Skandal Daycare Little Aresha: 13 Tersangka Dan Desakan Penutupan

Hukum | 27 Apr 2026 | 21:27 WIB
Skandal Daycare Little Aresha: 13 Tersangka Dan Desakan Penutupan
Daycare Little Aresha yang disegel pihak kepolisian (Any)

Uwrite.id - Yogyakarta — Kasus kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, memasuki babak serius. Kepolisian menetapkan 13 orang sebagai tersangka dalam perkara perlakuan tak manusiawi terhadap anak-anak, sebagian besar bayi dan balita.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak penutupan permanen daycare tersebut serta perlindungan bagi keluarga korban yang mengalami tekanan dari pihak tak dikenal.
“Kami berharap LPSK hadir memberikan perlindungan. Ada keluarga korban yang didatangi orang tidak dikenal. Dan daycare ini harus ditutup permanen,” kata Komisioner KPAI Diyah Puspitarini, Senin (27/4).

Terbongkar dari Laporan Orang Tua

Kasus ini mencuat pada 24 April 2026, saat orang tua mulai menyadari kejanggalan pada kondisi anak mereka. Sejumlah anak mengalami lebam, sementara lainnya menunjukkan perubahan perilaku seperti ketakutan dan menangis berlebihan.
Situasi kian terang setelah video dan kesaksian yang beredar di media sosial memperlihatkan perlakuan kasar di dalam daycare.

Penggerebekan dan Fakta di Lapangan

Pada 25 April 2026, aparat kepolisian menggerebek lokasi daycare di Umbulharjo. Temuan di lapangan menunjukkan kondisi yang memprihatinkan: anak-anak diikat, ditempatkan di ruang sempit seperti kamar mandi, dan berada dalam ruangan melebihi kapasitas.
Pemeriksaan intensif dilakukan terhadap pengasuh dan pengelola. Jumlah korban terus bertambah seiring pendalaman kasus.
Kekerasan yang Terstruktur
KPAI menilai praktik kekerasan di daycare ini berlangsung secara terstruktur.
“Seolah ada prosedur tetap—anak-anak diperlakukan dengan cara tertentu di jam tertentu, dan orang tua tidak diperbolehkan melihat langsung,” ujar Diyah.
Penyelidikan kemudian mengarah ke level manajemen hingga pemilik daycare, yang kini telah diamankan.

Cermin Buram Pengawasan Daycare

Kasus ini mengungkap persoalan lebih luas: lemahnya pengawasan terhadap layanan penitipan anak. Sejumlah daycare beroperasi tanpa izin dan mengabaikan standar dasar keselamatan.
KPAI mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh—mulai dari pendataan izin hingga pembinaan pengelola.

Anak Menanggung Dampak Jangka Panjang

Dampak terbesar dirasakan anak-anak korban. Pada fase krusial tumbuh kembang, kekerasan fisik dan emosional berisiko menimbulkan trauma berkepanjangan serta gangguan perkembangan.

Momentum Pembenahan Sistem

Kasus ini menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk memperketat regulasi daycare. Standarisasi nasional, sertifikasi pengasuh, rasio pengasuh-anak, serta sistem pengaduan publik dinilai mendesak untuk diterapkan.
Di tengah keterbatasan pilihan, banyak orang tua terpaksa menitipkan anak karena tuntutan ekonomi dan pekerjaan. Kondisi ini menuntut kehadiran negara yang lebih kuat dalam menjamin keamanan anak.

Ujian Perlindungan Negara

Kasus Little Alesha menegaskan bahwa perlindungan anak masih menjadi pekerjaan besar. Sistem diuji bukan saat berjalan normal, melainkan saat melindungi yang paling rentan.
Dan dalam kasus ini, anak-anak menjadi pengingat paling nyata bahwa sistem tersebut masih perlu diperbaiki. (Any) 

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar