Banjarnegara Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan 2026

Uwrite.id - Banjarnegara - Menyusul prediksi ancaman musim kemarau 2026, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui BPBD Kabupaten Banjarnegara secara resmi menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan.
Pertimbangan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi terhadap prakiraan BMKG yang menyebut puncak kemarau akan terjadi pada Juli sampai Agustus. Status ini dikukuhkan lewat keputusan bupati dan berlaku hingga September mendatang.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Banjarnegara, Aji Piluroso, menegaskan bahwa penetapan ini merupakan wujud kesiagaan semua unsur di wilayah Banjarnegara.
Langkah serius ini diambil agar penanganan dampak kekeringan pada tahun ini dapat dilakukan lebih terukur dibandingkan tahun sebelumnya.
“Status siaga darurat telah kami tetapkan sebagai bentuk kesiapsiagaan di seluruh wilayah Banjarnegara. Perlu diingat, pada 2023 lalu kekeringan berdampak pada lebih dari 67 ribu jiwa,” ujarnya.
“Penanganan tahun ini kami upayakan agar lebih cepat dan terukur,” lanjut Aji saat menghadiri Rapat Forkopimda di Rumah Dinas Bupati Banjarnegara beberapa waktu lalu.
Sampai dengan Kamis (09/07), penyaluran bantuan air bersih ke sejumlah kecamatan telah dilakukan BPBD dengan cepat. Kecamatan yang menerima antara lain Pagedongan, Bawang, dan Purwanegara.
Berdasarkan data, bantuan telah menjangkau 1.282 kepala keluarga dan 4.054 jiwa. Penyaluran dilakukan menggunakan 157 armada tangki.
Selain dampak kemarau, BPBD Kabupaten Banjarnegara juga sedang berjibaku menangani krisis air di Desa Serang dan Desa Gemuruh, Kecamatan Bawang. Krisis di wilayah ini dipicu oleh tanggul yang jebol.
Aji menargetkan perbaikan pemadatan tanggul akan rampung bulan ini, sehingga aliran air bisa kembali normal. Dalam operasional distribusi, BPBD memaksimalkan armada yang ada dan membuka pintu kolaborasi bagi pihak luar.
“Kami saat ini mengoperasikan empat unit armada tangki air, terdiri dari tiga unit milik BPBD dan satu unit bantuan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI),” imbuhnya.
“Kami juga membuka ruang bagi pihak swasta atau masyarakat yang ingin berdonasi air bersih agar berkoordinasi dengan BPBD supaya penyaluran lebih teratur dan efisien,” tambahnya.
Saat ini, BPBD Kabupaten Banjarnegara terus memantau perkembangan di lapangan guna memastikan distribusi bantuan tepat sasaran dan meminimalisasi dampak kekeringan bagi masyarakat.
Dalam rapat koordinasi, Bupati Banjarnegara memberikan arahan khusus kepada camat, terutama di wilayah rawan kekeringan. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Susukan, Mandiraja, Purwanegara, dan Bawang.
Pemerintah daerah menekankan pentingnya menyiapkan infrastruktur dasar penampungan air.
“Pembuatan tandon air sangat krusial untuk memudahkan dan mempercepat proses dropping air bersih ke masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana. (*)

Tulis Komentar