Scam Keuangan dan Judi Online "Kanker" Organisasi Modern?

Ekonomi | 26 Feb 2026 | 22:42 WIB
Scam Keuangan dan Judi Online "Kanker" Organisasi Modern?
WASPADA. Ancaman Scam keuangan dan judi online terhadap organisasi perusahaan

Uwrite.id - Oleh: Juwita 

Dosen Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon

Di era digital yang serba cepat, batas antara ruang personal dan ruang kerja kian menipis. Namun, di balik kemudahan teknologi yang kita nikmati, muncul sebuah anomali yang mengancam stabilitas ekonomi dan psikologis masyarakat: maraknya scam keuangan dan judi online. Fenomena ini bukan lagi sekadar masalah individu di luar jam kantor, melainkan telah menjadi "kanker" yang menggerogoti produktivitas, integritas, dan masa depan organisasi.

Realitas Pahit di Balik Layar Komputer

Bayangkan sebuah skenario yang kini semakin sering terjadi: seorang karyawan teladan tiba-tiba mengalami penurunan performa drastis, sering meminjam uang kepada rekan kerja, hingga akhirnya terlibat dalam kasus penggelapan dana kantor. Setelah ditelusuri, akar masalahnya adalah jeratan judi online atau kerugian besar akibat penipuan investasi ilegal.

Kasus nyata menunjukkan dampak yang sangat mengerikan. Sebuah pabrik dengan 1.500 karyawan terpaksa melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap hampir setengah dari total pekerjanya karena terjerat judi online. Angka ini menjadi pengingat keras bahwa gangguan ini mampu melumpuhkan operasional perusahaan dalam skala besar.

Mengenal Wajah Sang Predator: Scam Keuangan

Scam keuangan adalah segala bentuk manipulasi yang dirancang untuk mencuri aset atau data pribadi dengan cara menyamar sebagai pihak terpercaya. Para pelaku kejahatan ini kian canggih dalam melancarkan aksinya melalui berbagai metode:

Phishing dan Social Engineering: Pelaku sering kali menyamar sebagai institusi resmi seperti bank atau otoritas pemerintah untuk mencuri kode OTP dan data KTP. Mereka menggunakan manipulasi psikologis, menciptakan rasa urgensi atau ketakutan agar korban memberikan informasi sensitif tanpa berpikir panjang.

Money Mule dan Pencucian Uang: Sering kali tanpa disadari, seseorang bisa dijadikan "kurir uang" (money mule), di mana rekening mereka digunakan untuk menampung dan menyalurkan dana hasil kejahatan.

Investasi Ilegal dan Pinjol: Tawaran keuntungan besar dalam waktu singkat melalui investasi kripto ilegal atau skema pinjaman online (pinjol) ilegal sering kali menjadi pintu masuk kehancuran finansial karyawan.

Candu Berkedok Permainan: Judi Online

Berbeda dengan scam yang bersifat eksternal, judi online sering kali bermula dari keinginan pribadi untuk mendapatkan uang secara instan melalui perangkat elektronik. Namun, sifatnya yang adiktif segera mengubah "hiburan" ini menjadi beban mental yang berat.

Dampak bagi karyawan sangatlah destruktif. Kecanduan menyebabkan kecemasan berlebihan dan stres akibat kekalahan serta tumpukan utang yang tidak berujung. Ketika fokus utama karyawan beralih ke angka-angka taruhan, waktu kerja pun terbuang sia-sia, performa menurun, dan risiko sanksi hingga PHK pun membayangi.

Dampak Sistemik bagi Perusahaan

Bagi organisasi, masalah ini bukan hanya soal "urusan pribadi karyawan". Dampak sistemiknya sangat nyata dan merugikan: Pertama, Kerugian Finansial. Karyawan yang terdesak utang sering kali didorong untuk melakukan tindakan tidak etis seperti pencurian aset atau penggelapan dana perusahaan. Kedua, Keamanan Data, mengakses situs judi online di perangkat kerja meningkatkan risiko serangan siber melalui malware atau virus yang dapat melumpuhkan sistem perusahaan. Ketiga, Lingkungan Kerja Tidak Sehat. Ketegangan antara karyawan dan melemahnya kerja sama tim akibat masalah utang-piutang menciptakan atmosfer kerja yang toksik. Dan keempat, Rusaknya Reputasi. Perusahaan yang memiliki banyak karyawan terjerat masalah hukum atau keuangan akan dipandang negatif oleh publik dan dianggap tidak mampu menjaga kesejahteraan anggotanya.

Perspektif Teori: Mengapa Manusia Terjerumus?

Memahami fenomena ini membutuhkan pendekatan psikologis dan organisasi. Social Cognitive Theory dari Albert Bandura menjelaskan bahwa perilaku manusia terbentuk melalui Reciprocal Determinism, yaitu interaksi timbal balik antara faktor personal, perilaku, dan lingkungan. Melalui konsep Observational Learning atau modeling, seorang karyawan mungkin mulai mencoba judi online atau investasi berisiko setelah mengamati rekan kerjanya yang tampak sukses atau "beruntung". Di sinilah peran Self-Efficacy (efikasi diri) menjadi krusial; individu dengan efikasi diri yang kuat mampu mengatur tindakannya sendiri dan tidak mudah terpengaruh oleh tren lingkungan yang negatif.

Selain itu, Behavioral Theory of the Firm oleh Cyert dan March mengingatkan bahwa organisasi adalah sebuah koalisi dengan berbagai kepentingan. Pengambilan keputusan di dalam perusahaan sering kali dipengaruhi oleh rutinitas dan adaptasi terhadap umpan balik lingkungan. Jika perusahaan tidak memiliki sistem pengawasan dan budaya yang kuat untuk mendeteksi penyimpangan perilaku, maka masalah seperti judol akan dianggap sebagai "normalitas baru" hingga akhirnya meledak menjadi krisis besar.

Strategi Perlawanan: Langkah Nyata Pencegahan

Menghadapi tantangan ini memerlukan komitmen kolektif antara manajemen dan karyawan. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

Pertama, Edukasi dan Sosialisasi Berkelanjutan. Memberikan pemahaman mendalam tentang bahaya laten scam dan dampak negatif judi online melalui seminar atau buletin rutin. Kedua, Kebijakan dan Pengawasan Ketat. Membuat larangan tertulis yang tegas, menutup akses teknis ke situs-situs terlarang di jaringan kantor, serta memantau aktivitas penggunaan perangkat kerja secara berkala. Ketiga, Penyediaan Fasilitas Kesehatan Mental. Menawarkan akses kepada psikolog atau psikiater bagi karyawan yang menunjukkan tanda-tanda kecanduan atau stres finansial. Keempat, Budaya Kerja Positif. Mendorong kegiatan yang menyehatkan seperti program kebugaran atau komunitas hobi positif untuk mengalihkan perhatian dari keinginan berjudi.

Kesimpulan

Scam keuangan dan judi online adalah musuh nyata bagi integritas manusia dan keberlangsungan organisasi. Dengan memahami akar permasalahannya melalui pendekatan kognitif dan perilaku, kita dapat membangun benteng pertahanan yang lebih kuat. Integritas sebuah perusahaan tidak hanya dibangun dari laporan keuangan yang hijau, tetapi dari kesehatan mental dan kejujuran setiap individu yang bekerja di dalamnya.(*)

 

Referensi Utama:

Bandura, A. (1986). Social Foundations of Thought and Action: A Social Cognitive Theory.

Cyert, R. M., & March, J. G. (1963). A Behavioral Theory of the Firm.

Data Kasus PHK Massal Akibat Judi Online, CNBC Indonesia (2024).

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar