Siapa Pengendali Suku Bunga RI Selanjutnya? Nama Destry Makin Kencang Disebut

Uwrite.id - Jakarta - Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) kini menjadi perhatian. Setidaknya terdapat tiga nama yang banyak diperbincangkan sebagai kandidat Gubernur Bank Indonesia, yakni Destry Damayanti, Thomas Djiwandono, dan Purbaya Yudhi Sadewa.
Lantas, siapa dan seperti apa sosok pemimpin yang dibutuhkan Bank Indonesia ke depan?
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa proses penentuan calon Gubernur BI masih dalam tahap pembahasan internal pemerintah. Ia menyebut Presiden Prabowo ingin memastikan sosok yang dipilih memiliki integritas, pengalaman, dan visi kuat untuk menjaga stabilitas moneter.
"Yang pasti Presiden ingin figur yang bisa menjaga kredibilitas BI, independen, dan paham tantangan ekonomi global maupun domestik ke depan," ujar Prasetyo.
Menurutnya nama Destry dibahas dan dipertimbangkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai calon Gubernur Bank Indonesia.
"Kalau pertanyaannya apakah Ibu Destry salah satu yang dipertimbangkan atau nama yang termasuk dibahas, ya bisa kami sampaikan itu sudah pasti itu, sebagai salah satu yang dibahas lah gitu ya," ujar Prasetyo.
Destry Damayanti saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia sejak 2019. Ia menjadi perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut dalam sejarah BI.
Sebelum di BI, Destry memiliki rekam jejak panjang di bidang ekonomi dan kebijakan publik. Ia pernah menjabat sebagai Deputi Gubernur BI bidang makroprudensial pada 2013-2018.
Destry juga pernah menjadi Wakil Menteri Keuangan pada 2000-2001 di era Kabinet Persatuan Nasional.
Di ranah internasional, ia pernah bertugas sebagai Direktur Eksekutif di International Monetary Fund/IMF mewakili kelompok Asia Tenggara.
Selain itu, Destry memiliki latar belakang akademisi dan peneliti. Ia pernah menjadi peneliti di Center for Strategic and International Studies/CSIS dan mengajar di berbagai universitas.
Dengan pengalaman di fiskal, moneter, dan lembaga multilateral, nama Destry dinilai kuat sebagai salah satu kandidat yang memahami dua sisi kebijakan ekonomi Indonesia. (*)

Tulis Komentar