Sleman Sidak 10 Dapur MBG Usai Kasus Keracunan Tak Kunjung Reda

Uwrite.id - Sleman - Rentetan peristiwa keracunan seusai menyantap sajian Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terus bermunculan direspons serius oleh Pemerintah Kabupaten Sleman. Satuan Tugas Percepatan MBG Sleman bakal menurunkan tim gabungan untuk menggelar inspeksi dadakan ke 10 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya.
Ketua Satgas Percepatan MBG Sleman, Abu Bakar, menyatakan razia tersebut akan langsung dijalankan dalam waktu dekat. Kendati begitu, dia masih menutup rapat jadwal maupun lokasi dapur yang menjadi target operasi demi menghindari kebocoran informasi.
Langkah senyap ini sengaja diambil agar potret asli di lapangan terlihat jelas tanpa rekayasa. Pemerintah tidak ingin sidak hanya menjadi formalitas, melainkan menjadi cermin untuk melihat sejauh mana standar keamanan pangan benar-benar diterapkan demi keselamatan anak-anak sekolah.
"Kalau (SPPG mana) disebutkan nanti bocor. Tidak boleh itu," kata dia di lingkungan Pemkab Sleman, Kamis (17/09).
Abu Bakar menjelaskan, sasaran utama pemeriksaan ialah dapur SPPG yang mempunyai rapor merah dengan riwayat kasus keracunan terbanyak sehingga butuh evaluasi ketat.
Operasi yang akan dipimpinnya secara langsung itu menggandeng lintas instansi, yakni Dinas Kesehatan, Asisten Sekda Sleman, hingga Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman.
Sinergi lintas sektor ini menjadi kunci, sebab persoalan MBG bukan hanya soal rasa, melainkan menyangkut nyawa dan kesehatan generasi penerus. Dengan melibatkan banyak pihak, pemeriksaan diharapkan berjalan objektif dan komprehensif dari hulu ke hilir.
Pemeriksaan menyeluruh ini krusial untuk memastikan kepatuhan setiap SPPG dalam mengimplementasikan Standar Operasional Prosedur (SOP) di lapangan, agar kejadian gangguan kesehatan serupa tidak kembali terulang.
"Kita akan turunkan tim untuk mengecek keseluruhan SOP-nya, mulai dari penempatan suplai bahan makanan di freezer, proses penyajian, hingga pengirimannya ke lapangan. Sekalian kita pastikan apakah SOP tersebut dijalankan dengan benar atau tidak," tegasnya.
Soal sanksi bagi pengelola SPPG yang kedapatan abai terhadap ketentuan operasional, pihaknya akan melakukan koordinasi sesuai dengan kewenangan yang dimiliki. Selain itu, skema pemberian rekomendasi juga disiapkan untuk diteruskan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) lewat Korwil DIY.
Langkah inspeksi mendadak ini merupakan buntut dari Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan massal terbaru di Kapanewon Turi pada 7 September lalu. Mengacu data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, total 135 warga mengalami keluhan sakit usai mengonsumsi paket MBG yang didistribusikan dari SPPG Wonokerto Turi.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Sleman, dr. Khamidah Yuliati, membeberkan temuan uji laboratorium atas sampel makanan dari SPPG tersebut. Hasil laboratorium mengonfirmasi adanya cemaran bakteri Bacillus cereus pada sampel nasi dan bola-bola daging goreng yang dihidangkan pada 7 September. Sementara sampel nasi dari SMPN 3 Turi dinyatakan positif tercemar bakteri Staphylococcus aureus. (*)

Tulis Komentar