“Seperti Makan Pasir”: Warga Curugbitung Rasakan Dampak Abu Anak Krakatau

Uwrite.id - Curugbitung - Abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mulai turun ke pemukiman warga. Salah satu wilayah yang terdampak adalah Desa Curugbitung, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak.
Keluhan pertama muncul sejak Minggu (06/09). Bukan asap, tapi debu halus yang terbawa angin. Awalnya terlihat sepele, lama-lama menimbulkan gangguan.
Jefri, warga Desa Curugbitung, merasakan langsung dampaknya. Aktivitas di luar rumah jadi tidak nyaman.
“Terasa gatal-gatal, mata perih, kalau di mulut seperti ada rasa makan pasir. Debunya halus sekali, apalagi kalau keluar rumah terasa menempel,” ujarnya.
Menurutnya, debu itu menempel di kulit dan pakaian. Akibatnya beberapa warga mengalami iritasi ringan. Mata juga terasa perih saat terkena paparan langsung.
Kondisi ini membuat warga khawatir. Sebab penyebaran abu vulkanik sangat tergantung arah angin dan besarnya erupsi Gunung Anak Krakatau. Artinya wilayah terdampak bisa bertambah.
Jefri berharap masyarakat tetap waspada dan mengikuti imbauan pemerintah. Mengurangi aktivitas di luar ruangan jadi salah satu cara paling aman saat ini.
Sementara itu pihak terkait mengimbau warga untuk memakai masker saat keluar rumah. Menjaga kebersihan lingkungan dan segera membersihkan tubuh yang terkena abu juga disarankan.
Bagi warga Curugbitung, erupsi gunung tidak hanya jadi tontonan di TV. Dampaknya sudah nyata terasa di kulit, mata, dan aktivitas sehari-hari. (*)

Tulis Komentar