Sufmi Dasco Ahmad dan Strategi Kawal Program Prioritas Presiden

Tokoh | 03 Aug 2026 | 19:45 WIB
Sufmi Dasco Ahmad dan Strategi Kawal Program Prioritas Presiden
Sufmi Dasco Ahmad tampil sebagai salah satu tokoh kunci di parlemen yang kerap menjadi penghubung antara eksekutif dan legislatif.

Uwrite.id - Jakarta - Sufmi Dasco Ahmad tampil sebagai salah satu tokoh kunci di parlemen yang kerap menjadi penghubung antara eksekutif dan legislatif. Posisinya sebagai Wakil Ketua DPR RI memberinya ruang strategis untuk membaca arah kebijakan Presiden. Dari ruang itulah ia membangun jembatan komunikasi yang tidak kaku dan birokratis.

Isu "Kolega Dewan" muncul sebagai upaya DPR mendekatkan diri pada konstituen dan kader politik. Program ini dirancang agar anggota dewan tidak berjarak dengan masyarakat. Dasco melihat potensi besar di dalamnya untuk diterjemahkan menjadi dukungan nyata pada program prioritas nasional.

Fokus atensi Presiden saat ini berkisar pada hilirisasi, ketahanan pangan, pemberantasan korupsi, dan penguatan ekonomi rakyat. Semua isu itu butuh pengawalan politik di DPR. Di sinilah kepiawaian Dasco diuji, bagaimana mengubah energi sesama anggota legislatif menjadi mesin penggerak di dapil.

Langkah pertama yang ia lakukan adalah menyamakan narasi. Sobat Parlemen tidak boleh berjalan sendiri-sendiri dengan agenda berbeda. Dasco mendorong agar seluruh simpul kader memahami poin-poin utama dalam visi Presiden. Dengan begitu pesan yang sampai ke bawah tidak bias.

Ia juga memanfaatkan forum internal fraksi Gerindra untuk melakukan konsolidasi. Rapat-rapat tertutup digunakan untuk membedah arahan Presiden lalu dijabarkan ke dalam bahasa kampanye. Hasilnya, para kader dan anggota dewan memiliki bahan materi yang sama saat turun ke masyarakat.

Kepiawaian Dasco terlihat saat ia memadukan pendekatan politik dan komunikasi publik. Ia tidak hanya memberi instruksi, tetapi juga turun langsung menemui sejumlah insan politisi lokal di beberapa daerah. Pertemuan itu menjadi ruang dialog dua arah, bukan sekadar seremonial.

Dalam setiap pertemuan, ia menekankan pentingnya substansi. Sobat Parlemen diminta tidak hanya menjadi tim pemenangan, tetapi juga duta program pemerintah. Misalnya menjelaskan manfaat program makan bergizi gratis atau kartu prakerja secara lugas.

Dasco memahami bahwa sinergi tidak akan jalan tanpa data. Ia mendorong tim untuk memetakan persoalan di tiap dapil lalu mencocokkannya dengan program Presiden. Dengan cara ini, Sobat Parlemen bisa menjawab keluhan warga dengan solusi yang memang sedang dikerjakan pemerintah.

Peran media sosial juga dimaksimalkan. Tim komunikasi di bawah koordinasinya membuat konten yang sederhana dan mudah dibagikan. Narasi "mendukung Presiden" dikemas agar tidak terkesan menggurui. Ini penting agar Sobat Parlemen diterima generasi muda.

Tantangan terbesarnya adalah menjaga konsistensi. Banyak figur akar rumput mudah terpecah saat ada isu politik lokal. Dasco mengatasinya dengan membuat grup koordinasi lintas provinsi. Informasi dari pusat langsung diteruskan agar tidak terjadi salah tafsir.

Ia juga piawai membaca dinamika DPR. Saat Presiden butuh dukungan RUU tertentu, Dasco memastikan Sobat Parlemen ikut mengawal di tingkat akar rumput. Tekanan publik yang dibangun dari bawah membantu memperlancar pembahasan di komisi.

Hubungannya dengan Presiden menjadi modal penting. Sebagai orang kepercayaan, Dasco mendapat informasi awal tentang prioritas kebijakan. Informasi itu kemudian ia salurkan kepada Sobat Parlemen agar mereka selangkah lebih cepat dalam bergerak.

Namun ia tetap menjaga batas. Sinergi tidak berarti DPR menjadi stempel eksekutif. Dasco tetap mendorong fungsi pengawasan berjalan. Sobat Parlemen diminta menyampaikan kritik konstruktif jika ada program yang tidak tepat sasaran.

Gaya komunikasinya yang cair membuat ia mudah diterima berbagai kalangan. Ia tidak memakai bahasa politik yang rumit. Justru itu yang membuat arahan Presiden bisa dipahami relawan hingga tingkat desa.

Di internal DPR, ia juga membangun kerja sama lintas fraksi. Sobat Parlemen tidak hanya dari Gerindra. Dengan menggandeng kelompok lain, jangkauan program Presiden jadi lebih luas dan tidak terkesan partisan.

Evaluasi berkala menjadi kebiasaannya. Setiap tiga bulan, Dasco meminta laporan dari koordinator wilayah. Dari laporan itu terlihat mana dapil yang sudah jalan dan mana yang masih lemah. Perbaikan dilakukan cepat.

Hasilnya mulai terlihat. Beberapa program Presiden yang awalnya sulit disosialisasikan kini lebih mudah dipahami publik. Peran Sobat Parlemen sebagai corong langsung di masyarakat memberi efek yang signifikan.

Kepiawaian Dasco bukan pada retorika, tetapi pada eksekusi. Ia tahu kapan harus bicara di forum resmi dan kapan harus turun ke lapangan. Kombinasi itu membuatnya efektif mensinergikan dua kekuatan: parlemen dan relawan.

Ke depan, tantangan Sobat Parlemen akan semakin besar. Isu ekonomi, geopolitik, dan pemilu akan mewarnai agenda nasional. Dasco perlu menjaga agar energi relawan tetap fokus pada atensi Presiden, bukan terseret agenda lain.

Secara keseluruhan, Sufmi Dasco Ahmad menunjukkan model kepemimpinan penghubung. Ia berhasil membuat Sobat Parlemen tidak hanya jadi nama, tetapi jadi alat kerja politik yang selaras dengan arah kebijakan Presiden. Dan itulah yang membuat sinerginya layak diukur sebagai salah satu strategi politik paling praktis saat ini. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar