Seminar Kepemudaan 2026: Dorong Generasi Muda Lakukan Aksi Nyata di Sektor Pangan, Lingkungan, dan Pembangunan Stratejik

Uwrite.id - Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Republik Indonesia (Kemenpora) bersama International Youth Connection (IYC) resmi membuka rangkaian Seminar Kepemudaan di Jakarta, Senin (26/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi, mendorong inovasi, serta membangun karakter generasi muda sebagai bagian dari upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Seminar tersebut menegaskan pentingnya peran pemuda sebagai motor penggerak perubahan yang mampu menjawab berbagai tantangan zaman. Di tengah perkembangan teknologi dan transformasi digital yang semakin pesat, generasi muda dituntut tidak hanya adaptif terhadap perubahan, tetapi juga memiliki integritas, kreativitas, dan kepedulian terhadap pembangunan berkelanjutan.
Presiden International Youth Connection (IYC), Bahal Siregar, M.Sci., menekankan bahwa generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, terutama akibat derasnya arus informasi digital yang memengaruhi pola pikir, perilaku, dan kehidupan sosial masyarakat.
Menurutnya, pemuda perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, karakter yang kuat, serta wawasan luas agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif dan produktif.
Seminar Kepemudaan 2026 menghadirkan panggung diskusi inspiratif yang menyoroti peran sentral generasi muda dalam pembangunan bangsa. Acara ini menghadirkan tiga pemateri utama: Kepala BUPERTA Cibubur Dr. Budy Sugandi, M.Sc., Ketua PP GP Ansor Bidang Kajian Stratejik H.M. Abdullah Syukri, serta Anggota DPR RI Dr. Hj. Rina Sa'adah. Ketiaganya sepakat bahwa ilmu dan gagasan pemuda harus segera diwujudkan dalam aksi nyata untuk menjawab tantangan zaman.
Inovasi Pengelolaan Sampah dan Ketahanan Pangan di Buperta Cibubur
Dalam pemaparannya, Dr. Budy Sugandi, M.Sc. menggarisbawahi pentingnya eksekusi ilmu di lapangan ketimbang sekadar wacana. Menghadapi tantangan lingkungan dan pengolahan sampah dalam skala besar, pihak Buperta Cibubur menjalin kolaborasi dengan startup pengolahan sampah modern melalui sistem penukaran sampah plastik menjadi poin belanja—sebuah skema yang terinspirasi dari praktik daur ulang di Jerman.
Selain masalah lingkungan, Buperta Cibubur juga berinisiatif mendukung penuh ketahanan pangan nasional yang digalakkan Presiden Prabowo Subianto.
"Masa depan pembangunan itu tidak cukup dibicarakan, dia harus dipraktikkan dimulai dari ruang yang kita miliki hari ini," tegas Dr. Budy Sugandi.
Sebagai langkah konkret, lahan kosong seluas 5 hektar di kawasan Buperta telah dimanfaatkan untuk budidaya kedelai bekerja sama dengan HKTI. Tak hanya itu, diluncurkan pula program "Buperta Akademi" guna memfasilitasi pengembangan kapasitas generasi muda.
Pemuda sebagai Motor Perubahan Sejarah
Sementara itu, Ketua PP GP Ansor Bidang Kajian Stratejik, H.M. Abdullah Syukri, memberikan motivasi membakar semangat bagi para mahasiswa dan aktivis muda yang hadir. Ia mengingatkan bahwa hampir seluruh peristiwa penting dalam sejarah dunia dan kemerdekaan Indonesia digerakkan oleh tokoh-tokoh yang saat itu masih berusia 20 hingga 30-an tahun.
Abdullah Syukri mengajak generasi muda untuk tidak terjebak dalam kondisi menunggu—baik menunggu modal, koneksi, maupun momentum ideal—sebab kesuksesan merupakan perpaduan antara kesiapan diri dan kesempatan.
"Jangan menunggu situasi serba ideal untuk mulai melangkah. Persiapkan bekal kapasitas diri, kuasai keahlian dan bahasa, serta manfaatkan akses digital untuk terus berkembang," pesan Abdullah Syukri.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi pentahelix (pemerintah, akademisi, swasta, masyarakat, dan media) dalam mengawal pembangunan daerah agar industrialisasi dan pendidikan berjalan seimbang.
Pengawasan Aspirasi dan Bantuan Berbasis Kebutuhan Lapangan
Dari sudut pandang kebijakan publik, Anggota DPR RI Dr. Hj. Rina Sa'adah menekankan pentingnya intervensi nyata dan pengawasan bantuan pemerintah agar benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat di daerah. Berdasarkan pengalamannya saat melakukan kunjungan reses, bantuan peralatan pertanian maupun perikanan tidak bisa disamaarata di setiap wilayah.
Ia menjelaskan bahwa kondisi geografis daerah seperti Ciamis dengan petakan sawah yang relatif kecil memerlukan alokasi traktor ketimbang kombinasi mesin besar (combine harvester), disertai pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) agar bantuan alsintan dapat diakses secara maksimal.
Rina Sa'adah menggarisbawahi pentingnya pengawasan dari hulu ke hilir—mulai dari penyaluran pompa air, irigasi, program peternakan ayam, hingga budidaya bioplok—agar kelompok tani dan nelayan penerima manfaat mampu menjadi wirausahawan mandiri dan menjadi contoh (pilot project) bagi wilayah lain.
Langkah Maju Kolaborasi Pemuda
Melalui perpaduan antara inovasi pengelolaan lingkungan dari Dr. Budy Sugandi, dorongan pergerakan sejarah dari H.M. Abdullah Syukri, serta pengawalan kebijakan berbasis kebutuhan oleh Dr. Hj. Rina Sa'adah, Seminar Kepemudaan 2026 menjadi momentum penting bagi pemuda Indonesia untuk tidak hanya menjadi penonton, melainkan pelaku utama perubahan dari tingkat tapak hingga ranah nasional.

Tulis Komentar