Spesial Perayaan Hari Kartini, ParagonCorp Ajak Perempuan Hadapi Self-Doubt Lewat Women’s Space!

Uwrite.id - Jakarta - Tak sekadar inspiratif, talk show di Women’s Space by ParagonCorp bahas bagaimana perempuan bisa tumbuh dari keraguan jadi kekuatan. Dalam rangka memperingati Hari Kartini, ParagonCorp menghadirkan ruang refleksi lewat talk show bertajuk ‘Her Strength, Her Light: A Journey through Doubt, Growth, and Becoming’. Acara ini digelar di Wisma Habibie & Ainun, dan bukan sekadar perayaan simbolik, tapi juga jadi ruang jujur untuk membahas perjalanan, keraguan, dan kekuatan perempuan dari berbagai latar belakang.
Sesi ini terasa dekat karena menghadirkan sosok-sosok inspiratif dengan cerita yang membumi. Ada Retno Marsudi, Susy Susanti, Nikita Willy, Nadia Habibie, serta dr. Sari Chairunnisa, dengan Marissa Anita sebagai moderator. Dari diplomat, atlet Olimpiade, publik figur, sampai profesional, masing-masing membagikan momen paling rapuh mereka: saat merasa belum cukup, takut salah langkah, atau mempertanyakan nilai diri sendiri di tengah ekspektasi sosial yang tinggi.
Alih-alih berhenti di kisah, para pembicara membedah proses mengubah self-doubt jadi bahan bakar untuk bertumbuh. Retno Marsudi menyoroti pentingnya keberanian mengambil ruang dalam negosiasi global, sementara Susy Susanti bicara soal disiplin dan menerima kegagalan sebagai bagian dari kemenangan. Nikita Willy dan Nadia Habibie merefleksikan tekanan peran perempuan modern, dan dr. Sari Chairunnisa menambahkan perspektif kesehatan mental: bahwa meragukan diri itu manusiawi, tapi membiarkannya menguasai diri adalah pilihan. Marissa Anita merangkai semua cerita itu jadi benang merah: kekuatan perempuan lahir bukan karena tak pernah ragu, tapi karena memilih terus melangkah.
Lebih dari sekadar talk show, Women’s Space dirancang ParagonCorp sebagai ruang aman untuk saling menguatkan. Pesertanya diajak menuliskan keraguan terbesar mereka, lalu memetakan langkah kecil untuk menaklukkannya. Inilah cara ParagonCorp memaknai Hari Kartini: bukan hanya mengenang perjuangan emansipasi, tapi memastikan perempuan hari ini punya ekosistem untuk bertanya, didengar, dan tumbuh. Karena ketika satu perempuan berani jujur soal ragunya, perempuan lain jadi berani melangkah dengan cahayanya sendiri. (*)

Tulis Komentar