dunia. Penyebabnya belum bisa dipastikan karena tidak ada pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit tersebut.

Hingga kini, penyebab pasti kematian Sutrimo masih menjadi misteri. Polda Metro Jaya masih melakukan penyelidikan intensif.

Penyidik telah meminta keterangan dari sejumlah saksi. Mulai dari keluarga korban, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, hingga pihak lain yang mengetahui rangkaian peristiwa tersebut.

Selain itu, polisi juga mendalami rekam medis korban, riwayat pemesanan ambulans, serta lokasi awal korban ditemukan. CCTV di sekitar Klinik Mordent juga menjadi salah satu barang bukti yang diperiksa.

Di sisi lain, beredar informasi di media sosial dan kalangan wartawan yang menyebut Sutrimo merupakan kepala rumah tangga di rumah dinas mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah.

Menanggapi hal itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan informasi tersebut masih dalam proses pendalaman. Pihaknya belum bisa memastikan kebenarannya.

Dengan bantahan dari pihak rumah sakit soal tidak adanya busa pada jenazah, penyidik kini fokus mencocokkan keterangan saksi dengan bukti foto yang beredar. Apakah busa itu muncul sebelum korban dibawa ke rumah sakit atau setelahnya.

Kasus ini masih terus bergulir. Polda Metro Jaya berjanji akan mengumumkan hasil penyelidikan setelah seluruh keterangan dan bukti selesai dianalisis. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar