Tahun Ini dan Tahun Kemarin Tidak Peroleh Murid Baru, Problem SDN Nailan Ponorogo

Pendidikan | 14 Jul 2026 | 09:42 WIB
Tahun Ini dan Tahun Kemarin Tidak Peroleh Murid Baru, Problem SDN Nailan Ponorogo
Di Desa Nailan sendiri, terdapat delapan murid Taman Kanak-kanak (TK). Sementara jumlah anak di playgroup saat ini tercatat sebanyak 13 siswa.

Uwrite.id - Ponorogo - Kondisi yang cukup memprihatinkan tengah dialami SD Negeri Nailan, Kecamatan Slahung, Ponorogo. Sangat disayangkan, Sekolah Dasar Negeri ini sudah dua tahun berturut-turut, yakni 2015 dan 2016, tidak menerima peserta didik baru. Akibatnya, saat ini kelas 1 dan kelas 2 sama sekali tidak memiliki murid.

Berdasarkan catatan sekolah, jumlah murid yang masih bertahan hanya 13 anak. Tentunya ini menjadi perhatian sekolah dan pemerintahan desa bersama dengan rincian kelas 6 ada tujuh murid, kelas 5 dua murid, kelas 4 satu murid, kelas 3 tiga murid, sementara kelas 2 dan kelas 1 tidak ada murid sama sekali.

Kepala Desa Nailan, Nurhadi menyampaikan, sedikitnya jumlah murid bukan disebabkan sarana sekolah yang kurang. Hal ini menunjukkan bahwa persaingan antar lembaga pendidikan sangat ketat. Menurut beliau, SDN Nailan berada di tengah banyaknya lembaga pendidikan lain yang lebih diminati warga, khususnya sekolah dengan basis keagamaan.

"Sebetulnya wilayah kita dikelilingi banyak sekolah. Ada SD Gontor, ada MIN, lalu di sebelah timur ada Ar Risalah. Warga bagian selatan banyak yang ke Gundik, yang utara ke Singkil. Hal inibjuga menjadi faktor penyebab orang tua murid mengirim putra-putrinya secara menyebar. Jadi memang pilihan sekolah di sekitar sini sangat beragam," ungkap Nurhadi, Senin (13/07).

Ia menjelaskan, kecenderungan masyarakat saat ini lebih memilih menyekolahkan anak ke lembaga yang menawarkan pendidikan agama lebih mendalam. Tak bisa disalahkan juga, ini cerminan pilihan orang tua akan harapan pemahaman keagamaan optimal ke depannya bagi anak. "Sekarang masyarakat mengutamakan pendidikan dasar dengan pondasi keagamaan yang kuat. Karena itu kebanyakan memilih ke MIN," jelasnya.

Pemerintah desa, tambah Nurhadi, sebenarnya sudah berupaya mempertahankan keberadaan SDN Nailan. “Kita patut mengapresiasi ikhtiar tersebut. Salah satu langkahnya dengan mengarahkan anak-anak dari kelompok bermain dan TK untuk melanjutkan ke SDN Nailan,” ungkapnya. Tetapi, upaya itu belum memberikan output yang diinginkan. 

"Kami sudah kumpulkan wali murid, kami tanya alasannya. Tapi jawabannya tetap sama, 'Pak, biar masuk MIN saja dulu'," kata beliau lagi.

Nurhadi menambahkan, minimnya angka kelahiran di Desa Nailan juga ikut memengaruhi jumlah calon peserta didik baru. Dari sekitar 1.400 penduduk, jumlah anak usia masuk SD sangat sedikit.

"Kalau melihat data Posyandu, memang anak usia masuk SD sedikit sekali. Kalau tidak salah hanya sekitar enam atau tujuh anak," jelasnya.

Di Desa Nailan sendiri, terdapat delapan murud Taman Kanak-kanak (TK). Sementara jumlah anak di playgroup saat ini tercatat sebanyak 13 siswa. Meski demikian, sebagian besar lulusan TK memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah lain di luar SDN Nailan. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar