Soroti Peran Ibu, Megawati: Perempuan Sekarang Tuh, Selfie, Flexing, Mejeng, Masyaallah

Opini | 22 Aug 2023 | 22:25 WIB
Soroti Peran Ibu, Megawati: Perempuan Sekarang Tuh, Selfie, Flexing, Mejeng, Masyaallah
Megawati melakukan kunjungan ke kantor DPD PDIP DIY di Kota Yogyakarta pada Selasa (22/8/2023).

Uwrite.id - Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, mengangkat isu perubahan gaya hidup perempuan dalam acara deklarasi relawan Ganjar pada Selasa (22/8). Ia mengkritik tren gaya hidup perempuan jaman sekarang yang menyukai selfie, tampil menarik, dan pamer di media sosial. Padahal, mengurus anak-anak tidak kalah penting.

"Saya perempuan sekarang tuh, karepe opo yo, ya ada benarnya. Karena untuk selfie, terus flexing, sudah gitu mejeng, masyaallah," kata Megawati, dikutip dari Kumparan, Selasa (22/8/23).

Pernyataan tersebut juga diiringi dengan keprihatinan Megawati terhadap kasus stunting yang masih menjadi masalah di Indonesia. Megawati mengingatkan bahwa dalam 350 tahun masa penjajahan, telah terjadi perubahan pada 5 generasi. Ia menyoroti bahwa stunting harus menjadi perhatian utama, khususnya bagi ibu-ibu.

"Kalau ibu-ibu tidak memikirkan pendidikan anak-anaknya, kesehatannya lalu apa," ucap dia.

Megawati menekankan bahwa ketika ibu-ibu mengabaikan pendidikan dan kesehatan anak-anaknya, dampaknya sangat signifikan. Ia menggambarkan bahwa mengurus pendidikan anak juga merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan mereka.

Selain itu, Megawati menegaskan bahwa dirinya bisa dijadikan contoh bagi perempuan Indonesia. Dengan perjuangan dan kesusahan yang pernah ia alami, ia bisa meraih posisi tertinggi, bahkan hingga menjadi Presiden.

"Saya tuh sampai mikir saya ini apa enggak bisa ya dijadikan contoh?" ujar dia.

Presiden Jokowi Geram Dana Stunting Rp10 M Dipakai Rapat-Perjalanan Dinas Rp6 M

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah geram lantaran anggaran penanganan stunting di suatu daerah tidak optimal dan tepat sasaran. Tanpa menyebut daerahnya, Jokowi ketika itu mengatakan bahwa alokasi dana sebesar Rp10 miliar yang seharusnya digunakan untuk mengatasi stunting, ternyata digunakan untuk keperluan rapat dan perjalanan dinas hingga mencapai Rp6 miliar.

Dari total dana Rp10 miliar tersebut, hanya Rp2 miliar yang digunakan untuk membeli makanan seperti telur, susu, daging, dan sayur untuk mengatasi stunting.

"Contoh, ada anggaran stunting Rp10 miliar, coba cek, lihat betul untuk apa Rp10 miliar itu. Jangan membayangkan nanti ini dibelikan telur, susu, protein, sayuran," kata Jokowi, Rabu (14/6/23).

"Rp10 miliar untuk stunting, dicek, perjalanan dinas Rp3 miliar, rapat-rapat Rp3 miliar, pengembangan bla bla bla Rp2 miliar. Yang benar-benar beli telur hanya Rp2 miliar. Kapan stunting akan selesai kalau caranya seperti ini?" imbuh Jokowi.

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar